SUV Terbaru yang Akan Meluncur Sepanjang 2021

Kemunculan produk baru lazimnya sanggup jadi stimulus daya beli konsumen. Apalagi tren penjualan mobil selama 2020 sempat tengkurap akibat pandemi Covid-19. Bisa saja produk yang seyogianya dilansir tahun lalu, menjadi tertunda. Kala itu sebagian dari produsen melihat market belum siap menyerap barang gres. Belum lagi inflasi dan resesi yang dialami Indonesia. Tentu menjadi tantangan tersendiri.


Tapi, sejumlah Agen Pemegang Merek memutuskan melansir berbagai mobil anyar. Nah, tahun ini, salah satu segmen yang dinilai terus tumbuh ialah lahan SUV. Ada sejumlah kendaraan yang amat dinanti. Entah dari konfigurasi lima penumpang hingga tujuh tempat duduk. Mulai dari small, kompak sampai medium SUV patut ditunggu. Jadi, setidaknya info tersimak bisa menjadi referensi tambahan. Yakni tatkala Anda ingin membeli kendaraan baru sepanjang 2021. Siapa saja mereka? Simak daftar berikut.


Mitsubishi Pajero Sport


Pajero sport facelift


Di Thailand, Pajero Sport teranyar sudah dilego. Namun belum di Indonesia. Untuk menggairahkan market 2021, SUV andalan mereka punya kemungkinan besar diluncurkan. Terlebih, Pajero Sport menjadi unit yang belum diremajakan di sini. Padahal lawan tanding sepadan, Toyota Fortuner lebih dulu disegarkan. Kira-kira berapa banderol cocok dilabelkan padanya?


Mitsubishi Pajero Sport facelift 2021 tercantum di instansi pemerintahan. Ada delapan tipe yang didaftarkan. Misalnya Exceed (4x2) 2,5 liter 5 MT dengan nomor koding 102261 99549. Tertera Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) Rp 362 juta. Kemudian unit 2,4 liter Dakar-H (4X4) 8 AT Rp 524 juta. Angka ini belum termasuk dengan perpajakan dan margin laba perusahaan. Akibat rombakan bodi dan penyematan beberapa fitur seperti di market Thailand, membuat pabrikan mengerek harga. Diprediksi di kisaran Rp 500 juta hingga Rp 750 jutaan.


Jantung mekanis yang digunakan sepertinya ada dua tipe. Pakai 4N15 MIVEC 2.4L di varian menengah ke atas dan unit power lawas 4D56 DOHC 2.5L. Berbekal bantuan turbo dan intercooler, mesin diesel 2.4L memompa daya 181 PS dan torsi optimal 429 Nm. Ouput dipadukan transmisi otomatis 8-speed. Kemudian jantung pacu 2.5L menyemburkan tenaga 135 PS dan momen puntir 324 Nm.


Ia memiliki panjang 4.825 mm, lebar 1.815 mm, tinggi 1.835 mm, jarak sumbu roda 2.800 mm dan jarak pijak tanah 218 mm. Rancang bangun anyar terlihat dari parasnya. Rumah lampu depan menjadi mirip Triton dan Xpander. Ada dua lampu utama LED dan di bagian bawahnya dan LED strip signature sebagai DLR. Sementara foglamp berada di bawah lampu utama. Ubahan lain berupa pelek 18 inci dan aksesori opsional anyar. Termasuk body kit, tambahan bumper perak, side step, wheel arch fender dan logo di kap mesin. Berlanjut di ujung knalpot stainless steel dan side sills.


Peranti keamanan terpasang lengkap di varian Dakar. Konsumen disuguhi Lane Change Assist (LCA) dan Rear Cross Traffic Alert (RCTA). Bikin makin komplet fitur yang sudah ada. Amsal: adaptif cruise control, blind spot monitoring, autonomous emergency braking, around view monitor. Juga tersedia hill descent control, hill start assist, vehicle stability control serta tujuh kantong udara.


