Renault Kiger Tampil Perdana di India, Begini Detailnya

Renault Kiger

Debutan baru di kelas SUV sub-4m India resmi dikenalkan. Seperti sudah diketahui, SUV mungil berlabel brand Prancis masih satu darah dengan Nissan Magnite. Renault Kiger adalah hasil perkawinan aliansi Nissan-Renault untuk merambah segmen SUV murah. Jadi bukan sebatas rebadging dari Magnite, melainkan mengusung identitas berbeda di luar dan dalam. 

Tanpa Similaritas

Satu platform dari aliansi yang sama tidak melulu harus berbagi desain identik. Ya, Kiger dibangun di atas denah CMF A+ menyerupai Magnite. Masih satu resep SUV kompak lima pintu sepanjang kurang dari empat meter. Kendati begitu, Kiger ketumpahan diferensiasi besar. Sulit menemukan similaritas antara kedua model tersebut selain dimensi dan profil imutnya.

Beda total, Kiger memainkan desain berotot yang lebih halus. Keren atau tidaknya itu tergantung selera masing-masing. Namun kalau diteliti, eksekusi pahatan tidak setajam Magnite. Lekuk fender lebih lembut meski tetap berusaha mendefinisikan otot dan membedakan kejelasan antarpanel. Ciptakan keunikan sendiri pula lewat pahatan bumper berikut ornamen plastik hitam di fasad depan. Nyentrik nyaris futuristis sebab kalau dibilang murni futuristis terasa terlalu berlebihan.

Elemen nyentrik tadi bisa dilihat dari bagaimana Renault mengaransemen fasad depan. Ia mengenakan lampu LED bak tiga kubus es sejajar sebagai penerangan utama di area bumper. Bersemayam dalam ornamen plastik hitam menyerupai bukaan rongga besar. Sementara itu di bagian atas, rumah lampu memicing justru diisi oleh DRL LED. Mau bagaimanapun juga komposisi lampu utama di bumper masih terasa inkonvensional meski tidak lagi menjadi barang asing.

Membuat lenggoknya semakin menarik adalah pilihan kelir two-tone atap hitam plus roof-rail. Ada nuansa mewah dan kekinian terpancar dari perpaduan warna tersebut. Disudahi pelek two-tone diamond cut berukuran 16 inci dibalut ban 195/65R16 untuk varian tertinggi. Tak kalah unik adalah grafis LED membentuk huruf C di tail lamp dibarengi pahatan sibuk di bagasi. Sekilas membuatnya menyerupai Kwid meski kalau benar dilihat tentu tidak sama persis – cenderung familiar.

Baca Juga: Qingling Taga Daka H, D-Cab Berbasis Isuzu D-Max Tapi Jauh Lebih Murah

Renault Kiger

Kepraktisan Kabin

Dari luar mungkin bisa saja meremehkan kemampuan akomodasi Kiger. Sudah jelas tidak bertubuh besar dengan catatan 3.990 x 1.750 x 1.600 mm (PxLxT). Namun berdasarkan laporan Zigwheels India, kabinnya begitu lapang. Menawarkan keseimbangan antara kelapangan ruang dan kepraktisan. Disebut jika terisi empat penumpang setinggi sekitar 180 cm saja ruang kabin tetap leluasa untuk kepala, pundak, dan kaki.

Esensi kepraktisan sendiri ditawarkan dalam bentuk kompartemen doortrim yang besar. Bahkan setiap pintunya mampu menampung botol minum seliter. Belum lagi ruang tambahan di konsol tengah. Di samping itu, volume bagasinya diukur sebesar 405 liter dan bisa dimaksimalkan sampai 879 liter jika bangku belakang dilipat. Secara volume barang lebih dari Honda Jazz.

Secara desain, disebut kualitasnya biasa saja tanpa memberikan impresi lebih. Tidak ada pertanda pemangkasan ongkos juga. Dijelaskan tidak terlalu menarik, tapi tidak ada yang dikeluhkan juga. Namun dipastikan nuansanya berbeda jauh dari sang saudara beda merek. Ada nuansa Triber lewat bentuk kisi AC dan konsol tengah hanya saja tata letaknya tidak persis serupa.

