Jetour Indonesia secara agresif terus memperluas portofolio kendaraannya di pasar domestik dengan meluncurkan lini produk teranyar mereka, Jetour T1. Masuk ke dalam segmen Urban Adventure SUV, kendaraan ini dihadirkan secara khusus untuk menyasar profil konsumen sub-urban aktif yang membutuhkan mobil tangguh untuk menunjang mobilitas harian, sekaligus memiliki kapabilitas andal untuk diajak melakukan perjalanan jarak jauh.
Langkah penetrasi pasar yang diambil oleh Jetour kali ini tergolong berani. Mereka tidak hanya menawarkan varian bermesin bensin konvensional (Internal Combustion Engine / ICE), melainkan langsung memboyong teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) melalui sistem penggerak ramah lingkungan yang dinamakan i-DM (Intelligent Dual Mode). Sistem penggerak hibrida ini bertugas mengintegrasikan kinerja antara mesin bensin konvensional dan motor listrik secara sinergis.
Mengenai skema harga, Jetour T1 ditawarkan dengan struktur angka yang cukup kompetitif untuk kelas SUV petualang. Untuk 1.000 konsumen pertama, Jetour Indonesia bahkan mengguyur harga promo khusus berupa potongan harga sebesar Rp20 juta dari harga normalnya. Berikut adalah rincian daftar harganya (On The Road):
Jetour T1 Gasoline (Bensin): Rp408 juta (Harga Promo: Rp388 juta)
Jetour T1 i-DM (PHEV): Rp558 juta (Harga Promo: Rp538 juta)
Sektor dapur pacu pada Jetour T1 i-DM tidak sekadar mengadopsi metode konvensional dengan menempelkan motor listrik pada mesin standar. Mobil ini dibekali oleh mesin bensin ACTECO 1.5 TGDI generasi kelima berkapasitas 1,5-liter Turbo, yang sejak awal cetak birunya memang dikembangkan khusus untuk ekosistem hibrida. Secara mekanis, mesin bensin tersebut mampu menghembuskan tenaga sebesar 136 PS dengan kawalan torsi maksimal 220 Nm.

Kinerja mesin bakar tersebut kemudian disokong penuh oleh motor listrik berperforma tinggi yang memproduksi tenaga 204 PS serta letupan torsi instan sebesar 310 Nm. Sinergi paduan dua sumber daya ini menghasilkan efisiensi termal yang diklaim mampu menyentuh angka 44,5%, menjadikannya salah satu yang tertinggi di kelas SUV hibrida saat ini.
Seluruh distribusi tenaga raksasa tersebut dikendalikan secara presisi oleh komponen bernama Dedicated Hybrid Transmission (DHT). Komponen DHT ini bertindak sebagai otak pintar yang bertugas mengatur perpindahan daya secara otomatis. Sistem akan mendikte secara mandiri kapan mobil harus bergerak penuh menggunakan motor listrik murni, kapan mesin bensin harus mengambil alih kendali, atau kapan kedua penggerak harus aktif bekerja bersamaan. Dampak positifnya, transisi perpindahan penyaluran tenaga diklaim berlangsung sangat halus tanpa ada hentakan mekanis yang mengganggu kenyamanan.
Sementara bagi konsumen yang tetap setia pada karakter berkendara konvensional, Jetour menyediakan varian ICE. Tipe ini dipersenjatai oleh enjin bensin 1,5-liter turbo yang sanggup memuntahkan tenaga mandiri sebesar 170 PS serta gelontoran torsi puncak di angka 270 Nm. Khusus untuk tipe bensin murni ini, penyaluran daya ke roda depan dikawal oleh sistem transmisi otomatis dual-clutch 7-percepatan (7DCT).
Urusan penyimpanan energi pada Jetour T1 i-DM mempercayakan pada unit baterai bertipe Lithium Ferro Phosphate (LFP). Karakter baterai jenis ini dikenal luas di industri memiliki tingkat stabilitas struktur yang tinggi serta tidak mudah mengalami panas berlebih (overheating). Menariknya, komponen baterai pada Jetour T1 ini telah mengantongi sertifikasi kedap air tingkat tinggi IP68, memberikan jaminan keamanan dan ketahanan optimal terhadap paparan debu ekstrem maupun risiko rendaman air saat mobil terpaksa harus melewati genangan air yang cukup tinggi.

Manajemen pengisian ulang dayanya pun dirancang praktis untuk mendukung mobilitas urban. Jetour T1 i-DM sudah mendukung ekosistem pengisian daya cepat melalui dermaga DC Fast Charging. Mengisi daya baterai dari kondisi 30% hingga menyentuh level 80% hanya membutuhkan waktu singgah sekitar 27 menit saja. Sementara untuk metode pengisian daya normal di rumah menggunakan instalasi AC Slow Charging dari kondisi 30% menuju 100%, diperlukan durasi waktu tunggu sekitar 180 menit.
Sebagai catatan rekam jejak, sebelum resmi mendarat untuk mengaspal di Indonesia, portofolio Jetour T1 (baik varian ICE maupun PHEV) telah mencatatkan volume penjualan global yang masif sebanyak 169.831 unit dalam kurun waktu 19 bulan sejak peluncuran perdana dunianya. SUV kompak berkarakter kotak (boxy) ini juga sukses menyabet penghargaan desain industri internasional yang prestisius, Red Dot Design Award 2024, serta dianugerahi gelar sebagai 2026 Recommended SUV of the Year di pasar otomotif Chile. (Odi)
Baca Juga: Bakal Jadi Tipe Murah, NJKB Jetour T2 Mesin 1.5 Turbo Terpantau Rp275 Juta di Indonesia