Kabin ikut dirias ulang, meski tak banyak. Terpasang layar sentuh infotainment baru dan layar panel instrumen. Keduanya berukuran delapan inci. Panel pintu dan konsol tengah, mendapat material soft touch baru. Sedang penumpang belakang, kini punya akses untuk colokan power outlet elektrik, selain dari colokan USB yang sudah ada. Selain itu, ada penyejuk kabin sudah mengadopsi cilmate control dual zona. Terakhir layar hiburan 12,1 inci bagi penumpang belakang.


Honda BR-V


Honda BR-V


Kalau melihat tren MPV crossover belakangan. Agaknya Honda Prospect Motor belum tergerak membesut penyegaran LMPV andalan, Mobilio. Tapi kemungkinan malah BR-V yang mendapat ubahan di seluruh tubuh. Bukan semata facelift, melainkan menyandang nama all new. Wujud bodi model eksis kurang berkesan SUV sungguhan. Seyogianya pabrikan perlu merekayasa ulang agar tampil kian agresif nan atletis. Berikut ini sejumlah ekspektasi racikan anyar pada sang suksesor.


Langsung saja ke bagian eksterior. Dimensi BR-V sekarang 4.456 mm x 1.735 mm x 1.666 mm plus sumbu roda 2.660 mm. Ukuran ini dirasa kurang lapang. Setidaknya Honda bisa bikin wheelbase di unit all new, memanjang hingga 2.700 mm. Seperti ukuran CR-V 1.5L Turbo. Foot rest (ruang kaki) pun ikut bertambah. Sehingga dengan konfigurasi 7-seater, penumpang tambah nyaman.


Harapan lain berupa tampilan wajah. Agar mencuatkan karakter SUV, ada baiknya pabrikan menata ulang muka lebih tegak. Bukan melandai seperti jenis MPV secara umum. Kisi-kisi depan pakai gaya trapesium terbalik. Lapisan kromium dilekatkan di atas logo H tegak. Selebihnya garis vertikal bisa menghiasi grille. Kap mesin dirancang tegak. Lalu sorot utama, foglamp berteknologi LED, termasuk lampu siang hari (DRL). Rumah mata utama dibuat menyipit pola jajar genjang, namun harus beda dari model sekarang.


Fender hitam (alis roda) senantiasa dipertahankan, mengitari bodi supaya jiwa tangguh menyeruak. Bumper jua wajib diubah lebih menonjol. Apalagi citra yang melekat pada Honda di Indonesia ialah kendaraan sporty bergaris tajam. Lalu di buritan. Tak ada salahnya BR-V anyar meminjam bentuk lampu dari CR-V Turbo. Ada garis LED melengkus ke atas. Bentuk seperti itu terlihat lebih indah, juga menambah kesan premium.


Yang tak boleh ketinggalan ialah kaki-kaki. BR-V hanya memakai pelek 16 inci dual tone baru dengan profil ban 195/60. Sebagai generasi anyar, sudah pasti roda berganti. Semoga pakai ukuran 17 inci pada kasta atas (Prestige) perpola 10 palang, misalkan. Dan itu dapat menambah ground clearance atau jarak pijak tanah menjadi 220 mm seperti milik Toyota Rush.


Jika ekterior bertransformasi, dipastikan kabin ikut berubah. Urusan pemanja telinga pakai layar monitor lebar gaya floating capacitive touchscreen. Seperti BR-V sekarang. Head unit kompatibel dengan berbagai format musik. Seperti AM/FM radio, MP3/WMA, bluetooth, smartphone connection, aux input dan USB port. Bahkan lebih lengkap, tersemat smart connectivity web link. Anda dapat menghubungkan smartphone ke monitor, menampilkan beberapa aplikasi tertentu, misal Youtube.


Versi teranyar diperkirakan pakai jok kulit sintesis. Lingkar kemudi berbalut material serupa. Honda Malaysia saja memberi paddles shift di varian atas BR-V. Rasanya pada model lanjutan harus punya juga. Peranti ini sangat membantu pengemudi memindah gigi lebih praktis.


