Pilih kota Anda untuk memulai pencarian

icon

Atau pilih dari kota populer

    5 Mobil Jerman Klasik Jarang Dilirik, Pantas Jadi Garage Queen

    Mobil bikinan Eropa punya daya tarik tersendiri yang bikin penggemarnya jadi fanatik. Fanatisme itu juga yang bikin harga mobil dan aksesori kadang tidak masuk akal. Misal BMW E36 yang belakangan ini tembus Rp 100 jutaan di pusat jual beli mobil daring. Atau bemper dan lampu Amerika Mercedes-Benz W123 (Tiger) yang harganya puluhan juta. Semua demi memuaskan hasrat pehobi mobil Jerman yang makin banyak.


    Lantas apakah semua mobil Jerman ini memang layak untuk dipelihara? Tidak juga. Kami tidak bahas mana yang tidak perlu dimiliki, tapi kami punya catatan mobil mana yang layak dipeluk di garasi. 


    Mercedes-Benz W124 Station Wagon



    Foto by: catawiki.com
    Foto by: catawiki.com


    Di luar negeri, mobil station wagon tidak lebih sebagai sarana angkut keluarga yang tak ada harganya. Lain di Indonesia. Bentuknya tidak lazim di jalan raya, sehingga eksklusif dan tidak semua orang bisa punya. Wagon Mercedes-Benz jadi incaran para kolektor. Khusus W124 alias mersi Boxer punya nilai lebih yaitu tahan banting.


    Para penggemar Mercy klasik pasti setuju kalau W124 (dan model lain seangkatannya) bisa dibilang over-engineered. Kemewahan dan kenyamanan diiringi daya tahan yang bisa diandalkan. Tentu, sekali lagi, tidak terlepas bagaimana mobil ini dirawat sebelumnya.


    Versi TE (station wagon) W124 juga punya bentuk tidak lekang dimakan waktu. Fleksibilitasnya juga cukup tinggi berkat bagasi besar. Apalagi di tangan mereka yang suka modifikasi, cukup tambahkan pelek aftermarket dan aksesoris ala mobil Eropa, penampilannya terdongkrak signifikan. Tampilan naik, harga mengikuti. Versi sedan mungkin bisa didapat Rp 60 jutaan dalam kondisi biasa. Tapi TE diatas Rp 100 jutaan. Belum lagi kalau sudah dibubuhi aksesoris USDM. Itupun kalau ada yang jual.


    Volkswagen Karmann Ghia



    Foto by: Bringatrailer.com
    Foto by: Bringatrailer.com


    Volkswagen klasik identik dengan VW Beetle, Safari (Type 181) atau MPV Combi. Satu lagi yang sangat layak dikoleksi adalah Karmann Ghia. Basisnya VW Beetle body dirancang oleh Wilhelm Karmann dan Luigi Serge. Luigi adalah pemilik perusahaan karoseri Carrozzeria Ghia. Yang sebetulnya punya andil lebih banyak dalam desain. Kreativitas Ghia menghasilkan mobil yang lekukannya tampak elok dilihat dari sisi manapun membuat mobil ini berkelas. Karmann kemudian mempresentasikan desain itu ke VW yang akhirnya setuju untuk membuatnya.


    Reaksi pasar ternyata melewati ekspektasi VW. Lebih dari 10.000 unit terjual setahun setelah mobil ini diperkenalkan pada 1953. Empat tahun kemudian, hadir versi atap terbuka. Karmann Ghia diproduksi hingga 1974 dan paling banyak diekspor ke Amerika Serikat.


    Proses pembuatan secara handmade membuat Karmann Ghia lebih mahal dan eksklusif. Nah, di Indonesia selain bentuk cantik tadi juga sulit didapat. Begitu ketemu, harganya spektakuler. Dalam kondisi full orisinil, jangan heran kalau harganya menyentuh miliaran.


    Mercedes-Benz S-Class W126


    Mercedes


    Kenapa mobil ini layak dikoleksi? Jawabannya sederhana. Ini Mercedes-Benz mewah paling langka di Indonesia. Jumlahnya hanya hitungan jari. Selain itu, mobil ini pernah jadi kendaraan kepresidenan di era Presiden Suharto, dan memunculkan julukan ‘Mersi Eagle’ di kalangan penyuka merek berlogo bintang ini.


