IIMS Hybrid 2021: Royal Alloy Bawa Dua Skuter Baru, Pilihan Makin Variatif

Royal Alloy sebagai salah satu pemain skuter bernuansa klasik tak ketinggalan eksis di IIMS Hybrid 2021. Di bawah payung UTOMOCORP, mereka turut merilis dua skuter baru lagi. Membuat line up-nya makin variatif dari segi model apalagi pilihan mesin. Spesies teranyar ialah TG 300 dan GP 150. Masing-masing dibanderol Rp159 juta dan Rp59 juta OTR Jakarta.


“Royal Alloy ingin menghidupkan kembali gaya hidup retro-klasik sesungguhnya, dengan menghadirkan produk skuter yang bukan hanya memiliki desain yang klasik namun kerangka skuter berbahan besi, layaknya skuter pada era tahun 60. Gaya retro-klasik ini dipadukan dengan teknologi mesin serta keselamatan dan kenyamanan yang modern, sehingga dapat menjadi produk yang dapat digunakan bagi mereka yang ingin bernostalgia dan juga individu yang menginginkan skuter klasik yang berteknologi masa kini serta nyaman dan aman untuk digunakan,” ujar Denny Utomo, CEO UTOMOCORP.


TG atau Tigara Grande tentu menjadi bintang utama dari panggung mereka. Tampil dengan padanan warna eksentrik. Sekaligus paling klasik. Dari segi bentuk pun berbeda dari GP series sebelumnya eksis. Terutama ketika melihat batok lampu depan yang bulat. Begitu pula stoplamp mencuat a la skuter lawas 60an. Jika memperhatikan sisi kiri kanan bodi juga Anda pasti sadar lekuknya jauh berbeda. Lebih berkarakter.


Royal Alloy TG 300


Yang juga menjadi diferensiasi utama, ia dilabur kelir two tone. Tak satupun opsi dikemas sewarna. Pilihannya ada tiga. Pertama, jadi pajangan, percampuran biru dan putih gading. Namun sebenarnya masih ada dua lagi merupakan kombinasi ivory white dengan Burgundy Red dan Pewter Grey. Sangat mencolok saat diaplikasi ke bodi besinya.


Bukan soal wujudnya saja, performa dapur pacu tak main-main. Ini merupakan yang terbesar daripada GP series, menggendong mesin 278 cc empat katup SOHC. Kompresinya cukup tinggi di angka 11:1, serta tentu memakai sistem injeksi. Dari situ membuahkan tenaga 21 Hp di 7.250 rpm dan torsi 23 Nm pada 5.000 rpm, alias cukup memukau untuk menanggung bobot 130 kg.


TG 300 juga dilengkapi dengan Advance anti-dive front suspension. Ditambah lagi sistem pengereman ABS dari BOSCH pada disc brake 220 mm depan-belakangnya. Sementara untuk ukuran rodanya sendiri, rata berdiameter 12 inci. Hanya saja di depan berprofil 110/70 sementara belakangnya 120/70.


Royal Alloy GP 150


Satu lagi, GP 150 adalah lini di antara GP 125 dan 200 yang sebelumnya merupakan amunisi pertama Royal Alloy di Indonesia. Ya, siapa kita tahu segmen skuter 150 cc biasanya jadi paling ideal. Dan kini Anda sudah dapat mencicipinya langsung di jalanan Tanah Air.


Dari sisi penampilan hampir tak beda dengan GP lain. Tetap mengusung bodi dengan tepian mengotak. Sekaligus dikemas dalam nuansa sporty agak kental. Bukan benar-benar klasik 60an. Tapi tentu sejatinya Royal Alloy, bodi terbuat dari full metal sehingga menawarkan kesan solid.


Mesinnya 150 cc empat katup SOHC. Dengan rasio kompresi 10,5:1 dan diprakarsai sistem injeksi elektronik. Dari situ keluar tenaga 10,7 Hp di 8.000 rpm dan torsi 10 Nm pada 8.000 rpm. Untuk menghela bobot 120 kg. Cukup menarik pula, tangki bahan bakarnya mencapai 11-liter alias sangat banyak buat sekelasnya. Dan sebagai informasi, ia telah memenuhi standar emisi Euro4.


Walaupun kapasitas mesin separuhnya dari TG series, ia memiliki perlengkapan deselerasi cukup mumpuni. Bahkan tampak tak dibedakan. Ukuran disc brake sama-sama 220 mm. Plus mendapat ABS dua kanal dari Bosch. (Hlm/Odi)

Artikel yang direkomendasikan untuk anda