Untuk keselamatan pengendara, Honda BR-V terbaru senantiasa dibangun di atas struktur rangka G-CON + ACE™ with Side Impact Beam. Gunanya meredam benturan saat terjadi kecelakaan. Lalu Sistem pengereman ABS + EBD, Vehicle Start Assist (VSA) demi menjaga stabilitas kendaraan. Serta Hill Start Assist (HSA) guna memudahkan akselerasi setelah berhenti di tanjakan. Sedang dalam aspek keamanan, ia didukung immobilizer dan alarm system sebagai standar.


Mekanikal pacu Honda BR-V masih unggul dan punya lontaran daya lebih kuat dari rival sekelas. Enjin berkode L15Z1 i-VTEC empat silinder DOHC tetap bertahan di balik bonet. Lecutan tenaga maksimal 120 PS pada 6.600 rpm. Lalu torsi optimal 145 Nm di 4.600 rpm. Opsi distribusi energi kinetik pakai transmis manual enam percepatan dan CVT. Semua disalurakan ke roda depan. Andai prediksi dan harapan itu terjadi. Mungkin saja SUV dengan nomen klatur Bold Runabout Vehicle mendebut tahun depan. Pasar kompak SUV tujuh penumpang pun bisa tambah ramai. Konsumen makin leluasa memilih sesuai keperluan.


Wuling Almaz


Wuling almaz facelift


Kalo melihat siklus pabrikan melakukan perombakan muka di sini. Acap kali unit disegarkan tiap sekitar dua tahun. Sehingga SUV berlogo W itu seharusnya sebentar lagi masuki masa facelift. Sangat mungkin tahun depan dijadikan momentum untuk melepas wujud baru. Penjualan yang dekaden, perlu dirangsang dengan dandanan anyar. Apalagi di Tiongkok sana, saudara identik Baojun 530 sudah alami sedikit sentuhan wajah. Untuk diketahui, Wuling Almaz kali pertama mendebut di Indonesia pada Februari 2019.


Kalau menilik Baojun 530 garapan SAIC-GM-Wuling. Di Cina, model pembaruan dilego mulai RMB 77,800 hingga RMB 99,800. Nilai itu setara Rp 168 jutaan hingga Rp 216 jutaan. Jauh lebih murah dari harga resmi di Indonesia. Mesin bensin ditawarkan dalam dua tipe: 1,5 liter turbo dan 2,4 liter naturally aspirated berdaya 170 PS plus momen puntir 230 Nm. Sebuah enjin yang sama dengan Captiva lawas di sini. Namun rasanya unit berinduksi turbolah yang senantiasa tersedia di Tanah Air.


Di balik bonet Almaz, duduk mekanikal pacu bensin 1,5 liter turbo DOHC. Konfigurasi 4 silinder menyodorkan tenaga maksimum 141 PS pada 3.500 rpm dan torsi puncak 250 Nm di rentang 1.600 sampai 3.600 rpm. Semua opsi penyaluran tersedia dalam transmisi CVT delapan percepatan atau manual enam percepatan.


Versi facelift di sana memiliki ukuran 40 mm lebih panjang, menjadi 4.695 mm. Yang lain tetap sama, lebar 1.835 mm tinggi 1.750 mm dan jarak sumbu roda 2.750 mm. Konsumen punya tiga pilihan tata letak interior: 2 + 3 (5 penumpang), 2 + 2 + 2 (enam jok) atau 2 + 3 + 2 (tujuh kursi). Konfigurasi lima jok menawarkan ruang 979 mm antara baris pertama dan kedua. Tata ruang enam penumpang, punya dua kursi kapten berbalut kulit di baris dua, dengan lorong 160 mm. Jok dapat disesuaikan maju serta mundur hingga 130 mm, memungkinkan lebih banyak ruang di baris tiga.


Tata letak tujuh penumpang dapat menampung keluarga lebih besar. Kursi baris kedua bisa disesuaikan 140 mm ke depan maupun belakang, juga mudah dilipat untuk akes baris ketiga. Interior Almaz anyar ditingkatkan dan makin fleksibel. Ia memiliki kapasitas kargo 1.065 liter ketika baris kedua dan ketiga dilipat. Gambarannya, ruang sanggup menampung 18 koper berukuran 24 inci. Ya, semua itu opsional di tiap negara, mengikuti kebutuhan pasar. Sedang di Indonesia, diyakini tetap mengusung lima atau tujuh penumpang.


