Pilih kota Anda untuk memulai pencarian

icon

Atau pilih dari kota populer

    Mirip Honda PCX, Skuter Kolaborasi GPX-SYM Meluncur di Thailand

    GPX menggaet SYM dalam pengembangan skuter premium beberapa waktu lalu. Dan kini wujudnya telah rampung serta resmi dijual di Thailand, dengan harga Rp 30 jutaan. Motor bernama Drone ini secara rupa agak senada Honda PCX. Hanya saja memiliki nuansa sporty lebih kental, sekaligus bodi besar.


    Tampaknya GPX tak malu-malu mengakui motornya bukan murni buatan pabrik sendiri. Lantaran dalam identitas stiker pun ditulis lugas. Bahwa Drone merupakan kolaborasi pabrik Thailand dan Taiwan. Bahkan permukaan CVT tak diganti, tetap dicetak nama SYM.


    Memang faktanya, seluruh komponen dapur pacu mengambil dari basis skuter 150 cc SYM. Dengan kapasitas bersih 149,6 cc dua katup. Sementara bore dan stroke hampir merata, 57,4 mm x 57,8 mm. Tentunya dengan sistem injeksi elektronik.


    Rasio kompresinya cukup padat buat ukuran skuter. Yakni mencapai 11:1. Sayang tidak ditemukan berapa output maksimal. Tapi jika kami terka, tak jauh-jauh dari Honda PCX. Lantaran sama-sama mengaplikasikan model dua katup dan kubikasi mirip. Meski kompresinya lebih besar. Mungkin, ada di pertengahan Nmax dan skuter 150 cc premium Honda.


    GPX Drone


    Secara dimensi agak bongsor. Khas desain SYM, yang kerap menyematkan panel-panel berotot. Kadang jadi terlihat lebih besar dari segmennya. Panjang total saja 2.000 mm, lebar 760 mm, serta tinggi 1.115 mm. Jarak sumbu rodanya 1.350 mm, untung jarak jok ke tanah masih 780 mm. Mestinya ramah-ramah saja dengan postur Asia. Lantas rangkaian itu menghasilkan bobot total 140 kg.


    Dilihat desainnya, entah mengapa kami melihat irama PCX di siluet tubuh. Tapi tentu penerjemahannya berbeda. GPX membangun Drone dengan fantasi serba robotik, serta sporty. Jujur kadang motor “tak bernama” membuat model begitu berlebihan. Tapi untuk kali ini lain, Drone terlihat proporsional dan rasanya mudah disukai.


    Presentasi fasad, begitu futuristis dan berkarakter. Panel bodi dipahat cukup heboh dengan tarikan garis tajam. Malah peletakkan mika lampu agak ke dalam, layaknya sebuah sport fairing. Makin keren ditambah cahaya dioda sebagai lampu utama dan hiasan bilah DRL. Sementara sein tidak diletakkan menyatu, justru terpisah di atas tebeng – dengan model minimalis nan dramatis.


    GPX Drone


    Sebetulnya ia punya windshield memanjang tepat dari atas rumah headlight hingga menutup speedometer. Namun karena diberi efek smoke dan gelap, jadi seperti terintegrasi bodi. Rapi. Belum lagi ada hiasan lubang udara di mika penahan angin untuk memperkuat nuansa. Penerjemahan sporty di depan, benar-benar bagus.


    Area sisi tak kalah tajam. Ada siluet X, ala skuter Maxi buatan Jepang. Hal ini tentu akibat penempatan mulut tangki di tengah dek, sehingga membuat tunnel dari tebeng depan. Sesungguhnya desain ini membuatnya jadi proporsional juga. Sebab biasanya SYM mendesain skuter 150 cc dengan model dek rata.


    Di belakang, untungnya diberi nada sama dengan depan. Buritan memiliki aksen sporty dari mulai behel, hingga separator hitam di tengah mika stoplamp. Jika familiar dengan produk Taiwan, padanan mika dan reflektor semacam itu memang jamak digunakan. Dan menurut kami cantik untuk dilihat.


    GPX Drone


    Fitur elektronik sebetulnya tak begitu banyak. Panel instrumennya sederhana, dengan tampilan full digital tapi displaynya kecil. Untung informasinya cukup lengkap. Dari voltase aki, trip meter, serta sederet data fundamental. Tambahannya paling-paling sistem kunci pintar, serta soket pengisi daya. Standar skuter 150 cc modern.


    Perangkat keamanan semacam kontrol traksi dan ABS absen. Rem cakram depan belakang hanya disisipi mekanisme CBS. Alias otomatis mengaktifkan kedua rem saat menarik tuas kiri. Tapi suspensinya cukup menarik. Dual shock breaker belakang bisa disetel preload dalam tiga tingkatan, jarang dihadirkan pada motor ukuran begini.


    Drone juga dikemas dalam sekian banyak warna. Paling basic tentunya hitam. Dilanjut navy blue, abu-abu, kuning, serta dua tipe merah. Kombinasi itu pas terlihat di bodi serba lancipnya. Juga berpadu ban 14 inci 100/90 depan dan 100/80 belakang nan gambot. Satu hal yang agak mengecewakan, volume bagasi cuma 18 liter. Meski masuk helm half face tapi ini hanya sepantaran Vario 150.


    SYM Punya Skuter Pesaing Yamaha Xmax


    Selain memasang amunisi 150 cc melalui GPX, SYM punya pesaing skuter medium di kelas 250 cc. Secara global memang disiapkan untuk menyaingi Yamaha Xmax, atau Honda Forza. Ialah Joymax Z300i, skuter sporty bertenaga besar.


    Dari segi kubikasi bahkan lebih besar. Ia menggendong mesin satu silinder 278 cc bertenaga 24,1 Hp di 8.000 rpm dan torsi maksimal 24 Nm pada 6.500 rpm. Sangat cukup untuk mengakomodir bobot segitu. Sayang fitur keamanan tak selengkap rival. Belum ada kontrol traksi, untungnya ada sensor ABS dua kanal.


    Sesungguhnya, dilihat bentuknya terlalu tersurat mengikuti bahasa desain Yamaha. Fasad depan dihias panel bodi bertekstur, serta lampu split sipit dengan imbuhan DRL. Mirip. Bahkan peletakkan sein ada di bawahnya dan berbentuk kotak.


    Tapi tentu tetap menarik. Dari segi pewarnaan SYM punya identitas tersendiri. Lebih ekspresif dan variatif. Panel instrumennya jug a boleh dibilang lebih modern. Terlihat kompleks ala kokpit pesawat. Belum ada informasi harga soal motor ini. Mungkin saat nanti dirilis, ada di kisaran harga Yamaha Xmax. (Hlm/Odi)


    Sumber: Great Biker

    Artikel yang direkomendasikan untuk anda