Mobil Keluarga Saling Adu Sporty, Suzuki Ertiga Sport Vs Honda Mobilio RS

Pada dasarnya, selera konsumen pasti suka tampilan sporty. Siapa sih yang tak terangsang melihat mobil sport. Ambil contoh, Toyota Supra, Toyota 86, BMW Z4 sampai deretan supercar eksotis. Setiap melihat mobil-mobil itu di jalan, pasti jadi pusat perhatian. Karena desainnya begitu menggoda dan sesuai karakter mobil kencang.  Bohong kalau ada yang tidak suka. Bahkan elemen sporty sering kali jadi bahan modifikasi. Tampilan standar yang membosankan dibuat lebih enak dipandang. Mulai dari memperbesar ukuran pelek, menceperkan sampai menambah body kit.


Mungkin itu yang jadi pertimbangan pabrikan juga. Membuat varian dengan tampilan lebih sporty dibanding tipe lainnya. Kenyataannya aspek semacam ini dimasukkan juga untuk kategori mobil keluarga. Penamaan trimnya pun mengandung unsur itu. Paling kentara Suzuki Ertiga yang punya varian Suzuki Sport. Dihias body kit lansiran divisi khusus pabrikan, agar tampil lebih bertemakan balap. Sekaligus juga mengisi tempat tertinggi keluarga Ertiga di Indonesia.


Honda Mobilio juga punya varian sporty. Masuk juga dalam strata teratas yang terlengkap dan paling mahal. Tampilannya paling keren, dengan bodykit penuh, pelek desain khusus dan interior hitam. Embel-embel RS menjadi pembeda utama dengan tipe lain. Sangat cocok bila dihadapkan dengan Ertiga Suzuki Sport.  Mana lebih unggul?


Suzuki Ertiga Sport


Desain dan Dimensi


Kami lebih suka desain Mobilio meski sudah cukup berumur. Kesannya modern dengan banyak guratan garis kaku nan tegas. Atap yang rendah, tidak terlalu mencirikan MPV, sedikit menyerupai sedan station wagon. Terlihat rendah dan panjang, tapi masih lebih besar Ertiga Sport secara keseluruhan. Elemen bodykit tidak terlalu ramai seperti Ertiga Sport. Sederhana saja dan mampu memberi efek ceper. Walau begitu, ground clearance 189 mm justru lebih tinggi dari Ertiga yang 180 mm.


Dasbor hitam Mobilio berpadu aksen jingga di sekitar ventilasi AC. Lumayan menghilangkan rasa monoton. Jok fabric hitamnya juga mendapat aksen jahitan berwarna sama. Model AC digital sudah diterapkan sedari awal saat perubahan dasbor. Inilah yang memicu gaya sama dari Ertiga dan LMPV lain.


Meski dimensi lebih kecil, kabin Mobilio tak kalah lega. Upaya yang dilakukan dengan menipiskan jok dan sandaran kursi. Alhasil, saat diduduki tidak senyaman milik Ertiga. Kalau mengedepan kenyamanan, Ertiga paling tepat. Kepraktisan pelipatan jok juga unggul. Bisa dilipat rata lantai dengan mudah lewat sentuhan satu tuas. Mobilio berkata lain. Modelnya masih harus dilipat layaknya minibus.


Honda Mobilio


Harga dan Fitur


Ertiga Sport dibanderol sedikit lebih mahal, Rp 255,5 juta (MT) dan Rp 266 juta (AT). Sementara Honda Mobilio RS dibanderol Rp 252,5 juta (MT) dan Rp 263,5 juta (CVT). Tak banyak, tapi menunjukkan value for money tinggi untuk Mobilio RS. Fitur keduanya hampir sama. Namun Mobilio RS punya beberapa keunggulan. Untuk versi terbaru kali ini, sudah mendapat head unit layar sentuh ukuran 8-inci. Monitor ini juga ditemui di beberapa model facelift lain: HR-V, Jazz dan City. Karena ukuran layar dan bingkai kurang sesuai, dibuatlah desain seolah mengambang. Memiliki fungsi standar seperti koneksi iPod dan iPhone, Bluetooth, koneksi smartphone dan USB port.