Jika melihat Baojun 530 terabru. Muka sedikit didekor ulang. Sekadar ramalan saja bagi market sini. Kemungkinan tidak mirip-mirip amat dari versi Cina. Pola lekukan maupun garis di sekujur tubuh mengikuti model eksis. Hanya saja roman depan diberi sentuhan lebih tegas, demi menyiratkan kesan tangguh nan penuh otot.


Misalkan saja lampu siang hari (DRL) LED tetap dipasang di deret atas bersama dengan sein. Lupakan sejenak garis-garis kromium di mimik depan. Tanggalkan pula gara dual grille, lalu ganti menggunakan model kisi-kisi tunggal berbilah horizontal. Semua dibalut dalam lapisan serbahitam. Komposisi rumah fog lamp jua mengikuti tatanan raut muka. Pakai garis menyudut ke plus akentuasi kelir kontras. Lalu lip spoiler depan berlapis warna gelap.


Untuk memaniskan bagian kaki-kaki, pelek pakai dual tone desain anyar lima palang. Diameternya tetap 17 inci. Jadi sangat serasi dengan pola warna dual tone alias atap gelap. Lanjut ke bagian samping, side skirt semakin tebal menggunakan lapisan plastik hitam doff, menyatu hingga di seluruh fender. Jadi kesan macho makin mencuat. Sedangkan di buritan, agar tambah gahar. Reflektor dibuat terpisah dan diberi sentuhan ornamen silver di bawahnya. Rumah lampu jua bagian yang harus diganti dengan garis LED tajam.


Namanya barang facelift. Kebanyakan fitur umum tak banyak berubah. Pada Almaz sekarang sebetulnya lumayan lengkap. Anda bisa menemukan kamera 360 derajat, sensor parkir, Traction Control System (TCS), Electronic Stability Control (ESC) dan Hill Hold Control (HHC). Disuguhi pula fitur Auto Vehicle Holding (AVH), Electric Parking Brake (EPB), Emergency Stop Signal (ESS), Anti-locking Brake System (ABS), Electronic Braking Distribution (EBD), Braking Assist (BA) dan dual airbag.


Layar monitor di dasbor disinyalir tetap sama, 10,4 inci seperti model eksis. Tersedia sistem konektivitas canggih. Lanjut navigasi real time dan pemanja telinga 9 speaker lansiran Infinity (produk Harman Kardon). Fungsi lain mencakup perintah suara berbahasa Indonesia (WIND). Ia bisa disuruh membuka dan menutup sunroof, mengaktifkan AC, memutar musik, buka jendela serta bagian lain. Peranti lunak dapat terus diperbarui bila ada update dari pabrikan. Awal tahun depan dirasa jadi waktu pas bagi Wuling merilis Almaz teranyar. Banyak pelaku industri memproyeksikan pertumbuhan otomotif 2021 semakin membaik. Inilah saat tepat bagi mereka.


Honda CR-V


CR-V


Honda CR-V teranyar sudah mengaspal di Vietnam dan Thailand. Sementara di Indonesia belum terjadi. Mungkin saja akhir tahun ini atau bisa juga awal 2021 dirilis. Kalau mengacu pada Samsat PKB Jakarta. Terdaftar dua enjin sama, peminum bensin 2,0 liter naturally aspirated berserta 1,5 liter turbo. Tipe pertama tertera memiliki nilai jual kendaraaan (pre-pajak + marjin) Rp 344 juta. Sedangkan banderol anyar paling murah Rp 463,9 juta on the road Jakarta.


Dalam situs resmi itu, varian CR-V 2.0L kini memiliki tipe Prestige. Adapun nilai jual sebelum pajak Rp 359 juta. Lalu terdaftar pula kode CRV15TCPRESTIGCVTCKD dengan besaran Rp 401 juta. Padahal di pasar nasional, varian tertinggi ini sekarang dilepas Rp 539, 4 juta. Sekadar prediksi, kasta atas kemungkinan bisa tembus Rp 550 juta lebih. Sementara tipe termurah diramal mencapai Rp 500 jutaan.


