Penjualan Sepeda Motor 2025 Secara Nasional Naik 1,3 Persen
Di saat pasar mobil nasional masih tertatih, roda dua justru melaju ke arah sebaliknya. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) melaporkan kinerja penjualan sepeda motor domestik sepanjang 2025 ditutup positif. Total distribusi ke konsumen mencapai 6.412.769 unit. Angka ini tumbuh 1,3 persen dibandingkan capaian Januari–Desember 2024 yang berada di kisaran 6,33 juta unit.
KEY TAKEAWAYS
Sepeda motor masih menjadi kendaraan pilihan masyarakat, makanya penjualan bagus
Peran lembaga pembiayaan juga dinilai krusial dalam menjaga ritme pasar. Sekitar 65 persen transaksi sepeda motor dilakukan secara kredit.Sepeda Motor Dinilai Sebagai Transportasi Paling Efektif
Pertumbuhan tersebut terjadi di tengah tekanan daya beli yang terasa sepanjang tahun lalu. Menurut AISI, kondisi ini menegaskan peran sepeda motor sebagai moda transportasi paling efisien dan efektif bagi masyarakat. Tak sekadar alat mobilitas, tetapi juga penopang aktivitas ekonomi harian. Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, menyebut stabilitas pasar roda dua domestik tak lepas dari kemampuan industri dalam menjawab kebutuhan konsumen.
Awal 2025, AISI sempat mematok proyeksi penjualan di rentang 6,4 juta hingga 6,7 juta unit. Realisasi akhir tahun berada di angka 6.412.769 unit, sejalan dengan target awal. Rata-rata penjualan bulanan tercatat sekitar 535 ribu unit. “Ini menggambarkan sepeda motor memang sangat dibutuhkan, baik untuk aktivitas ekonomi, leisure, hingga gaya hidup. Kami berharap tren ini berlanjut agar industri sepeda motor terus berkontribusi bagi pergerakan ekonomi,” ujar Sigit melalui keterangan resmi.
Kemudian dari sisi komposisi pasar, skutik masih menjadi tulang punggung penjualan. Sepanjang 2025, segmen ini menyumbang 91,7 persen dari total penjualan domestik. Sementara motor underbone berkontribusi 4,46 persen, tipe sport 3,51 persen, dan sepeda motor listrik masih di bawah 1 persen.
Peran Penting Lembaga Pembiayaan (Leasing)
Nah, peran lembaga pembiayaan juga dinilai krusial dalam menjaga ritme pasar. Dengan kondisi pendanaan yang relatif sehat, konsumen mendapatkan kemudahan akses pembelian. Sekitar 65 persen transaksi sepeda motor dilakukan secara kredit. Hal ini menempatkan industri pembiayaan sebagai support system penting dalam menopang permintaan sepanjang tahun lalu.
Sigit menambahkan, pelemahan daya beli terutama terjadi di segmen ekonomi menengah. Namun justru mendorong masyarakat memilih sepeda motor sebagai sarana menunjang kegiatan produktif. Secara geografis, pertumbuhan permintaan di luar Pulau Jawa cukup signifikan dan mampu mengompensasi perlambatan penjualan di Jawa. Kinerja positif sektor komoditas di luar Jawa menjadi penyeimbang, di tengah tantangan industri yang sempat berdampak pada tenaga kerja.
Kinerja Ekspor Positif
Guna menjaga gairah pasar, pelaku industri juga aktif menghadirkan produk-produk baru. AISI turut menggelar pameran tahunan Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025 di ICE BSD pada 24–28 September. Hasilnya, terjadi peningkatan baik dari sisi kunjungan maupun transaksi. Tercatat 103.789 pengunjung hadir, lebih dari 1.500 unit sepeda motor terjual, dengan nilai transaksi mencapai Rp70 miliar.
Tak hanya pasar domestik, kinerja ekspor industri sepeda motor nasional juga menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, anggota AISI berhasil mengekspor 544.133 unit sepeda motor dalam kondisi utuh (CBU), 8.139.894 set dalam bentuk terurai (CKD), serta komponen dan suku cadang sebanyak 138.455.487 pieces. Capaian ini menegaskan posisi Indonesia sebagai basis produksi sepeda motor yang kian diperhitungkan di pasar global. (ALX)
Baca Juga:
Ofero Luncurkan Stareer 5 Lit dengan Jarak Tempuh Hingga 130 Kilometer
Voge DS900X, Sepeda Motor Buatan Cina yang Jadi Saudara Kembar BMW F 900 GS
Artikel Unggulan
- Terbaru
- Populer
Artikel yang direkomendasikan untuk anda
Motor Unggulan
- Terbaru
- Populer
Artikel Motor dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Advisory Stories
- Road Test
