Chery Sales Indonesia baru saja menggelar seremoni simbolis. Mereka menyerahkan 5.000 unit Tiggo CSH (Chery Super Hybrid) series di kawasan PIK 2, Tangerang. Lokasinya tak jauh dari titik penyerahan Jaecoo J5 EV, sang sub-brand. Capaian ini, menurut perusahaan, menjadi tonggak krusial bagi performa bisnis mereka. Sekaligus penanda keseriusan dalam membangun kepercayaan pasar terhadap teknologi hybrid. Langkah ini secara langsung turut memacu denyut perkembangan mobil elektrifikasi di Tanah Air.
Di tengah derasnya arus adopsi kendaraan elektrifikasi. Segmen hybrid serta Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) memegang peran vital. Ia menjadi jembatan transisi. Dari mesin pembakaran internal (ICE) menuju era setrum sepenuhnya. Di titik inilah, teknologi Chery Super Hybrid hadir memberi jawaban bagi konsumen lokal. Khususnya bagi pasar yang belum sepenuhnya tersokong infrastruktur pengisian daya. Skema hybrid dinilai lebih masuk akal. Ketimbang kendaraan listrik murni (BEV) yang menuntut ekosistem komprehensif.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan konsumen Indonesia terhadap Chery. Pencapaian 5.000 unit TIGGO Series CSH ini mengukuhkan posisi kami sebagai Best Super Hybrid yang relevan bagi masyarakat. Indonesia tetap menjadi pasar strategis. Kami berkomitmen menghadirkan teknologi efisien, bernilai tinggi, dan berkelanjutan,” ungkap Zeng Shuo, President Director Chery Sales Indonesia.
Menukil data Gaikindo. Sepanjang 2025, angka penjualan kendaraan elektrifikasi nasional mencatat rapor hijau. Pangsa pasarnya menyentuh 21,8 persen. Tren ini merefleksikan pergeseran minat konsumen menuju teknologi ramah lingkungan yang lebih terjangkau. Pun dinilai pas untuk mobilitas harian. Mobil hybrid dan PHEV pun menjelma jadi solusi paling realistis yang diterima pasar.
Selaras dengan tren tersebut. Kinerja penjualan Chery di Indonesia menunjukkan kurva konsisten sejak awal 2025. Retail sales mereka sanggup melampaui target 2.000 unit per bulan sejak Mei tahun lalu. Tren positif ini diklaim terus berlanjut. Momentum ini menjadi cerminan meningkatnya kepercayaan publik. Terutama terhadap kualitas produk, inovasi, serta value yang ditawarkan.
Di level global, Chery Group menutup kalender 2025 dengan hasil gemilang. Total penjualan kumulatif menembus 2,8 juta unit. Termasuk di dalamnya 900 ribu unit lebih kendaraan energi baru (NEV). Capaian ini menjadi bagian dari “Empat Terobosan Bersejarah” grup. Mencakup pertumbuhan niaga, ekspansi ekspor, pengembangan NEV, hingga eskalasi kualitas produk.
Tiggo Series Chery Super Hybrid hadir menetapkan standar baru di kelas PHEV. Melalui ramuan teknologi inovatif, efisiensi tinggi, serta banderol kompetitif. Unit dirancang guna menyasar berbagai segmen konsumen.
Tiggo 9 CSH diposisikan sebagai SUV premium. Menawarkan kenyamanan jempolan, performa gahar, serta fitur mutakhir. Cocok bagi kaum urban dengan gaya hidup modern yang butuh efisiensi. Sementara Tiggo 8 CSH hadir sebagai SUV 7-penumpang yang ideal bagi keluarga. Menonjolkan kabin lapang dan fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh.
Guna menyasar first hybrid buyers, Tiggo Cross CSH diterjunkan. Desainnya modern dengan fitur lengkap. Menjadikannya pintu masuk ideal bagi konsumen muda menuju ekosistem EV. “Kami sadar pengalaman kepemilikan tak berhenti saat kunci diserahkan. Maka, Chery konsisten memperluas jaringan purnajual. Termasuk ketersediaan suku cadang,” ujar Budi Darmawan, Vice Country Director Chery Business Unit.
Demi menjaga ritme bisnis. Chery terus melakukan riset berkelanjutan pada teknologi Super Hybrid. Termasuk perluasan diler nasional dan penguatan layanan servis. Mereka berjanji tetap menyuguhkan kendaraan rendah emisi guna menekan jejak karbon. Komitmennya jelas: menjadi mitra jangka panjang dalam transformasi otomotif di Indonesia. (ALX)
Baca Juga:
Prediksi Kia Bakal Boyong MPV Listrik Carens Clavis EV Temani Varian Bensin
Perkuat Fondasi EV Nasional, Geely EX2 Resmi Memulai Proses Perakitan Lokal di Indonesia
Hak Cipta © Zigwheels 2014-2026. Semua Hak Cipta Dilindungi.