Toyota Indonesia (TAM) memahami perkemabngan kendaraan elektrifikasi. Makanya mereka merilis New Veloz Hybrid beberapa bulan lalu. Terkait banderol terbilang lumayan terjangkau yakni mulai Rp300 jutaan di kelas MPV ringan. Hal ini membuat kendaraan elektrifikasi (xEV) khususnya mobil hybrid semakin diminati masyarakat. Dengan harga lebih bersahabat, makin banyak kalangan dapat menikmati benefit ini. Khususnya urusan irit bensin dan rendah emisi.
Nah muncul pertanyaan mengenai baterai tertanam. Kenapa isi ulang daya tidak bisa sampai penuh? “Jangan khawatir jika melihat indikator pengisian High Voltage Battery Hybrid tidak sampai 100 persen. Sebenarnya hal tersebut normal karena battery hybrid didesain tidak bisa terisi 100 persen. Kondisi ini diperlukan untuk menjaga keawetan baterai (battery health). Kemudian ada ruang pengisian saat kendaraan melakukan regenerative braking (pengereman), deselerasi (lepas pedal gas) dan berkendara di jalan menurun,“ jelas Sapta Nugraha, Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak, melalui surel resmi.
Yang menarik, tersedia sejumlah informasi penting mengenai penyimpan arus listrik New Veloz Hybrid EV. pertama jenis baterai. Toyota New Veloz Hybrid EV menggunakan lithium-ion kompak berkapasitas sekitar 0,7 kW untuk menghasilkan tenaga 80 PS untuk menyuplai motor listrik. Baterai tegangan tinggi ini meningkatkan efisiensi bahan bakar sekitar 40 persen dibandingkan model bensin yang dibuktikan dengan klaim konsumsi bensin seirit 28,9 km/liter.
Jadi, sebetulnya Toyota menempatkan baterai hybrid pada MPV Keluarga ini di bawah jok penumpang depan. Sehingga tidak mengurangi area kabin dan bagasi dan menjaga titik keseimbangan bobot kendaraan. Lokasi mirip dengan baterai milik New Kijang Innova Zenix Hybrid EV yang sudah terbukti keandalannya.
Unit mengusung self charging system. Salah satu keunggulan Veloz Hybrid EV adalah kemampuan isi ulang baterai secara otomatis sehingga tidak dibutuhkan fasilitas charging spot. Hal ini jelas mempermudah mobilitas pelanggan sampai daerah terpencil sekalipun. Karena tidak perlu khawatir daya baterai habis.
Hybrid EV Toyota tetap memakai aki kecil atau auxiliary battery. Tugasnya adalah menyuplai daya listrik ke sistem kelistrikan tegangan rendah 12 Volt. Seperti lampu, sistem audio, klakson, dan komponen elektronik lain. Termasuk Electronic Control Unit (ECU). Dan suplai daya listrik berasal dari motor generator. Aki kecil tetap membutuhkan perawatan rutin supaya tidak soak yang membuat mesin bensin tidak dapat dinyalakan. Jika terjadi kendala, segera lakukan konsultasi dengan bengkel resmi Toyota atau cabang Auto2000 terdekat.
Lanjut terpasang kisi-kisi di sisi penutup baterai Toyota New Veloz Hybrid EV untuk menyalurkan udara sebagai pendingin. Berkaca dari Toyota New Kijang Innova Zenix Hybrid EV, banyak penggunanya yang menutup kisi udara ini, sehingga sistem pendingin terganggu. Jangan pernah menutup kisi udara supaya baterai tidak overheat dan tahan lama.
Kemudian warranty baterai hybrid dan aki kecil. Sesuai kebijakan prinsipal, diler dan Auto2000 memberikan garansi sesuai syarat dan ketentuan berlaku. Yakni aki kecil mendapat warranty selama 1 tahun atau 20.000 km, mana yang tercapai terlebih dahulu. Sedangkan untuk baterai hybrid memiliki masa warranty selama 8 tahun atau 160.000 km, mana tercapai terlebih dahulu.
Contoh dalam rangka libur panjang, Anda meninggalkan Veloz HEV di rumah selama sekitar satu minggu. Sebaiknya tetap ada orang yang standby untuk memanaskan mesin. Setidaknya setelah tiga hari ditinggal supaya daya aki kecil terisi dan oli mesin bersirkulasi. Pastikan sudah mengetahui prosedur menyalakan mesin secara manual yang bisa ditanyakan kepada service advisor bengkel resmi.
Penting diketahui pula. Veloz HEV mobil tidak bisa berjalan ketika motor listrik mati. Menurut Sapta, saat jantung elektrik mati atau rusak, kendaraan hybrid sama sekali tidak bisa dijalankan. Karena untuk menghidupkan mesin menggunakan daya dari motor listrik (MG1). Andai kata itu terjadi, sila hubungi layanan darurat Emergency Roadside Assistance (ERA) siap membantu pelanggan selama 24/7.
“Seiring kehadiran New Veloz Hybrid EV. Maka Anda perlu memahami teknologi di mobil hybrid Toyota. Salah satunya adalah baterai sebagai energi untuk menggerakkan motor listrik. Baterai tegangan tinggi ini menjadi salah satu komponen penting kendaraan Hybrid EV Toyota. Sehingga lebih hemat bensin dan rendah emisi,“ ungkap Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000 melalui surel. (ALX)
Baca Juga:
Daftar Model Baru yang Siap Dikenalkan GAC Indonesia Sebelum GIIAS 2026
GAC Aion N60, Kompak EV SUV Keren yang Segera Meluncur di Tiongkok