Pilih kota Anda untuk memulai pencarian

icon

Atau pilih dari kota populer

    FIRST RIDE: Triumph Tiger 900 Rally, Upgrade Fitur dan Perangkat (Part 2)

    JAKARTA -- Secara tampilan, Triumph Tiger 900 Rally memang tak jauh-jauh beda dibandingkan versi 800. Namun Triumph Motorcycles sukses meracik hal baru. Selain performa, Triumph juga meracik struktur utama Triumph Tiger 900 Rally. Ya, Anda bisa liat bungkusan tulang pipa yang sama mengitari mesin. Model teralis masih digunakan, hanya saja ada di tengah sampai depan. Titik perbedaan kentara terdapat pada subframe bolt terpisah.


    Tentu bukan tanpa alasan. Mungkin, secara rigiditas jenis full teralis andal dibawa menikung. Akurasi manuver tajam di atas aspal jempolan. Namun, mengingat ia mengemban tugas menuntaskan medan berat, fleksibilitas juga dibutuhkan. Supaya kendali belakang tak lari kesana kemari jika disiksa melalui bebatuan besar.


    Seperangkat suspensi juga diganti total. Tiger 800, dibekali upside down dan monoshock merek WP. Satu vendor dengan kaki-kaki petualang grup oranye (KTM). Kini Showa dipercaya Triumph melengkapi unsur pengendalian. Fork inverted 45 mm menjaga peredaman depan, dengan setelan preload dan kompresi manual.


    Belakang, juga diprakarsai suspensi Showa. Jenisnya tinggal, lengkap beserta setingan preload dan rebound. Kalau urusan jarak main jangan ditanya. Travelnya sampai 230 mm, sementara upside down depan menyentuh 240 mm. Di atas kertas, mestinya lebih dari cukup menerjang obstacle ekstrem. Sekali lagi, agak sayang kami tak berkesempatan mencicip denyut suspensi di wahana offroad.


    Triumph Tiger-900 Rally


    Secara bersamaan, meski fokus makin tertuju pada alam liar, kinerja kaki-kaki di aspal tidak dianaktirikan. Masuk tikungan tanpa gejala limbung. Motor ajek senantiasa menuruti kemauan kami. Kendalinya akurat, steering angle juga besar. Ditambah secara bobot pun memang berkurang jadi 196 kg dalam keadaan kosong. Atau saat diisi bensin 20 liter sekitar 200an kg. Asal tahu saja, Tiger 800 punya berat 8 kg lebih banyak dari pada ini.


    Makin percaya diri berkat perangkat deselerasi. Bukan lagi embos Nissin tercetak di kaliper. Kini Brembo jadi penyedia serangkai komponen pengereman 900 Rally. Menghentikan dari kecepatan tinggi begitu cekatan, sekaligus memiliki feedback empuk.


    Roda depan dipasang dua cakram 320 mm floating, dijepit kaliper Brembo Stylema empat piston. Lantas belakang dijaga piringan 255 mm dengan merek sama, namun kalipernya piston tunggal. Dan bukan saja ABS dua kanal. Sistem elektronik, tetap menjaga kerja ABS saat menikung di sudut miring skelipun, atau jamak disebut cornering ABS. Triumph, benar-benar merevolusi vendor komponen pendukung. Sekaligus meningkatkan performa semakin pintar.


     


    Triumph Tiger-900 Rally


    Lanjut lagi urusan fitur. Sebetulnya, Rally bukanlah Flagship Tiger 900. Masih ada varian Pro yang tidak masuk Tanah Air, dengan kelengkapan lebih baik. Tapi jika ditelisik, sebetulnya ia pun sudah lebih dari cukup. Deretan teknologi canggih tersedia.


    Dari kebutuhan touring misalnya. Cruise control menjadi bawaan standar. Tentu di perjalanan jauh fungsinya besar. Mengistirahatkan sementara kepalan tangan pengendara. Begitu juga heated grip, saat menjelajah ke dataran tinggi yang dingin pastinya sangat terbantukan.


    Lantas yang sederhana, windscreen dapat diatur secara manual dalam lima tingkatan. Penyesuaian ini cukup berguna, mengingat tubuh pengendara beragam. Handlebar super lebar juga sudah dilindungi handguard berbahan kokoh. Menerpa jika sewaktu-waktu benda keras mental ke arah tangan. Plus, plat di bawah dek melindungi kerikil menyentuh blok mesin.


    Triumph Tiger-900 Rally


    Di dashboard, selain menjadi penerjemah setingan riding mode dan lainnya, menginformasikan data lengkap. Menyoal konsumsi bahan bakar sampai penghitung jarak tempuh dari sisa bensin ada. Berikut data-data fundamental. Saat mau mematikan ABS dan kontrol traksi pun bisa dari situ, dioperasikan lewat tombol sebelah kiri.


    Tampilan layar TFT 7 inci atraktif. Display begitu modern, bisa pula diubah sesuai keinginan. Ada banyak tema grafis yang bisa dipilih. Juga satuan kecepatan serta suhu. Kalau butuh sistem hiburan, bisa melakukan instalasi tambahan. Nantinya gawai dapat terkoneksi lewat Bluetooth. Serta menerjemahkan panggilan telepon, navigasi, pemutar musik dan lain sebagainya. Kamera aksi pun jika sudah ditambahkan bisa terhubung dengan gadget 7 inci itu.


    Dan terakhir, desainnya. Menurut sebagian orang tak berubah banyak, tapi menurut kami sangat berbeda. Terutama fasad, menginterpretasikan irama lain. Lampu jajar genjang Rally 900 begitu sipit. Didominasi tekukan tajam, serta berhias DRL di tengah. Kesan maskulin dihasilkan dari interpretasi futuristik. Sementara Tiger 800, lebih terlihat konservatif. Batok lampu depan cukup besar, lagi pula sisi mika headlamp cenderung membulat.


    Triumph Tiger-900 Rally


    Panel bodi 900 Rally juga lebih ramping. Fairing lebih banyak dihias lubang-lubang sejajar dan minimalis. Kesannya rapi, di saat Tiger 800 banyak memiliki lubang besar asimetris yang memberi pesan rough. Kalau di samping belakang, kurang lebih serupa. Tulang rangka diekspos, tanpa tutup plastik sama sekali.


    Barulah ke buritan, lampu rem besar Tiger 800 diganti jadi tipis. Ini agak unik. Tail light posisinya agak bawah, sementara batang sein dipasang tepat sejajar bracket behel. Komposisinya agak unik, tapi tetap enak dilihat. Dan urusan teknologinya, seluruh pencahayaan 900 Rally sudah LED.


    Secara keseluruhan, generasi baru Tiger rasanya tak berlebihan disebut berevolusi. Dari wujud, mesin, serangkai komponen pengendalian, hingga perangkat elektronik baru. Semua bekerja bersamaan mengoptimalisasi kinerja motor jadi lebih advance. Untuk meminangnya ke garasi, siapkan saja uang Rp 498 juta off the road. Dan tambahkan sekitar 13-15 persen untuk biaya surat menyurat (OTR). (Hlm)