Yamaha Berikan Edukasi Protokol Kesehatan pada Era New Normal

Pandemi COVID-19 masih jauh dari usai. Bahkan, di beberapa kota mulai terjadi peningkatan kasus positif. Untuk itu, penting bagi semua orang melakukan kebiasaan baru demi memutus rantai penyebaran virus corona. Tak terkecuali dalam hal berkendara. Pemerintah pun terus giat mengingatkan masyarakat agar selalu melakukan kebiasaan baru untuk memutus penyebaran virus. Semua wajib menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas. Mendukung hal itu, Yamaha Indonesia memberikan edukasi keselamatan dalam berkendara kepada konsumen pada era new normal.


Dalam kegiatan webinar yang dilakukan Yamaha Indonesia, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, mengatakan, pemerintah melalui Ditjen Perhubungan Darat sangat konsen untuk memberikan edukasi kepada pengendara sepeda motor. Dengan mengusung tema “Keselamatan Berkendara & Adaptasi Kebiasaan Baru Menggunakan Sepeda Motor”, dirinya juga terus mengingatkan kepada masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan menjaga jarak dan menghindari kerumunan).


“Kami berikan informasi penting agar para pengendara sepeda motor lebih terjamin keselamatan dan kesehatannya. Salah satu yang sudah kita laksanakan adalah bekerja sama dengan aplikator ojek online, di mana para pengemudinya wajib menggunakan perisai. Sehingga, droplet dari pengemudi tidak sampai ke penumpang," ujar Budi, dalam webinar yang digelar oleh Yamaha Indonesia, Sabtu (19/12).


Budi menambahkan, kebiasaan ini juga berlaku bagi pengguna sepeda motor saat beraktivitas sehari-hari. Penting bagi semuanya untuk menjalankan protokol kesehatan. Selain turut mengampanyekan kebiasaan baru dalam berkendara, Yamaha juga sudah menerapkan kebijakan tersebut di pabrik dan jaringan dilernya.


Yamaha prokes kesehatan


Sutarya, Direktur Pemasaran PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), mengatakan, pihaknya selalu mengikuti anjuran pemerintah. Mereka sudah menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona. Diterapkan di pabrik dan jaringan diler kami yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu, kami juga memberikan edukasi safety riding kepada konsumen dalam hal berkendara di era new normal.


“Untuk di pabrik, kita menerapkan lebih ketat. Kami menggunakan thermal gun. Selain itu, kita juga melakukan investigasi kecil kepada seluruh karyawan dan tamu yang datang sebelum masuk ke thermal gate. Jadi, orang yang suhu badannya di atas normal langsung kelihatan dan tidak diperbolehkan untuk masuk," kata Sutarya.


Di lain sisi, Yamaha Riding Academy juga melakukan webinar safety riding di era kebiasaan baru. Ada beberapa poin yang disampaikan, seperti posisi berkendara, teknik pengereman, teknik keseimbangan, teknik berbelok. Selain itu, mereka juga ikut membangun kesadaran masyarakat agar selalu memperhatikan penggunaan safety gear, pengecekan sepeda motor serta perilaku berkendara yang baik dan benar.


Untuk menjalankan kebiasaan baru, pihaknya menambah penerapan protokoler kesehatan. Sebelum berkendara, baiknya melakukan pengecekan suhu tubuh. Jika suhu tubuh menunjukkan 37,3 derajat atau lebih, dianjurkan tidak beraktivitas di luar rumah. Selain mengecek kondisi badan dan motor, persiapkan riding gear sesuai standar berkendara seperti helm, sarung tangan dan jaket berkendara.


Disarankan membawa masker cadangan untuk antisipasi apabila masker kotor atau basah saat berkendara. Jadi saat sampai di tujuan tetap dapat beraktifitas menggunakan masker dengan sehat dan nyaman. Hindari penggunaan helm secara bergantian dan selalu gunakan visor saat berkendara untuk mencegah benda asing masuk serta mencegah mengusap mata saat dalam perjalanan.


Setelah sampai tujuan, wajib mencuci tangan dan mencuci wajah dengan sabun setelah melepas seluruh perlengkapan berkendara. Jika telah sampai rumah, segera mandi sebelum bertemu keluarga.


Sementara Ramli Irawan, pemilik diler Yamaha Sunbermas Motor, menambahkan, pihaknya sudah menerapkan protokol kesehatan baik itu di diler atau petugas yang mengirimkan motor ke rumah konsumen. "Tidak hanya pengecekan suhu tubuh, tapi kita juga mewajibkan penggunaan masker kepada seluruh karyawan, menyediakan alat pencuci tangan dan hand sanitizer, jaga jarak, serta penyemprotan disinfektan," ujar Ramli. (Bgx/Odi)

Artikel yang direkomendasikan untuk anda