Pilih kota Anda untuk memulai pencarian

icon

Atau pilih dari kota populer

    Inilah Lima Vespa Edisi Terbatas Paling Atraktif dalam Dua Tahun Terakhir

    Lebih dari tujuh Vespa edisi terbatas dirilis sepanjang 2019-2020. Muncul di berbagai belahan dunia, tanpa kecuali Indonesia. Wujudnya sangat beragam. Dari mulai hasil kolaborasi perancang busana sampai tema balap lawas. Dan inilah lima seri yang menurut kami paling atraktif.


    Racing Sixties


    Vespa Racing sixties


    Seri Racing Sixties - selain menjadi yang terbaru rilis di Tanah Air – tampaknya pantas disebut ter-atraktif untuk Vespa edisi terbatas. Mengusung tema balap 60an, senada era Steve McQueen saat memerankan Michael Delaney di film Le Mans. Racing stripes, warna kontras, serta helm full face seirama bodi, menjadi kombinasi terbaik dalam edisi ini.


    Hanya dua tipe yang kebagian jubah balap. Paling mahal GTS 300 seharga RP 157 juta OTR Jakarta, serta Sprint dibanderol Rp 54,6 juta OTR Jakarta. Masing-masing selisih sekitar Rp 4 juta – Rp 5 juta dari varian basisnya. Meski begitu, komposisi kelir terlalu menggoda untuk dilewati.


    Baik GTS dan Sprint kebagian dua tema sekaligus. Satu berwarna dasar putih dan diberi aksen racing stripes merah, sekaligus pelek emas. Berikutnya Green Bosco, yang sedikit mirip British Racing Green, diberi kontras strip kuning dari depan hingga ke panel samping. Sama, peleknya turut dilabur emas.


    Area-area detail keduanya absen dengan tema kromium. List bodi, tutup muffler, dashboard, jambul, serta ring lampu depan dan beberapa aksesori sepenuhnya dicat hitam matte. Tentu berkorelasi dengan nuansa sporty yang diusung. Makin menarik lagi, disediakan tambahan helm full face selaras bodi (Hijau dan Putih) dijual Rp 1,9 juta belum termasuk pajak. Komplet!


    Perihal fitur dan spesifikasi, tak sama sekali berbeda dari platformnya. GTS tetap memangku mesin 278 cc bertenaga 23,8 Hp dan torsi 26 Nm. Berikut layar TFT nan canggih di kokpit. Sementara Sprint juga masih mengandalkan dapur pacu i-get 154,8 cc, bertenaga 12,7 Hp dan torsi 12,8 Nm.


    Sei Giorni II


    Vespa Sei Giorni


    Hingga saat ini Sei Giorni II belum masuk Indonesia. Ini adalah generasi lanjutan dari edisi satu, sempat tenar beberapa tahun lalu di Tanah Air. Yang membuatnya menarik, basis edisi terbatas dibuat dari GTV 300 – spesies langka lantaran sudah tak dijual Piaggio Indonesia. Mesinnya pun telah ditukar jenis HPE seperti GTS, serta memainkan tema balap di sekujur tubuh. Di Vietnam, ia dibanderol Rp 121 jutaan.


    Sei Giorni artinya six days dalam bahasa Inggris. Maksudnya membuat tribute atas balap endurance enam hari di Varese, Italia, 69 tahun silam. Vespa waktu itu berhasil memenangkan sembilan gelar juara , di saat bentuknya masih serba bulat – sekaligus pakai lampu utama di atas fender. Maka dari itulah GTV dipilih jadi basis.


    Versi terbaru Giorni tak lagi dikemas kelir hijau matte. Kini ditukar warna matte grey, menunjukkan karakter sporty lebih kental. Tentu dengan aksen angka enam di tebeng depan (Mengilustrasikan nomor balap), serta sadel tunggal ala motor balap masa lalu.


    Ketimbang generasi lama, jelas tenaganya meningkat. Dapur pacu 278 cc HPE dijadikan sumber tenaga, melontar daya 23,4 Hp/8.250 rpm dan 26 Nm/5.250 rpm. Selain kubikasi lebih besar, ECU-nya baru disuplai Magneti Marelli generasi terbaru.


