Tantang Tesla Model S, Mercedes-Benz EQS Janjikan Daya Jelajah Tinggi

Mercedes-Benz EQS muncul membawa kemewahan S-Class dalam sedan listrik. Sebuah flagship dengan berbagai terobosan teknologi di atas platform yang dikembangkan khusus untuk EV. Bukan hanya berbicara soal kemewahan, EQS sanggup saingi pabrikan EV sekelas Tesla soal daya tempuh.


Ya, banyak kontestan mobil listrik dari merek legendaris mungkin sanggup mengejar performa berlari sprint Tesla. Meski begitu, kebanyakan tidak berhasil mengimbangi prestasi lari marathon. Sebagai gambaran, Tesla Model S dapat melaju sampai sejauh 624 km hingga baterai habis. Klaim ini berdasarkan perhitungan siklus WLTP (Worldwide Harmonised Light Vehicle Test Procedure). Jadi keunggulan di antara sekian banyak pemain EV.


Kendati begitu, prestasi Tesla Model S untuk saat ini langsung dipatahkan oleh Mercedes-Benz EQS. Dari satu kali pengisian, sang sedan elektrik flagship Mercedes bisa berjalan hingga 770 km berdasarkan metode perhitungan yang sama. Impresif, sebuah pabrikan non-EV akhirnya merebut takhta setidaknya sampai Model S Plaid hadir – konon sanggup menembus 830 km lebih.


Mercedes-Benz EQS


Terlepas dari persaingan kemampuan, EQS mendapatkan prestasi itu berkat kehebatan pengembangan Mercedes-Benz. Salah satunya soal baterai, mengusung unit generasi terbaru dengan densitas energi lebih tinggi. Konten energi yang dapat disedot sampai 107,8 kWh dari total sekitar 110 kWh. Signifikan, 26 persen lebih padat ketimbang EQC. Di samping itu, manajemen energi pun memainkan peran penting.


“Kami telah memastikan bahwa terdapat beberapa zona elektrik, elektronik, dan perangkat lunak yang dapat dinyalakan atau dimatikan tergantung mode berkendara aktif di satu momen,” jelas pimpinan kegiatan kendaraan elektrik dan otonom Mercedes-Benz kepada Inside EV. Ia menambahkan, ”Manajemen energi pada umumnya adalah seni di persepsi kami saat mengembangkan dan menciptakan kendaraan listrik.”


Mercedes EQS rear


Bukan hanya itu, efisiensi energi turut dihasilkan oleh kemampuan hebat EQS saat menembus udara. Desain eksterior aerodinamis membuatnya sanggup menorehkan koefisien hambat udara serendah cd 0.202. Sukses menjadikan EQS sebagai mobil produksi paling aerodinamis di dunia. Juga bagian aerodinamika ini turut mengurangi tingkat kebisingan suara. Salah satu model paling senyap.


Dari penampilan luar saja mungkin bisa dinilai tingkat sofistikasi EQS. Dipastikan sangat canggih, pintar, dan futuristis. Bukan sekadar gaya, kemampuannya jelas hebat. Contoh pada fitur eksterior, ia membawa automatic comfort door di depan dan belakang sebagai perangkat opsional. Ketika pengemudi mendekat, handle pintu rata bodi langsung mencuat. Semakin mendekat, pintu bisa membuka secara otomatis. Pintu belakang dapat pula dibuka secara otomatis lewat sistem MBUX.


Mercedes EQS interior


Begitu juga saat masuk kabin. Dasbor dipenuhi layar MBUX Hyperscreen cembung dari sisi ke sisi. Tiga layar bersemayam di balik panel kaca dan tampil terhubung sebagai satu bagian. Display OLED 12,3 inci untuk penumpang depan memberikan kontrol tersendiri bersama sarana hiburan. Berbasis kamera, ketika kamera mendeteksi pengemudi melirik display penumpang, layarnya akan langsung meredup. Mengharuskan sang pilot untuk selalu awas ke jalan.


Menjadikannya begitu pintar, EQS memiliki sampai 350 sensor tergantung gendongan perbekalan. Mereka merekam jarak, kecepatan, akselerasi, kondisi pencahayaan, kelembaban dan temperatur, dan siapa pengisi tempat duduk. Bahkan bisa mendeteksi kedipan mata dan suara berbicara penumpang. seluruh input data akan diproses sedemikian rupa sekilat mungkin. Menjadi bagian otak kendali dari mobil.


Sebagian sensor tentu dapat memonitor keberadaan di sekitar mobil. Kemampuan parkir otomatis tak perlu ditanya. Ia juga direncanakan untuk dapat beroperasi mandiri di gedung parkir khusus dalam paket Automated Valet Parking. Ada juga teknologi Digital Light yang dikenalkan pada S-Class. Mengusung set lampu supercanggih untuk memproyeksikan bantuan marka atau simbol peringatan ke jalan. Masih tersedia kehebatan lain seperti rear-wheel steering agar berbelok semakin lincah walau memiliki wheelbase panjang.


EQS jelas menjadi versi ekuivalen S-Class di era kendaraan listrik. Model pertama dengan platform khusus elektrik ini dipasarkan dalam dua tingkatan trim. Opsi terendah adalah EQS 450+ dengan motor listrik di roda belakang sekuat 329 hp/568 Nm. Sementara itu, tersedia EQS 580 4Matic sehebat 516 hp/855 Nm berisi dua motor listrik di tiap poros. Belum ada harga dengan rencana pemasaran terlaksana akhir musim panas di Britania Raya. (Krm/Odi)

Artikel yang direkomendasikan untuk anda