Sewindu Vespa di Indonesia, Eksistensinya Lebih Tua dari Itu

Vespa

Vespa. Begitu menyebut nama ini, memori saya tertarik jauh ke belakang. Yap, tepatnya sekitar 1987. Paman saya, seorang guru sekolah, memiliki Vespa LX. Cukup mewah untuk jaman itu. Vespa berkelir hijau itu menjadi kendaraan pertama yang saya gunakan untuk belajar naik motor.

Jangan bayangkan Vespa di era itu seperti sekarang yang sudah injeksi dan serba elektrik. Jalan tinggal gas, berenti tinggal tarik tuas rem. Nop. Di jaman itu, tranmisi Vespa masih berada di kemudi bagian kiri. Seperti transmisi motor laki, tapi di tangan. Sedangkan untuk mengerem, masih menggunakan injakan. Posisi di dek sebelah kanan.

Bertahun-tahun setelah itu, entah berapa banyak model sepeda motor yang saya pernah saya naiki. Matic mulai dari berukuran kecil sampai bongsor, motor bebek yang masih setia menemani saya hingga kini, atau bahkan moge yang membawa saya merasakan jalanan Amerika Serikat. Tapi Vespa punya posisi tersendiri, hingga kini.

Vespa

Secara resmi, PT Piaggio Indonesia (PID) hadir di Indonesia. Meski nama dan eksistensinya sudah jauh mendahuluinya. Namun sejak 10 tahun lalu, mulailah jemana ini digarap dengan lebih serius. Vespa menjadi brand utama bagi Piaggio Indonesia, sebelum tahun 2015, ketika mereka mendatangkan motor premium Italia lainnya seperti Moto Guzzi dan Aprilia, untuk mendampinginya.

Hampir semua model yang dijual Piaggio Indonesia sudah pernah saya coba. LX, S, Primavera, Sprints, GTS, hingga GTS Super tech. Mungkin model terbatas macam GTV Sei Giorni II Edition, Primavera Picnic 150 i-get ABS, Primavera dan GTS edisi 75th Anniversary, Sprint 150 i-get edisi limited edition 10th Anniversary, atau 946 yang belum saya rasakan.

Pengalaman paling berkesan adalah ketika menjajal varian paling galak yaitu Vespa GTS Super Tech 300. Saya sempat dua kali merasakan keganasan mesin Vespa GT Super Tech 300. Yang paling berkesan adalah ketika test ride ke kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Memang sudah dua tahun lalu, tapi tetap saja tak terlupakan.

Baca juga: Menjajal Kemampuan Vespa GTS Super Tech 300

Vespa

Desain visualnya memang hampir terlihat sama dengan varian GTS 150 dan 250 maupun 300 pada generasi sebelumnya. Yang bikin penasaran, Vespa GTS Super Tech 300 menggunakan mesin yang 100 persen baru. Mesin ini bernama HPE (High Performance Engine) berkapasitas 278,3cc dengan tenaga hingga 23,8 hp, sebagai pengganti mesin pada varian GTS lama yang masih bermesin Quasar. Tarikannya terasa sekali.

Banyak fitur canggih di motor yang kini berbanderol Rp154.200.000 tersebut. Vespa menyematkan fitur Anti Slip Regulation (ASR) yang membuat roda tak akan tergelincir saat tarikan pertama. Toh, meskipun ASR menyala, skuter ini tetap mampu melesat instan walaupun gas hanya ditarik atau sedikit. Akselerasinya yahud.

Saat melewati tanjakan di kawasan Puncak, skuter ini seperti tidak pernah kehilangan tenaga. Naik tanjakan tetap konstan dan stabil. Ketika tuas gas dipuntir, ia akan melesat. Tak butuh effort lebih untuk melahap tanjakan yang meliuk-liuk di Puncak Bogor.

