Harley-Davidson Livewire Recall Karena Masalah Software

HD Livewire

Kendalan pada motor listrik Harley-Davidson Livewire mulai ditemui. Perangkat lunak jadi penyebab krusial motor bisa mati mendadak. Didapati, malfungsi rentan terjadi dalam sistem Onboard Charging (OBC). Recall pun harus dilakukan. Pengumuman disampaikan mencangkup unit produksi antara 23 September 2019 hingga 16 Maret 2020. 

Berdasarkan data yang diterbitkan oleh NHTSA, perusahaan motor asal Amerika Serikat memperkirakan satu persen dari 1.012 unit kendaraan terlibat dalam penarikan ini. Itu berarti ada beberapa unit yang mengalami masalah tak terduga pada komponen powertrain. Parahnya, malfungsi yang terjadi tidak memberikan indikasi secara tepat dan bisa mengakibatkan risiko kecelakaan. Dalam beberapa kasus, kendaraan mungkin tidak dapat direstart atau, jika di-restart, tidak lama kemudian mati lagi.

Tak sampai situ saja, beberapa pelanggannya ada yang memberikan komplain di luar dari masalah powertrain. Harley menerima laporan dari para pemakai Livewire kalau ada potensi kerusakan lain. Salah satu kasus yang terjadi yaitu menemukan lampu traction control, ABS dan failure menyala sesaat sebelumnya motor bisa mati begitu saja. Ada pula yang melaporkan kalau motornya mati tanpa ada gejala.

"Demi keselamatan dan kepuasan pelanggan, Harley-Davidson mengumumkan penarikan kembali keselamatan secara sukarela yang melibatkan sepeda motor LiveWire model 2020. Kami bakal melakukan pembaruan perangkat lunak kepada yang terkena dampak," kata juru bicara Harley-Davidson kepada FOX Business, Selasa (20/10).

Baca Juga: Bus Listrik E-Inobus Sedang Uji Jalan, Bakal Dipasarkan PT INKA (Persero)

Penarikan atau recall dimulai pada 19 Oktober 2020. Pemilik bakal mendapat informasi secara resmi melalui elektronik surat dari pabrikan yang mulai dikirim pada 22 sampai 29 Oktober 2020. Konsumen Livewire bisa membuat janji dengan diler Harley-Davidson untuk memperbarui perangkat lunak secara gratis. Mereka juga diberikan pilihan, mau membawa kendaraan langsung ke diler atau diambil oleh diler resmi yang kemudian dikirimkan kembali. Semua itu tanpa dipungut biaya alias gratis.

Harley Livewire

Tampaknya Harley-Davidson melakukan hal benar dengan melakukan recall terhadap Livewire yang bermasalah. Meski hanya ada 1 persen ditarik, setiap masalah keamanan yang dapat mengakibatkan ancaman cedera atau kematian harus ditangani dengan sangat kehati-hatian.

Munculnya kasus ini sekaligus menunjukkan komitmen perusahaan terhadap standar keselamatan dan kualitas. Pasalnya Harley-Davidson dengan cepat menekan tombol ‘stop’ begitu mereka mencurigai ada yang tidak beres dengan salah satu sepeda motor listrik mereka.

Untuk diketahui, Livewire dibekali dengan jantung elektrik berperforma tinggi. Tenaga yang dihasilkan mampu melesatkan 0-100 kpj hanya dalam waktu 3 detik. Pada tingkatan lebih tinggi, kecepatan 100-129 kpj bisa dicapai dalam 1,9 detik saja. Tapi, kecepatan tertinggi LiveWire dibatasi hingga 180 kpj. Motor ini memiliki beberapa mode pengendara: Sport, Road, Range, Rain dan tiga mode khusus (Kustom A, B dan C).

Baca Juga: Bosch Kenalkan Software Pemantau Mesin Manufaktur, Mampu Tingkatkan Efektivitas Produksi

Paket baterai dan powertrain yang dipakai sebesar 15,5 kWh berjenis lithium-ion. Memiliki jangkauan hingga 235 km. Tapi jika dengan lalu lintas stop and go atau dalam kota, jangkauannya turun menjadi 152 km. Menggunakan teknologi DC Fast Charge (DCFC), dapat mengisi daya hingga 80 persen dalam 40 menit. Sedang sampai 100 persen hanya membutuhkan waktu satu jam. LiveWire juga memiliki baterai kecil 12 volt untuk memberikan tenaga pada lampu, knalpot dan layar display. Pengecasan baterai bisa dilakukan dengan menarik kabel listrik yang disimpan di bawah jok motor.

Livewire dibekali HD Connect Service, Telematic Control Unit yang mendukung LTE (4G) dan disandingkan dengan ragam konektivitas. Bisa terintegrasi dengan smartphone melalui aplikasi yang disediakan. Semua kebutuhan motor bisa dilihat dari layar sentuh TFT seukuran 4,3 inci. Ada penunjuk spidometer, MID, indikator baterai dan sebagainya. Dari layar itu juga, pengguna bisa mengakses fitur seperti musik, navigasi GPS dan notifikasi lain yang dikoneksikan melalui Bluetooth. Penempatan dan bentuknya unik, berada tepat di atas stang dan terlihat mengambang.

Teknologi lain yang diaplikasikan pada motor ini ada Reflex Defensive Rider Systems (RDRS) utilize Cornering Enhanced Anti-lock Braking System (C-ABS), Cornering Enhanced Traction Control System (C-TCS) dan Drag-Torque Slip Control System (DSCS).

Sokongan kaki-kaki terbaik pun menjadi pendukung yang tak kalah penting. Pihak HD memilih memasang suspensi milik Showa, upside down di depan dan belakang pakai Balance Free Rear Cushion Lite monoshock yang bisa diatur. Terapan teknologi dari produsen peredam kejut ini, diklaim memberi kenyamanan buat pengendara di segala kondisi jalan. Bengereman didukung cakram ganda 300 mm dengan kaliper Brembo yang dipasang secara radial dan cakram belakang 260 mm. Bannya mengenakan Michelin Scorcher Sport. (Krm/Odi)

Sumber: Bennetts, Fox Business

Baca Juga: Hummer Bereinkarnasi Jadi Pikap Listrik Bertenaga Buas

Baca Semua

Artikel Unggulan

Artikel yang direkomendasikan untuk anda

Baca Semua

Motor Harley Davidson Unggulan

  • Yang Akan Datang