Presiden Jokowi Buka Pembangunan Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Kerja Sama Hyundai dan LG

Groundbreaking pabrik baterai

Pembangunan pabrik sel baterai mobil listrik dimulai. Presiden Joko Widodo melakukan groundbreaking atas kerja sama Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution Ltd. Fasilitas produksi ini berada di Karawang New Industry City dengan investasi miliaran dolar. Rencananya pabrik rampung dibangun pada 2023 dan siap beroperasi semester awal tahun 2024. Tentu menjadi kabar bagus bagi Indonesia dalam memegang peranan penting di sektor kendaraan elektrik.

“Kita patut bersyukur hari ini ini bisa menyaksikan groundbreaking pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia. Dan bahkan yang pertama di Asia Tenggara dengan nilai investasi sebesar US$ 1,1 miliar. Pembangunan pabrik ini merupakan wujud keseriusan pemerintah untuk melakukan hilirisasi industri. Serta mengubah struktur ekonomi yang selama ini berbasis komoditas menjadi berbasis industrialisasi. Menjadi negara industri kuat berbasis pada pengembangan inovasi teknologi,” ucap Presiden Jokowi (15/9).

Nah, dengan nilai investasi yang besar itu. Masing-masing perusahaan mengantongi saham atau kepemilikan sebesar 50 persen. Pabrik baru untuk manufaktur sel baterai ini dibangun di atas sebidang tanah seluas 330.000 meter persegi. Saat beroperasi secara penuh, fasilitas ini ditargetkan dapat memproduksi 10 GWh sel baterai lithium-ion. Yakni berupa bahan katoda NCMA (nikel, kobalt, mangan, aluminium) saban tahun.

Baca Juga: Hyundai IONIQ Electric, Menghilangkan Keraguan Memiliki Mobil Listrik

 

Hyundai EV platform

Menurut mereka, jumlah itu cukup untuk memenuhi kebutuhan 150.000 unit BEV. Selain itu, pabrik disiapkan untuk meningkatkan kapasitas produksi hingga 30 GWh. Tak lain agar dapat memenuhi pertumbuhan permintaan BEV di masa mendatang. Sel baterai yang diproduksi di Karawang ini bakal diaplikasikan pada model kendaraan listrik milik grup. Siapa lagi kalau bukan Hyundai Motor dan Kia yang dibangun di atas platform khusus BEV. Mereka menyebutnya sebagai Electric-Global Modular Platform (E-GMP).

Fasilitas produksi ini kelak membantu Hyundai dan Kia untuk memproduksi kendaraan BEV. Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution berharap untuk mendapatkan pasokan sel baterai kendaraan listrik yang stabil di tahun-tahun mendatang. Apalagi menyusul permintaan global atas EV terus meningkat. Melihat hal ini, Pemerintah Indonesia setuju untuk menawarkan berbagai insentif. Juga dukungan demi menyokong stabilitas dari sisi operasional pabrik.

“Hyundai Motor Group terus fokus mengembangkan kemampuannya agar dapat menjadi pemimpin global di pasar kendaraan listrik. Ini menjadi kunci daya saing di masa depan. Keberadaan pabrik ini adalah bagian dari upaya tersebut. Dimulai kehadiran pabrik ini, ekosistem kendaraan listrik dapat sukses terbangun di Indonesia seiring dengan pengembangan berbagai industri terkait. Lebih jauh lagi, kami berharap Indonesia dapat memainkan peran penting di pasar kendaraan listrik di ASEAN,” papar Euisun Chung, Chairman Hyundai Motor Group. (ADV)

 

Baca Juga: Hyundai dan LG Bangun Pabrik Sel Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia 2024

Baca Semua

Artikel Unggulan

Artikel yang direkomendasikan untuk anda

Baca Semua

Mobil Hyundai Unggulan

  • Yang Akan Datang