    W126 hadir di dunia sejak 1979. Tergantung versi yang mana, Mercedes-Benz membekalinya dengan mesin enam silinder segaris atau V8, dengan penerus daya otomatis 4-speed sebagai standar. Tingkat kelengkapan fitur yang juga berbeda tergantung versi yang mana. Yang pasti W126 terbilang lebih maju dari zamannya. Mobil ini jadi pionir dalam hal penggunaan airbag sebagai fitur keselamatan standar. Beberapa varian dibekali juga suspensi hydropneumatic (pertama kali diperkenalkan oleh Citroen) dan cruise control.


    Chevrolet (Opel) Zafira


    Opel Zafira


    Tunggu dulu, Zafira? Yes. Ada banyak alasan kenapa mobil ini bisa kami bilang layak untuk jadi mobil koleksi, biarpun wujudnya MPV biasa. Kata MPV itu justru yang membuatnya unik. Muncul tahun 2000-an di Indonesia mengusung nama Chevrolet, Opel Zafira adalah mobil keluarga yang sangat praktis.


    Kalau Anda pikir Honda Jazz adalah mobil paling praktis dengan metode pelipatan kursinya. Zafira sudah lebih dulu punya. Cukup tarik satu tuas dan kursi baris ketiga bisa ‘hilang’ jadi lantai. Sistem ini disebut Flex 7. Belum lagi ruang penyimpanan berlimpah dan ruang kaki yang sangat lega meski mobilnya tidak bisa dibilang besar. Ini termasuk baris ketiga.


    Belum cukup meyakinkan? Posisi berkendara mobil ini sulit ditandingi oleh MPV manapun. Kalau Anda pernah mengemudikan Nissan Serena atau Toyota Voxy dengan pandangan depan yang luas, Zafira punya itu meski kaca depannya tidak besar. Belum lagi posisi duduk tinggi (commanding) dan keergonomisan dashboard yang hebat. Pengendaraan khas mobil Eropa yang halus didukung performa dari mesin empat silinder 1,8 liter bertenaga 114 hp. Mesin irit dan bertenaga dikawinkan dengan transmisi otomatis 4-speed.


    Chevrolet/Opel Zafira tidak hanya hadir di Indonesia dan Eropa. Beberapa pasar lain juga punya dengan nama yang berbeda. Di Jepang dinamai Subaru Traviq, Chevrolet Nabira di Malaysia atau Vauxhall Zafira di Inggris. Kenapa namanya bisa berbeda? Semuanya, waktu itu, berada di bawah naungan General Motors (GM). Harga? Tergantung kondisi tentunya, tapi beberapa pasar mobil online tertera Rp 50 jutaan.


    BMW E28



    BMW E28
    Foto by: Magzter.com


    Ini BMW yang gampang kebakar? Jujur, kami kurang setuju dengan anggapan itu. Semua kembali (lagi) kepada bagaimana mobil tersebut diurus. Tapi BMW E28 punya cerita sendiri. Ini adalah generasi kedua BMW Seri-5 yang dihadirkan tahun 1981 hingga 1988. Pada generasi ini M Division BMW mulai campur tangan dengan melahirkan M5. Mobil massal pertama dari departemen mobil ngebut BMW itu.


    Di luar itu, BMW memperkenalkan fitur keselamatan pasif hebat di E28. Kabinnya dibekali struktur rangka yang akan deformasi saat tabrakan demi melindungi penumpang. Di beberapa pasar mobil ini sudah dilengkapi cruise control dan on board computer yang menampilkan informasi berkendara. Seperti MID di mobil modern.


    Di Indonesia, BMW menghadirkan versi 520i, 525i atau 528i. Belum termasuk versi lain yang ‘aneh-aneh’ seperti 528is, bahkan konon ada satu versi M5. Yang menarik adalah, jarang sebetulnya ada yang melirik mobil ini. Tapi berdasarkan pengakuan beberapa mekanik BMW yang kami temui, sejak 2019 lalu, BMW E28 tipe mulai banyak diminati. 


    Tidak salah. Mobil ini nyaman dan bertenaga. Fiturnya juga lengkap meski sebetulnya tidak terlalu istimewa. Tapi bentuk dengan desain bersudut tajam membuatnya tetap enak dilihat kapanpun. Apalagi kalau sudah dibekali bumper American Style. Penelusuran kami di komunitas dan pasar daring, harganya variatif. Dalam kondisi biasa saja bisa Rp 40an juta. Kondisi terbaik yang kami temukan dihargai Rp 97 juta dengan bumper standar. (Ddn/Odi)



    Artikel yang direkomendasikan untuk anda