Antisipasi Virus Corona, RSV Helmet Ganti Cara Konsumen Fitting

JAKARTA, Motovaganza.com – Penyebaran virus corona yang kian meluas di Indonesia. Berbagai langkah dilakukan banyak pihak untuk mengantisipasi wabah yang sudah menewaskan ribuan orang di dunia ini. Salah satunya adalah produsen helm dalam negeri RSV Helmet. Mereka melakukan langkah antisipasi bagi konsumen yang ingin membeli helm di jaringan took mereka.

Mereka menerapkan kebijakan baru dimana konsumen tak bisa mencoba langsung atau fitting helm yang diminati. Petugas toko menyiapkan alat pengukur (meteran) untuk mengukur lingkar kepala calon pembeli. Dengan demikian, pembeli bisa mengetahui ukuran helm yang cocok untuknya.

“Selama 16 hari ke depan terpaksa konsumen tidak bisa fitting helm. Alternatifnya adalah pakai meteran, buat nyari ukuran kepala yang pas untuk konsumen,” kata Richard Ryan, Executive Director RSV Helmet di Jakarta hari ini, Senin (16/3/2020).

Ia mengatakan setiap toko RSV Helmet juga menyediakan cairan antiseptik atau hand sanitizer untuk antisipasi penyebaran. “Hal ini sudah dijalankan sejak Sabtu (14/3) kemarin,” sambung Richard.


Penurunan Omset


Menurut Richard hingga pekan kemaren operasional toko masih berjalan normal. Namun sejak pemerintah mengumumkan adanya virus corona di Indonesia, hal itu berpengaruh ke omset. “Ya berpengaruh. Ada juga konsumen yang enggak jadi beli karena gak bisa langsung pakai,” kata Richard.

Corona virus memang mempengaruhi banyak sektor. Keigatan-kegiatan otomotif terpaksa dibatalkan, demikian juga dengan produksi kendaraan. Belum lai jumah korban yang terus meningkat.

Pada Minggu (15/3) kemarin pemerintah Indonesia kembali mengumumkan 21 kasus baru virus corona atau Covid-19. Jadi, jumlah pasien positif virus corona di Indonesia menjadi sebanyak 117 kasus, dimana 104 orang sedang dalam tahap perawatan, 8 orang dinyatakan sembuh dan 5 orang lainnya meninggal.

Salah satu pasien yang dikonfirmasi adalah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. "Per hari ini dari lab yang saya terima pagi ya, hari ini kita dapatkan 21 kasus baru, di mana 19 di antaranya di Jakarta, dua di Jawa Tengah," kata Juru Bicara Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto, seperti dikutip laman Kementerian Kesehatan, Minggu (15/3/2020).

RAJU FEBRIAN

Artikel yang direkomendasikan untuk anda