Renault Kiger interior

Banyak Fitur Kekinian

Fitur Kiger tidak bisa dianggap remeh. Mengingat mobil sekelasnya tampil agresif menyoal kelengkapan kabin, Renault tentu ikutan. Masih belum seimpresif Kia Sonet, memang, tapi tetap saja dibekali segudang kelengkapan. Seperti disebut sebelumnya, permainan pendar dioda meramaikan dandanan eksterior. Lalu, disematkan smart entry untuk mengakses kunci tanpa perlu interaksi remote. Dari situ pula dipastikan mejeng tombol start/stop button dalam kabin.

Kelengkapan kabin jelas memikat. Versi produksi ini menganut kontrol AC otomatis berikut tambahan ventilasi untuk bangku belakang. Urusan hiburan, Renault tanamkan sistem infotainment 8 inci berisi kemampuan konektivitas Android Auto dan Apple CarPlay. Telinga lantas dapat dimanja oleh sistem audio Arkamys 8-speaker.

Belum selesai sampai disitu, masih ada perbekalan lain yang tak kalah seru. Misal untuk pengemudi, disediakan panel instrumen digital 7 inci. Tersedia mode berkendara guna mengatur karakteristik mesin, transmisi otomatis, dan display instrumen sesuai opsi Eco/Normal/Sport. Pengalaman berkendara dihiasi pula oleh ambient lighting. Bahkan kalau masih kurang ada peranti opsional seperti wireless charger dan filter udara PM 2.5.

Persoalan keselamatan berkendara juga masuk dalam pertimbangan. Renault menawarkan hingga empat airbag di dalam kabin lengkap sabuk pengaman tiga titik. Sisi perjalanan dilindungi eksistensi ABS dan EBD berikut penjaga handling berupa Electronic Stability Control. Ada bantuan manuver juga lewat sensor dan kamera parkir. Menimbang torehan prestasi empat bintang Magnite pada ASEAN NCAP, ekspektasinya Kiger mendapatkan nilai serupa.

Baca Juga: Kelebihan Nissan Magnite yang Membuatnya Cocok Dijadikan Mobil Pertama

Renault Kiger rearlamp

Dua Opsi Mesin

Ciptaan Velositas Kiger berasal dari dua versi pemacu bensin 3 silinder 1.000 cc yakni non-turbo dan turbo. Putaran diantar ke roda depan melalui girboks manual sebagai standar. Disuguhkan opsi otomatis AMT khusus model non-turbo atau CVT jika tertanam peranti pemadat udara.

Dalam spek naturally aspirated, ia siapkan tenaga 72 PS di 6.250 rpm. Akselerasi bakal diawali tendangan torsi 96 Nm di 3.500 rpm. Sementara itu potensi unit seliter turbo sendiri serupa Magnite yang kita kenal. Sanggup mengail tenaga sampai 100 PS di 5.000 rpm. Momen puntirnya berbeda tergantung transmisi. Model manual gelontorkan 160 Nm di 2.800-3.600 rpm, sementara kalau dikawin CVT, keluarannya lebih kecil. Dicatat sebesar 152 Nm, namun titik klimaks lebih rendah dan lama mulai dari 2.200 hingga 4.400 rpm.

Renault Kiger baru sebatas mendebut dan belum resmi mengaspal. Akan dipasarkan Maret dengan ekspektasi banderol 550 ribu sampai 1 juta rupee atau sekitar Rp 105,9 – 192,6 jutaan. Yep, ia bergulat dalam ring tinju SUV murah di Anak Benua. Begitu pun jika dipasarkan di Tanah Air, pasti berusaha tampil unggul dari para kontestan segmen baru SUV/crossover murah sepert Kia Sonet dan Nissan Magnite. Akankah ia diterbangkan ke Indonesia? Kita tunggu saja kabarnya. (Krm/Odi)

Baca Juga: Hatchback Ikonik Renault 5 Akan Terlahir Lagi dalam Wujud EV

Baca Semua

Artikel Unggulan

Mobil Renault Unggulan