Vespa

 

Eksistensi di Indonesia

Keberadaan Vespa di Indonesia dimulai secara serius sekitar 10 tahun yang lalu. Meski sebelumnya merek ini sudah lalu lalang. Maklum Vespa sendiri sudah lahir 75 tahun yang lalu, tepatnya 23 April 1946 di Florence, Tuscany, Italia. Model ini diinisiasi Enrico Piaggio. Keunikan dan tampilannya yang beda dengan kebanyakan roda dua yang ada membuat banyak yang jatuh hati.

Penggarapan serius Piaggio Indonesia membuat nama Vespa berkembang pesat. Memang ada beberapa nama sempat hadir. Sebut saja Peugeot Scooters, Lambretta, atau yang terbaru Royal Alloy. Namun keberadaan Vespa sudah sangat mengakar.

"Di setiap apapun yang kita lakukan, poin utama yang ingin kita bagi, kita itu serius di Indonesia, kita ingin lama di Indonesia, meskipun kita pelan-pelan tapi pasti. Kita tidak hanya jualan produk, tapi juga servis," jelas Ayu Hapsari, PR and Communication Manager PT PID.

Hingga saat ini tercatat sekitar 46 dealer di seluruh Indonesia. Termasuk dealer empat dengan konsep Motoplex yang menghadirkan 4 merek sekaligus di bawah satu atap. Jargonnya adalah 3S (Sales, Service, Sparepart). Jadi di sini Anda bisa membeli, melakukan perawatan, dan pembelian onderdil untuk keempat merek motor Piaggio Group.

Digital Communication Manager PID, Robby Gozal menjelaskan, Motoplex merupakan terobosan dari pabrikan yang mereka sebut sebagai one stop service outlet.

Baca juga: TEST RIDE: Vespa Primavera 150 i-get ABS, Small and Agile

Vespa

Pabrik di Indonesia

Bicara soal potensi bisnis, Indonesia merupakan salah satu pangsa pasar sepeda motor terbesar di dunia. Selama 2020 saja penjualan tercatat 3,66 juta unit. Melihat kue yang menggiurkan ini, PT Piaggio Indonesia akhirnya bikin pabrik seluas hampir enam hektare. Lokasi berada di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Kapasitas pembuatan sebanyak 10.000 unit saban tahun. Produksi pertama dimulai pada kuartal keempat 2022. Rencananya, tak hanya untuk mengisi market domestik semata. Melainkan juga berorientasi pada kebutuhan ekspor mancanegara.

Managing Director & Country CEO Piaggio Indonesia, Marco Noto La Diega mengatakan, proyeksinya pabrik Piaggio di Cikarang akan mulai beroperasi pada kuartal empat 2022 mendatang. "Pada tahap pertama, merek ikonik kami, Vespa akan menjadi produk fokus dari kegiatan operasional di fasilitas ini. Vespa pertama dari dan untuk Indonesia akan diluncurkan pada akhir 2022," kata Marco saat sesi seremoni tahap awal proyek pembangunan pabrik di Cikarang, beberapa waktu lalu.

Vespa

Marco melanjutkan, salah satu alasan dan pertimbangan prinsipal memilih berinvestasi di Tanah Air karena Indonesia memiliki loyalis Vespa terbesar kedua di dunia. Tentu dari segi bisnis ini akan menguntungkan pabrikan.

Diharapkan, fasilitas baru ini dapat memperkuat brand image Piaggio di Indonesia. Sekaligus menciptakan nilai tambah industri dalam negeri yang pada akhirnya dapat mengakselerasi pemulihan industri otomotif nasional di tengah pandemi Covid-19. “Sepeda motor merupakan salah satu moda transportasi sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Jadi, potensi industri otomotif untuk mengisi pasar kendaraan bermotor masih sangat besar,” ucap Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Kiprah Piaggio Indonesia memang baru 10 tahun di Indinesia. Tapi nama besar dan sejarah panjangnya di dunia membuat Vespa melesat cepat. Tentunya akan terus berpuluh-puluh tahun setelah ini. (Raju)

 

Baca juga: Vespa Buatan Indonesia Diproduksi di Pabrik Cikarang Akhir 2022

Baca Semua

Artikel Unggulan

Artikel yang direkomendasikan untuk anda

Baca Semua

Motor Vespa Unggulan