    Primavera X Sean Wotherspoon


    Vespa Wotherspoon


    Bagi pecinta sneakers Nike dan Asics hasil kolaborasi seniman muda asal Amerika Serikat, Sean Wotherspoon, mungkin bakal relevan dengan Primavera edisi terbatas satu ini. Vespa memang menggandeng dirinya untuk mendesain komposisi warna serba ekspresif. Semburat silang warna begitu mengumbar gairah muda. Dan langkah yang cukup berani memasarkan Primavera ini, sebab nilai jualnya menyentuh Rp 85 juta OTR Jakarta.


    Panel per panel benar-benar dilabur dengan warna berbeda. Batok lampunya percampuran biru merah, shield serta tepong samping kuning, berpadu dek merah dan sedikit panel hijau. Khas seni kontemporer. Uniknya, sadel dibungkus bahan beludru coklat dengan jahitan dan emblem khusus. Sementara pelek putih diberi aksen tulisan Vespa sekeliling bibirnya. Unik.


    Bagi sebagian orang mungkin nilainya berlebihan. Toh fitur dan performa sama saja dengan Primavera standar. Mesin 150cc i-get menjadi amunisi utama, memberikan tenaga 12,7 Hp/7.750 rpm dan torsi 12,8 Nm/6.500 rpm. Tapi sekali lagi, pangsa pasarnya begitu tersegmentasi. Mereka yang gila soal keterbatasan unit dan pengagum seniman asal negeri Paman Sam pasti rela menebusnya.


    946 Christian Dior


    vespa christian dior


    Lain lagi terjemahan edisi terbatas pada 946. Jika yang lain diberi judul balap, serta kolaborasi seniman muda, seri paling eksklusif ini menggandeng rumah desain Christian Dior. Cukup jelas siapa pangsa pasarnya. Sebab setelah 946 pertama rilis, mereka sempat berkolaborasi pula dengan Emporio Armani. Tentu mengincar konsumen kantong tebal.


    Secara bentuk sebetulnya tak berbeda dari 946 standar. Hanya saja aksesori, grafis, serta barang dalam paket penjualan didesain khusus oleh rumah mode asal Prancis. Salah satunya bagian bawah sadel, digambar motif hitam putih khas Dior yang sedang tenar di tas kalangan sosialita. Pola itu turut dituangkan ke helm, hingga koper untuk barang bawaan yang menempel di bracket belakang.


    Warna dasar putih di bodi juga cenderung menguning. Dipadu aksen emas pada list bodi, bibir pelek, sampai komponen yang berbahan metal diseragamkan. Tak lupa grafis abu hitam Christian Dior menjalar dari depan ke belakang, sehingga masih ada nuansa sporty.


    Tidak ada kabar perubahan teknis. Semua diadopsi mentah-mentah dari 946 standar. Untuk yang satu ini belum dipasarkan sama sekali. Piaggio bakal memproduksinya di Italia, lantas mulai diniagakan setahun mendatang. Untuk banderol, estimasi kami lebih dari Rp 200 juta (Di Indonesia), mengingat trim biasa saja hampir menyentuh kepala dua.


    Sprint Carbon


    vespa sprint carbon


    Di penghujung 2019 lalu – setelah duo tulang punggung Piaggio Indonesia facelift – deretan edisi terbatas tak lama muncul. Diawali Sprint Notte, Primavera S limited, serta Sprint Carbon. Bagi kami, yang terakhir rasanya paling menarik.


    Meski tak membawa embel-embel nama dan histori balap, ia cukup merepresentasikan gaya sporty ala lomba adu cepat. Di saat bersamaan kelirnya tidak heboh. Menarik tanpa perlu bersolek berlebihan. Warna dasar dicat putih, ditambah striping abu merah minimalis di samping tepong. Sementara list bodi, bingkai lampu dan dasi bermotif carbon. Simpel.


    Ya, selayaknya edisi terbatas Vespa, teknologi dan dapur pacu tak jadi sasaran diferensiasi. Soal tema saja, sisanya persis Sprint standar. Waktu itu, harga jualnya Rp 49,8 juta OTR Jakarta. (Hlm/Odi)