Honda EX5, Mirip Astrea Jaman Baheula Dijual Rp 15 Jutaan

KUALA LUMPUR, Motovaganza.com –Kenangan kadang membuat orang sentimentil. Hal inilah yang coba dimainkan Honda. Setelah Zoomer X, Super Cub, Monkey, hingga CT 125, kini mereka mencoba meracik ulang satu model ikonik dan klasik yaitu Astrea. Meski mempertahankan tampang jadulnya, motor ini punya update teknis, menyesuaikan standar regulasi hari ini.

Sayangnya reinkarnasi ini tidak terjadi di Indonesia tapi di Malaysia. Honda motor di Negeri Jiran itu memunculkan lagi model mirip Astrea yang di sana dinamai EX5. Nama ini juga digunakan sebelumnnya.

Banderol sang legenda ini juga tak terlalu mahal. Versi spoke rim dijual 4.783 Ringgit Malaysia atau sekitar Rp 15,71 juta. Versi tubeless alloy rim, di atasnya, dijual 5.009 Ringgit Malaysia atau sekitar Rp 16,45 juta.

Dapat apa saja dengan harga segitu?


Desain


Dari tampilan luar, terlihat jika EX5 didesain serupa Astrea. Terlihat dari dipertahankannya cirri khas berupa sayap depan berbahan plastik dengan warna putih. Batok model “T” juga tetap dipertahankan. Diisi dengan mika headlight kotak (lebih tepatnya segi enam), dengan lampu sein terpisah. Bedanya, kini finishing lampu mengkristal.

Honda berupaya mempertahankan tampilan baheulanya. Grafis dibuat a la motor 90-an, tak banyak warna hanya seperti stiker yang ditempel di beberapa lokasi. Di bagian samping terlihat jelas tertulis EX5.


Dashboard


Bagian dashboard mengingatkan kita beberapa tahun ke belakang. Panel instrumen dikemas mika kotak, dengan penunjuk jarum analog. Font, hingga pewarnaan khas motor tua tergambar di dalam situ. Informasi yang ditampilkan sederhana. Hanya speedometer, penunjuk bahan bakar, sisanya lampu sensor fundamental saja. Yang terkesan modern adalah penggunaan spion dengan desain baru.

Kalau melihat ke belakang, tampilannya lebih mirip Kirana ketimbang Astrea. Tampak begitu ramping, ditambah mika stoplamp di sebagian besar buritan. Seinnya dipasang terpisah, disangkutkan pada sepatbor. Oh ya, passenger grab rail atau pegangan penumpang disediakan. Untuk versi jari berwarna hijau sedang tipe alloy sudah disapuh krom.


Shock Breaker


Berpindah ke sisi samping, ada yang unik. Shock breaker belakang dibiarkan terekspos dari atas hingga bawah. Posisinya seperti membelah bodi. Agak aneh, karena mounting atas jadi benar-benar terlihat. Padahal biasanya, bagian ini pasti tertutup atau masuk ke bagian panel bodi. Aplikasi ini bisa jadi tak semua orang bakal suka.

Tampang boleh lawas, tapi urusan jantung pacu yang dibawa tentu sudah modern. Meski tak canggih-canggih amat, model ini dibekali teknologi PGM-FI, alias sistem injeksi elektronik khas Honda. Dengan single-cylinder, air cooled, dengan kubikasi 110 cc. Outputnya mencatat angka 8,54 hp @ 7.500 rpm dan torsi 8.62 Nm @ 5.500 rpm. Sementara distribusi tenaga ke roda, memakai rantai dengan gear box manual tanpa kopling, layaknya bebek.


Rem Tromol


Bagian lain dibiarkan seperti dulu, tak tersentuh modernisasi. Misal, sistem pengereman yang masih model teromol. Hal ini bahkan tertera di kedua roda. Beda dengan Honda Super Cub atau Monkey terbaru yang sudah mengandalkan cakram.

Ada dua warna yang ditawarkan yaitu Pearl Nightfall Blue (biru) dan Pearl Magellanic Black (hitam). Keduanya ada pilihan velg jari dan juga alloy tubeless.

Nah, bagaimana pendapat Anda?



Sumber: Paultan, Motosaigon
Baca juga: Reinkarnasi Honda Astrea Dirilis di Malaysia

HELMI ALFRIANDI | RAJU FEBRIAN

Artikel yang direkomendasikan untuk anda