Mazda3 Sedan Vs Toyota Corolla Altis 1.8 V, Mencari Orientasi Paling Tepat

Peminatnya sedan di Indonesia memang berkurang. Namun bukan berarti ditinggal para pemainnya. Masih dihuni model melegenda yang kemungkinan bakal terus mewarisi. Dua diantaranya adalah Toyota Corolla Altis dan Mazda3. Siapa yang tak kenal Corolla. Sudah ada sejak hampir 40 tahun lalu, terus beregenerasi hingga sekarang keturunan ke-12. Sementara Mazda3 juga 'orang lama'. Ia meneruskan era Mazda 323 yang dari dulu ialah rival berat Corolla.


Sebelum generasi anyar Altis dan Mazda3 Sedan muncul. Secara umum rancangan bodi di segmen sedan ini cenderung lebih dewasa. Maksudnya, lekukan tubuh tidak tajam. Alur tarikan garis bodi cenderung membulat dan terlihat kalem. Namun tidak untuk masa sekarang. Hampir semua pabrikan berlomba-lomba membesut desain sporty. Termasuk pada dua produk komparasi ini. 


Keduanya sama-sama pabrikan Jepang yang terkenal nyaman. Tapi manakah yang lebih tepat sesuai kebutuhan Anda? Itu pun masih ada titik sambung dengan orientasi berkendara. Lebih suka menyetir sendiri atau malah nyaman duduk di belakang, layaknya eksekutif. Simak lebih lanjut guna mengetahui mana yang paling sesuai dengan Anda.


https://insidemazda.mazdausa.com/


Rancang Desain


Mazda3 sedan memiliki tampilan yang menawan. Sorot matanya tajam, pakai LED termasuk lampu siang hari. Lihat saja model bilah horizontal dilingkari bingkai kromium. Grille besar pakai desain sarang tawon, makin sporty. Lalu desain air dam mencuat, dengan sirip hitam membentuk rumah fog lamp, meski tidak ada lampunya. Desain pelek pakai 10 palang berukuran 18 inci, dibalut ban bertapak lebar, 215/45.


Toyota Corolla Altis juga punya kisi-kisi tunggal yang membentang lebar. Rumah lampu kabut dibuat agak masuk ke dalam dengan bingkai kromium membentuk huruf C. Lampu utama makin sipit pakai LED, dengan sorot mata garang. Desain pelek selain tipe G, sudah dual tone alloy 17 inci 215/45. Secara subjektif, Mazda3 jauh lebih premium dari Altis baru. Itu tercermin dari bahasa desain Kodo yang terwujud dari goresan tajam di muka. Tak salah juga, bila Anda berpendapat Altis lebih menawan.


Lalu dimensi Mazda3 sebesar 4.660 mm x 1.795 mm x 1.440 mm dan sumbu roda 2.725 mm. Sementara Toyota Corolla Altis 4.620 mm x 1.776 mm x 1.460 mm, serta jarak poros roda 2.700 mm. Anda bisa melihat sendiri, ukuran Mazda sedikit lebih besar, yang berpengaruh pada kelapangan kabin. Ada baiknya pula agar melakukan test drive, serta bersentuhan langsung untuk mendapat impresi kenyamanan.


Ketika Anda masuk kabin, Altis lebih elegan tapi tetap sporty. Semuanya serbahitam, tak seperti dulu yang dipenuhi warna krem. Bentuk lingkar kemudinya mirip, tuas transmisi berlapis kulit, AC otomatis, kursi pengemudi bisa diatur otomatis dan kursi belakang bisa reclining. Layar sentuh infotainment pakai model floating monitor 7 inci. Bisa menampilkan navigasi, radio, DVD, kamera parkir mundur dan konektivitas smartphone.


Nilai yang sama bagi Mazda3. Nuansa interior tetap berkesan premium. Bagian tengah dasbor terpasang layar monitor 8,8 inci. Head uni ini berisi hiburan, navigasi, pengaturan kendaraan dan sistem koneksi smartphone. Tambahan kenyamanan muncul dari 8 speaker 3 way sebagai pemanja telinga, termasuk subwoofer. Mantap bukan?


oyota-corolla-altis


Performa Mesin & Pengendalian


Agar setara, maka tarung spesifikasi dilakukan pada mesin Altis konvensional tipe V, bukan tipe hybrid. Tertancap enjin empat silinder 1,8 liter dual VVT-i. Output daya maksimal mencapai 140 PS pada 6.400 rpm dan torsi 172 Nm pada 4.000 rpm, yang dikirim via transmisi CVT 7-speed Sport Sequential Shiftmatic. Pada tipe V tersisip paddle shift untuk ketangkasan perpindahan gigi.


Enjin All New Mazda3 mengadopsi mesin berbahan bakar bensin Skyactiv-G 2,0 liter. Sedikit lebih besar dari Altis. Mesin ini mendapatkan optimalisasi pada bagian intake port, bentuk piston, split fuel injection dan katup pendingin. Tujuannya menghasilkan tenaga lebih baik dan efisiensi bahan bakar optimal. Resultan daya yang terlontar 153 PS pada 6.000 rpm. Lalu torsi puncak 200 Nm pada 4.000 rpm. Distribusi tenaga disalurkan melalui transmisi otomatis 6-speed Skyactive-Drive plus paddle shift. Dari data angka, Mazda3 lebih unggul.


Urusan redaman, Mazda3 sedan didukung suspensi McPherson strut di depan dan torsion beam di belakang, menggantikan multi-link pada model sebelumnya. Sementara Altis menggunakan McPherson strut di depan dan tipe torsion beam. Keduanya imbang, pakai jenis redaman yang sama. Kemudian fitur keselamatan Altis tersedia ABS, EBD, BA, VSC dan HSA dan 7 airbags. Mazda3 punya ABS, EBD, EBA dan hill launch assist plus 7 airbags. Namun Mazda makin lengkap dengan suguhan Lane Departure Warning, Lane keep Assist System, Smart Brake Support, Forward Obstruction Warning serta High Beam Control System. Toyota juga punya itu, tapi ada di tipe hybrid (HEV) yang ada di segmen berbeda.


Inferensi


Harga kedua unit amat beda tipis, Rp 36,3 juta. Eurokars Mazda Indonesia (EMI) melabeli sedan besutannya di angka Rp 549,8 juta. Sementara Toyota Astra Motor membanderol Corolla Altis tipe V Rp 513,5 juta. Jika kita kalkulasi seluruh kapabilitas Mazda3. Maka jawabannya jelas lebih unggul dari Altis generasi anyar. Dengan tampilan premium dan fitur yang amat lengkap, rasanya Mazda3 layak menjadi pilihan utama.


Visual luar dan dalam Mazda3 oke, tidak pasaran. Namun bila Anda tak terlalu peduli soal tampilan dan fitur, Altis jua menjadi opsi menarik. Fiturnya lumayan lengkap, sedikit di bawah Mazda3. Ditambah, Toyota memang paling jagoan untuk segi jaringan dan layanan aftersales. Di Indonesia belum ada yang mengalahkan itu. Semoga deret referensi fakta itu bisa membantu, sebelum memutuskan membeli. (Alx/Odi)

Artikel yang direkomendasikan untuk anda