Yamaha Zuma 125 Model 2022 Tampil Makin Bergaya Adventure

Yamaha Zuma 125 mendapat revisi untuk model 2022. Ubahan eksterior tergolong banyak, terlihat lebih gagah dan kesan adventure makin menonjol.  Harga yang ditawarkan sebesar $3.699 atau jika dikonversikan ada di kisaran Rp53 jutaan. Cukup mahal untuk sebuah skutik. Versi Taiwan juga ada dengan nama BWS 125.


Saat ini beberapa pabrikan sedang berlomba membuat motor adventure. Tak hanya tipe sport, sekarang sudah merambah ke motor bertransmisi otomatis. Di Indonesia sendiri sudah ada beberapa skutik bergaya ala motor tualang seperti Yamaha X-Ride 125, Honda BeAT Street, Suzuki Nex Crossover, hingga Honda ADV 150. Sayangnya untuk Yamaha Zuma 125 hanya dirilis di Amerika Serikat.


Zuma 125 versi 2022 mengusung desain lebih agresif dan tangguh. Beda dengan model sebelumnya, yang kalem a la skutik perkotaan, namun dengan ban dual purpose. Ia merupakan kendaraan yang menyenangkan ketika diajak bertualang. Terutama bagi yang suka beraktifitas outdoor atau traveling ke pedalaman. Tak hanya sekadar tampilan, pihak pabrikan juga menambah keunggulan di sektor fungsionalitas. Ada beberapa area dan peranti yang dapat menunjang kebutuhan pengendaranya.


yamaha zuma 125


Skutik gagah ini memiliki desain tebal dan kekar. Bagian bodi motor memiliki bentuk yang serbakotak dengan lekukan kaku. Meski begitu ia lebih fresh dibanding model sebelumnya. Terlihat pula garis-garis tegas di sekujur tubuh, membuatnya tampak kokoh. Berkat bentuk badan seperti itu, kesan skutik off-road lebih terpancar.


Menurut data pabrikan, ia memiliki dimensi 1.920 x 760 x 1.150 mm (PxLxT). Dengan tinggi jok 785 mm, wheelbase 1.340 mm dan berat 127 kg. Kemudian tangki bahan bakar berkapasitas 6,1 liter, lebih besar dari Yamaha X-Ride 125 yang ada di Indonesia.


Paling mencolok terlihat di bagian depan bila melihat desain dari depan. Sepatbor gunakan model a la motor trail, besar dan memanjang ke depan. Ia mengadopsi dual headlamp asimetris. Berbentuk bulat yang berdampingan seperti mata ikan atau fish eye. Sepertinya pabrikan sengaja memisahkan antara rumah lampu utama dengan lampu senja. Konsepnya sama seperti yang pernah diterapkan pada BMW S1000RR model lama. Meski begitu, penataan model ini membuatnya terlihat menarik. Sayangnya belum disematkan teknologi lampu LED atau proyektor, melainkan masih mengandalkan bohlam halogen.


Di atas lampu terdapat cekungan yang bisa difungsikan untuk meletakkan barang. Namun tetap butuh ikatan ekstra. Meski demikian, hal itu membantu pengendara ketika membawa barang kebutuhan terlampau banyak. Apalagi sudah tersedia alat untuk mengaitkan atau lubang di tiap sisinya.


Kemudian ia pakai model setang telanjang. Sesuai dengan karakter yang diusung. Tengahnya diisi dengan spidometer full-digital yang terpisah dalam beberapa bagian. Layar utama diisi dengan spidometer, takometer, petunjuk bahan bakar, odometer, tripmeter dan average. Sisanya dipenuhi oleh beberapa indikator. Bagian depannya diberi pemanis berupa lampu kecil. Menariknya, posisi lampu sein terletak di bawah handle rem.


Yamaha zuma


Jok pakai model menyatu dan tebal. Di bawahnya terdapat bagasi luas, karena posisi tangki pindah ke bawah dek depan. Lebih dari cukup untuk menampung helm dan beragam barang bawaan lain. Bagian ujung kursi belakang diberikan handle dari besi, lengkap dengan dudukan untuk memasang boks tambahan. Sementara buntutnya memiliki desain mengotak dan panjang dari sebelumnya. Membuat tampilan motor ini menjadi cukup besar.


Di bagian dasbor tersemat beberapa item penting. Pertama tentu saja rumah kunci konvensional bermagnet. Lalu ada tempat penyimpanan barang di bawah, lengkap dengan port pengisian daya atau USB tambahan yang diberi penutup. Jadi lebih aman ketika tidak digunakan. Di tengah ada gantungan fungsional, dan bisa dilipat bila tak digunakan. Serta di sisi kiri ada tempat pengisian BBM.


Pindah ke bagian bawah, ada dek luas. Kaki pengendara dapat leluasa bergerak sehingga tidak mudah pegal kala melakukan perjalanan jauh. Selain itu, ia juga dilengkapi steel protector untuk memberikan perlindungan ekstra dari benturan. Tangki bensin berada di bawah dek mirip dengan Yamaha FreeGo yang ada di Indonesia.


Yamaha memasang ban dual purpose untuk menegaskan kesan tualang. Ukurannya 120/70 di depan dan 130/70 belakang. Ban itu membungkus pelek berdiameter 12 inci. Didukung pula suspensi teleskopik depan dan peredam kejut ganda belakang. Pengereman mengandalkan cakram di kedua roda.


Untuk spek mesin, Yamaha Zuma 125 dibenamkan jantung mekanis generasi baru BlueCore dan Variable Valve Actuation (VVA). Mengusung jantung mekanis berkapasitas 125 cc 1 silinder 4 klep berpendingin cairan. Punya diameter piston 52 mm dan jarak langkah 58,7 mm, berkarakter mesin square. Untuk urusan kompresi sebesar 11.2:1. Sayangnya pihak pabrikan belum memberikan informasi mengenai output power dan torsinya. Namun kalau dilihat dari karateristiknya, tidak beda jauh dengan Yamaha FreeGo atau Lexi yang ada di Indonesia. Boleh jadi berada di angka 11 Hp di 8.000 rpm dengan torsi maksimal 11,3 Nm di 7.000 rpm.


Untuk mendukung tampilan motor, Yamaha juga menyediakan aksesori tambahan untuk membuatnya semakin gagah. Terdapat beberapa peranti, seperti besi pelindung area sayap depan, bracket di atas lampu utama dan bracket boks samping di belakang, suspensi tabung dari KYB dan handle guard. (Bgx/Odi)


Sumber: Yamaha Motor Sport, Paultan

Artikel yang direkomendasikan untuk anda