Histori Mesin Diesel Mercedes-Benz, Pelopor untuk Mobil Penumpang

Nama Mercedes-Benz cukup identik dengan berbagai inovasi teknologi. Memang dalam sejarahnya saja berhubungan erat dengan mobil pertama di dunia. Pun selama eksistensi merek, hingga saat ini banyak terobosan baru dikenalkan dan kemudian menjamur dipakai pabrikan lain. Salah satunya mesin diesel.


Siapa tidak kenal mesin diesel, sebagian suka sebagian lagi boleh jadi sebal. Hanya mengandalkan kompresi untuk mencipta letup pembakaran, ia dikenal sebagai jantung pacu yang irit bahan bakar. Tak hanya itu, karakternya tangguh sebagaimana seorang pekerja keras. Lazim kita temukan di kendaraan komersial, tidak jarang juga eksis di mobil penumpang. Minusnya memang terkenal kasar dan bau, meski teknologi baru meminimalisir hal itu.


Jangan salah sangka, Mercedes-Benz bukan merupakan penemu mesin diesel. Cerita itu bisa ditarik kembali ke 1890-an ketika Rudolf Diesel menemukan sebuah motor bakar alternatif yang efisien. Banyak keuntungan pula. Misal pengolahan diesel dari minyak mentah lebih murah. Penemuan Rudolf Diesel pun memungkinkan pemakaian berbagai jenis bahan bakar seperti debu batu bara hingga minyak sayur.


Keuntungan lainnya adalah tidak terlalu beruap sehingga meminimalisir kemungkinan terjadi ledakan. Atraktif untuk alat transportasi militer dan pada 1904 mesin ciptaannya dipasang ke kapal selam Prancis. Juga di samping itu dimanfaatkan sebagai mesin kapal laut. Pada 1908, truk pertama dengan mesin diesel muncul. Baru setelah Perang Dunia Pertama usai, pabrikan mobil berupaya membuatnya lebih kecil dan ringan.


Mercedes 260D


Nah, Mercedes-Benz jadi salah satunya. Pada 1930-an mereka bereksperimen agar dapat menjebloskan mesin diesel ke mobil penumpang – truk diesel Mercy sendiri mendebut 1923. Baru di November 1934 para teknisi memutuskan opsi modifikasi unit enam silinder segaris dari sektor komersial mereka. Hasilnya adalah pemacu empat silinder overhead valve 2,6 liter kode OM 138.


Singkat cerita, lahirlah sebuah model dengan nomenklatur 260D. Diproduksi mulai akhir 1935 dan kemudian mendebut di International Motorcycle and Automobile Exhibition di Berlin pada 1936. Sontak menjadi mobil penumpang pertama bermesin diesel. Menggendong sistem pre-chamber dan pompa injeksi Bosch, total ekstraksi tenaga dicatatkan sebesar 45 hp di 3.200 rpm.


Efisiensi bahan bakar impresif jadi sorotan utama. Sanggup menempuh 400 km setelah tangki diisi penuh dan kemudian disempurnakan sehingga menorehkan 500 km bahkan lebih di 1937. Catatannya sekitar 11,1 km/liter bahkan bisa lebih – jelas ekonomis ketimbang catatan 7,7 km/l di model 200. Selain itu, disebutkan harga diesel kurang dari setengahnya harga bensin. Signifikan sekaligus sensasional sebab ketersediaan stasiun pengisian masih terbatas.


Banyak peminat, namun ia cukup digandrungi para sopir taksi sebab tersedia varian Pullman dengan kapasitas angkut enam penumpang. Ada pula model Pullman saloon berkapasitas 4/5 penumpang dan kemudian ditambah varian bodi Convertible B. Selain sopir taksi, konsumen pribadi semakin banyak menikmati model ini.


Umur 260D bertahan selama empat tahun dari 1936 hingga 1940. Pengembangannya terbilang begitu pesat, banyak penyempurnaan dalam umurnya yang hanya empat tahun. Mulai dari revisi gaya grille, lampu, hingga bumper. Juga sektor mekanikal seperti jarak sumbu roda, peningkatan kapasitas tangki BBM, dan penggantian girboks dari unit overdrive ke manual empat percepatan fully-synchronized. Total 1.967 unit 260D diproduksi dan paling utama menjadi taksi, membuktikan kemampuan tempuhan jarak jauh mobil diesel. Tangguh, 260 D masih banyak ditemui hingga 1950-an.


Mercedes w123


Melanjutkan kesuksesannya, mobil penumpang diesel Mercedes-Benz terus berkembang setelah itu. Begitu PD-II usai, 170 D datang sebagai model pertama dengan desain anyar pada 1949. Banyak terobosan baru pula, misal mesin diesel 5 silinder pertama tertanam di sedan ekonomis generasi w115 yakni model 240D 3.0.


Karakter boyo mesin diesel pun mereka juga yang menyempurnakan. Yep, penenggak diesel sempat identik sebagai mesin pelan, kasar, dan bau. Untuk itu, turbo dimanfaatkan demi mendongkrak performa. Teknologi pemadat udara untuk model produksi pertama pun bisa ditemukan di Mercedes-Benz 300 SD W116 pada 1978.


Walau mengadopsi turbo, tenaganya tidak seberapa. Hanya sanggup melontarkan 111 hp dan torsi 227,8 Nm. Sampai 1980 terjual 28.634 unit saja dan khusus dipasarkan ke AS yang saat itu harga minyak sedang mahal. Di tahun yang sama, versi lebih bertenaga lahir di S-Class generasi W126. Hingga 1985 ia hadir spesifik market Negeri Paman Sam.


Terobosan lainnya adalah pengenalan Diesel Particulate Filter (DPF) di model 300D W123. Tidak mendunia namun boleh dibilang sebagai mobil pertama berbekal saringan jelaga. Menjanjikan kebersihan udara. Hanya ditawarkan di California dan ternyata kurang reliabel sehingga pengembangannya tidak berlanjut. DPF sendiri baru tampak sempurna di Peugeot 607 2.2 HDi lansiran 2000 sebab disertai kemampuan regenerasi.


Untuk saat ini mungkin fokus pengembangan unit diesel sudah tidak menjadi perhatian utama. Bahkan di ranah ini pula mereka ketahuan berlaku curang. Melansir Forbes (15/9/2020), pengadilan AS mengonfirmasi bahwa bermacam model Mercedes-Benz menggendong setidaknya 16 alat pengecoh tes emisi. Didesain untuk mengurangi kadar emisi saat pengujian laboratorium. Jelas bukan tindakan terpuji. Daimler AG pun bersedia membayar 2,2 juta USD atas perkara ini. (Krm/Odi)


Sumber: Daimler

Artikel yang direkomendasikan untuk anda