Mazda Rencanakan Hatchback Hybrid Berbasis Toyota Yaris di Eropa

Mazda Yaris

Dua pabrikan bergabung dalam satu aliansi makin lazim terlihat. Biasanya, mereka kerja sama dalam pengembangan produk dan saling berbagi teknologi. Ujung-ujungnya, demi mendongkrak penjualan. Dua atau tiga merek bisa saja bergabung bersama menghadapi tantangan di masa mendatang. Toyota dan Mazda pun juga punya aliansi sendiri.

Hasilnya terlihat di pasar Amerika Utara, saat Toyota memasarkan Yaris berbasis Mazda2. Hadir dalam format hatchback dan sedan yang mejeng sebagai penutup eksistensinya di sana. Yep, ia harus mati lantaran market cenderung mengidamkan mobil besar. Mazda2 bahkan sudah lebih dulu meninggalkan pasar. Melansir USA Today (29 Juni 2020), Toyota tidak berencana untuk kembali menghidupkan Yaris.

Kendati begitu, sinergi antara kedua hatchback mungil tidak berhenti. Masih ada harapan bagi mereka di masa mendatang. Terutama untuk menghadapi ketatnya regulasi emisi market Eropa. Simbiosis mutualisme, hanya saja ceritanya sedikit berbeda. Disinyalir penerus Mazda2 bakal menggunakan ‘template’ Yaris berikut kandungan teknologi pemacu Toyota Hybrid System (THS).

Baca Juga: Kelebihan Mazda2 yang Tak Dimiliki Toyota Yaris 2020

Hal ini didasari oleh rencana Mazda yang tertuang dalam materi presentasi laporan keuangan kuartal kedua tahun fiskal 2021. Disebutkan bagaimana mereka bakal mengembangkan jajaran produk lewat aliansi dan kerja sama dengan pabrikan lain. Termasuk di dalamnya “Rencana untuk menjual model OEM berbasis Yaris THS” di Eropa dalam kurun waktu dua tahun.

Indikasinya adalah kehadiran satu produk buatan Toyota. Basisnya sendiri merupakan Yaris hybrid generasi teranyar yang lahir dari dari fasilitas Valenciennes di Bagian Utara Prancis. Bukan masalah siapa lebih canggih atau siapa lebih hebat. Mazda tak kalah canggih bila berkaca dari perspektif kemampuan pengembangan teknologi dan upaya mereduksi emisi karbon. Misal mesin Skyactiv-X – mengombinasikan keunggulan hasil pembakaran pemacu diesel dan bensin – atau sang crossover hybrid MX-30.

Logikanya, pengembangan bersama bakal memangkas ongkos litbang, sebagaimana gotong royong akan meringankan beban. Apalagi Mazda belum memiliki pengalaman sedalam Toyota menyoal teknologi pemacu hibrida. Belum sebanyak hasil pengembangan Toyota. Nah, kehadiran hatchback hybrid anyar juga dapat bantu memenuhi target regulasi emisi CO2 Uni Eropa. Tapi bukan hanya demi kepentingan satu pihak, Toyota turut kebagian untung sebab mereka telah membentuk kelompok untuk penghitungan target emisi fleet.

Baca Juga: Minat Mazda CX-5? Kenali Harga dan Kelengkapan Fiturnya Dulu

Bisa saja Mazda kembangkan produk hatchback secara mandiri. Namun, berdasarkan pertimbangan internal disebutkan bahwa Toyota Hybrid System dinilai sebagai solusi paling optimal. Seperti disebut dalam pernyataan Mazda UK kepada Autocar, “Sebagai salah satu langkah multisolusi, kami menyimpulkan bahwa THS adalah solusi optimal untuk merespon kebutuhan dan persyaratan tiap daerah. Kolaborasi ini merupakan hasil dari diskusi berdasarkan kebijakan kemitraan Toyota-Mazda untuk memanfaatkan sumber daya bisnis kedua perusahaan secara efisien sembari menghormati independensi merek dan manajemen masing-masing,”

Dua hal belum dapat dipastikan untuk saat ini. Terkait kapan dan kepastian akankah keberadaan Mazda2 di Eropa diganti oleh produk berbasis Yaris. Mazda UK tidak mau berkomentar menyoal hal tadi. (Krm/Odi)

Sumber: Autocar

Baca Juga: Mazda3 Hatchback 100th Anniversary Edition Dijual Sangat Terbatas

Baca Semua

Artikel Unggulan

Artikel yang direkomendasikan untuk anda

Baca Semua

Mobil Mazda Unggulan