Soal hiburan, Ertiga Sport kurang menonjol. Head unitnya hanya 6,8-inci dengan fitur serupa Mobilio. Uniknya terdapat ventilasi AC di cupholder untuk menjaga minuman tetap dingin. Lalu disediakan power outlet di konsol tengah, agar tidak berebut mengecas smartphone dengan penumpang depan. Fitur penting ini tidak ada di Mobilio RS. Hanya saja, sudah tersedia head rest untuk penumpang tengah di baris kedua.


Sebagai varian tertinggi, keduanya dilengkapi fitur keselamatan paling komplet. Kontrol stabilitas menjadi komponen penting yang seolah wajib ada di varian atas. Sayang Honda tidak menyematkannya di kedua tipe transmisi Mobilio RS. Vehicle Stability Assist (VSA) cuma tersedia untuk transmisi CVT saja, begitu pula Hill Start Assist (HSA). Ertiga Sport masih lebih baik. Electronic Stability Programme (ESP) ada di semua tipe transmisi, Hill Hold Control (HHC) saja yang tersedia di matik.


Suzuki Ertiga Sport


Performa dan Pengendaraan


Data mekanis mesin menunjukkan, mesin L15 milik Mobilio lebih digdaya. Terutama dari torehan tenaga yang terpaut signifikan dengan Ertiga. Jumlah 118 PS masih terbesar di kelasnya. Jauh melebihi Ertiga sejumlah 104,7 PS. Torsi juga paling besar, tapi tidak terlalu jauh bedanya. Banyak yang beranggapan Mobilio paling kencang. Kenyataannya tidak juga. Kecepatan puncak dibatasi sekitar 145 kpj. Keputusan yang benar, karena ini mobil keluarga, bukan untuk balapan.


Ertiga Sport dengan mesin K15B sangat terasa peningkatan performanya. Walaupun output di atas kertas kalah dari Mobilio. Tenaga sebesar 104,7 PS dan momen puntir 138 Nm. Enaknya, torsi padat sejak putaran bawah dan tenaga di putaran atas lebih galak. Tapi masih dalam taraf imbang dengan Mobilio. Perbedaan rasa jelas bila memilih transmisi otomatis. Mobilio RS lewat CVT memberi kenyamanan tersendiri. Mesin selalu berputar rendah di rentang efisien. Dan sesuai karakter CVT yang halus, akselerasi cepat menjadi tidak terasa.


Urusan suspensi bertolak belakang. Ertiga Sport berkarakter nyaman dengan bantingan lumayan empuk. Jelas lebih baik dibanding Mobilio, tapi masih di bawah Mitsubishi Xpander. Timbal baliknya body roll besar jika dibandingkan Mobilio RS yang kental unsur sport. Lebih enak diajak meliuk-liuk di tikungan. Tapi harus rela redaman yang kasar dan cukup menjalar ke badan. Peredaman kabinnya juga minim. Suara bising dari kolong maupun luar sangat mengintrusi. Sektor inilah yang harus jadi perhatian Honda. Kabin Ertiga jauh lebih kedap, makin menambah kenyamanan berkendara.


Honda Mobilio RS Interior


Simpulan


Jika Anda doyan mengemudi, Mobilio RS menawarkan keasyikan berkendara khas Honda. Jelas LMPV yang paling sporty untuk dikendarai. Mesin dengan tenaga terbesar, handlingnya juga mantap khas Honda. Hanya saja jangan berharap kenyamanan suspensi maupun kabin yang kedap. Kabinnya tergolong lega, namun tetap tidak senyaman duduk di jok Ertiga. Desainnya memang masih terlihat keren meski sudah mulai uzur. Siklus hidup yang memasuki 5 tahun, semestinya sudah menuju arah regenerasi. Waktunya berbenah total agar tetap tampil kompetitif. 


Lain halnya Ertiga Suzuki Sport yang sedikit lebih segar dalam hal desain. Mesin baru irit dan tetap bertenaga, terpenting memakai platform anyar Heartect. Semua masih update, setidaknya hingga beberapa tahun ke depan. Peningkatan kualitas berkendara dan performa mesin bertambah dibanding Ertiga generasi pertama. Tipikal mobil nyaman untuk membawa keluarga. Namun tampilan dibuat sporty melalui riasan Suzuki Sport. Terlebih membawa fitur paling lengkap di antara semua varian Ertiga. Pertimbangannya hampir sama selayak komparasi Ertiga dan Mobilio. Pilih nyaman atau sporty? (Odi)

Artikel yang direkomendasikan untuk anda