Changan menutup debut di GIIAS 2026 dengan hasil lumayan positif. Merek otomotif global di bawah Indomobil Group itu mengantongi 1.120 SPK. Capaian ini dikumpulkan selama pameran pada 29 Juli hingga 9 Agustus 2026. Selain transaksi, lebih dari 1.500 peserta menjajal lini kendaraan Changan melalui sesi test drive.
Booth Changan juga mencatat jumlah kunjungan cukup tinggi sepanjang pameran. Lebih dari 35.000 pengunjung datang ke area pameran mereka. Antusiasme itu menjadi gambaran awal respons konsumen terhadap produk elektrifikasi Changan. Merek ini sekaligus mulai membaca karakter kebutuhan pasar Indonesia.
Pola pertimbangan konsumen kini semakin beragam ketika memilih kendaraan elektrifikasi. Desain, teknologi, kenyamanan, performa, dan fitur menjadi beberapa faktor penentu. Pilihan sistem penggerak juga mulai memengaruhi keputusan pembelian. Kondisi ini memberi ruang bagi Changan menawarkan beberapa karakter kendaraan.
“GIIAS 2026 menjadi momentum penting bagi perjalanan Changan di Indonesia. Kami sangat mengapresiasi kepercayaan dan antusiasme konsumen terhadap produk dan teknologi yang kami hadirkan. Kami melihat bahwa konsumen kini semakin memperhatikan berbagai aspek ketika memilih kendaraan elektrifikasi, mulai dari desain, kenyamanan kabin, teknologi, performa, hingga kelengkapan fitur. Hal itu menjadi masukan penting bagi kami untuk terus menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia,” ujar Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia.

Nevo Q05 menjadi model dengan kontribusi pemesanan paling besar. SUV listrik ini diperkenalkan perdana kepada konsumen Indonesia di GIIAS 2026. Model itu sekaligus menandai langkah awal merek Nevo di pasar Tanah Air. Dari total 1.120 SPK Changan, Nevo Q05 menyumbang 876 pemesanan.
Angka itu setara sekitar 78 persen dari keseluruhan SPK Changan selama pameran. Kontribusi besar ini memperlihatkan respons positif konsumen terhadap SUV listrik baru itu. Nevo Q05 menawarkan strategi elektrifikasi dengan teknologi sebagai bagian dari pengalaman berkendara. Karakternya juga disiapkan guna memenuhi kebutuhan mobilitas keluarga.
Nah desain, teknologi, dan kelengkapan fitur menjadi bagian penting dari daya tarik Nevo Q05. Posisi sebagai SUV listrik memberi pilihan bagi konsumen dengan kebutuhan kendaraan keluarga. Dominasi pemesanan menunjukkan kombinasi karakter itu cukup mendapat sambutan. Nevo Q05 akhirnya menjadi ujung tombak Changan selama debut perdana.
Kemudian, Changan Deepal S05 mencatat 115 SPK selama GIIAS 2026. Model ini resmi meluncur di Indonesia sekitar satu bulan sebelum pameran berlangsung. Deepal S05 menawarkan dua pilihan sistem elektrifikasi bagi konsumen. Pilihannya mencakup Battery Electric Vehicle (BEV) dan Range Extended Electric Vehicle (REEV). Kombinasi dua teknologi memberi keleluasaan berdasarkan kebutuhan perjalanan setiap pengguna. Konsumen bisa memilih karakter kendaraan listrik murni melalui varian BEV.
Pilihan REEV memberikan fleksibilitas lebih ketika kebutuhan perjalanan menuntut jarak tempuh panjang. Komposisi SPK memperlihatkan kedua teknologi mendapat respons pasar. Varian BEV menyumbang 69 persen dari total pemesanan Deepal S05. Sementara itu, varian REEV berkontribusi sebesar 31 persen. Komposisi ini menunjukkan kebutuhan pengguna terhadap kendaraan elektrifikasi cukup beragam. Sebagian mencari mobil listrik murni, sedangkan lainnya mengutamakan fleksibilitas perjalanan.

Sementara itu, Deepal S07 dan Lumin turut memperkuat jajaran Changan di GIIAS 2026. Keduanya membawa karakter berbeda guna menjangkau kebutuhan konsumen. Secara gabungan, dua model ini menghasilkan 129 SPK selama pameran. Deepal S07 menyasar konsumen SUV listrik dengan kebutuhan teknologi lebih tinggi. Lumin membawa karakter lebih kompak dengan sasaran penggunaan di kawasan perkotaan. Dua model ini memperluas pilihan Changan tanpa terpaku pada satu jenis kendaraan. Strategi produk mencakup SUV listrik, kendaraan perkotaan, hingga teknologi REEV. Konsumen pun mendapat lebih banyak alternatif sesuai pola mobilitas masing-masing.
Rangkaian produk ini menjadi bagian strategi Changan membangun pasar elektrifikasi Indonesia. Merek itu tidak bergantung pada satu teknologi atau satu karakter kendaraan. Respons konsumen dari beberapa model dapat menjadi bahan evaluasi bagi pengembangan pasar berikutnya. Changan juga bisa membaca kebutuhan melalui karakter produk yang berbeda. “Pencapaian di GIIAS 2026 menjadi awal yang sangat baik bagi Changan. Terima kasih atas kepercayaan dan antusiasme masyarakat Indonesia. Kami akan membawa semangat ini ke kota-kota berikutnya dan terus berupaya memberikan pengalaman terbaik bagi konsumen,” tutup Setiawan. (ALX)
Baca Juga:
Wuling Aira ev Standard Range: Opsi City Car Listrik Perkotaan Paling Logis Berbanderol Rp155 Juta