Jadi sepertinya enjin bensin 2,0-liter SOHC tetap bertahan. Unit pacu menawarkan torsi puncak 189 Nm di 4.300 rpm dan daya optimal 154 PS pada 6.500 rpm. Sementara varian yang lebih mahal, pakai 1,5-liter turbo 4-silinder VTEC DOHC 16 valve. Lontaran tenaga lebih trengginas, 190 PS di 5.6000 rpm. Lantas momen puntir 240 Nm sejak 2.000 rpm. Semua distribusi via transmisi CVT ke roda depan. Dan kecil kemungkinan Honda Prospect Motor menawarkan tipe penggerak semua roda (AWD). Sebab banderol bisa makin melejit, kurang kompetitif di pasar.


Sang SUV alami beberapa ubahan dalam desain interior maupun eksterior. Tampilan muka dapat sentuhan baru. Misal kisi-kisi lebih membentuk heksagonal disisipi palang hitam horizontal. Lapis kromium di depan kini lebih menipis dan diletakkan di atas logo H tegak. Pelindung bumper depan berlabur perak. Menyiku pada kedua sisi serta menyangga sepasang lampu kabut.


Model gres 2020 dilengkapi dengan roda 18 inci, profil ban 235 / 60 R18. Desainnya mengingatkan kita pada jajanan pasar, kembang goyang. Nah, sangat besar kemungkinan pelek serupa ditawarkan di Tanah Air. Kemudian di buritan sepintas nyaris sama dari unit eksis. Namun pelindung lampu, mika belakang dibikin agak gelap. Pada mobil eksis, warna merah lebih kentara. Lalu bawah bumper belakang masih berlapis silver, hanya saja guratannya dibikin beda.


Tepat di bawah itu, ada sepasang muffler pipa gas buang yang lebih pipih. Latas tatanan interior tak banyak berubah. Terdapat sisipan minor panel di beberapa tempat. Head unit pun sama, pakai monitor layar sentuh 9 inci. Bisa memberi navigasi, putar musik dari MP3/WMA, AM/FM Radio, USB Port, HDMI Port, Smartphone Connection, Bluetooth Connection, nanoe™ Technology dan SVC.


Ketika Anda masuki kabin. Terlihat sistem kontrol iklim (AC digital) tiga zona, hands-free access power tailgate. Lalu kamera 360 derajat, adaptive cruise control, panoramic sunroof, driver assistive technologies. Perangkat keamanan Honda Sensing jadi standar versi model Thailand. Harapannya bisa dibawa ke sini juga. Tapi, lagi-lagi tidak di model pembaruan ini, lantaran faktor angka jual.


Lanjut fitur keselamatan dan keamanan di varian tengah turbo. Isinya seperti model sekarang. Amsal sisipan Pretensioner with Load Limiter Seatbelt, ISOFIX & Tether, Vehicle Stability Assist (VSA), Hill Start Assist (HSA), Emergency Stop Signal (ESS). Lanjut Motion Adaptive EPS, Brake Override System, ABS + EBD, Brake Assist (BA), Parking Brake, Electric Parking Brake, Auto Hold Brake, Cruise Control plus Paddle Shift.


Rata-rata konsumen level ini amat peduli pada peranti keselamatan mobil. Jika kelak ditawarkan untuk pasar Indonesia, secara umum fitur mirip. Tapi ada penambahan jumlah kantong udara, supaya tambah aman saat tabrakan. Prediksi peluncuran terjadi paling cepat akhir tahun ini. Namun, HPM terlihat tak mau gegabah melihat market kala pandemi Covid-19. Sehingga jadwal pelepasan CR-V anyar bisa saja pada permulaan 2021. Masih ada model lain yang sangat dinanti. Anda bisa melihatnya di artikel part 2.


Hyundai Santa Fe


Santa fe 2021


Usai merilis Palisade, Hyundai Indonesia dipastikan membawa Santa Fe 2021. Dalam Samsat DKI Jakarta tertulis tipe SANTA FE G2.54X2 6AT. Besaran Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) alias angka prepajak Rp 430 juta, untuk mesin bensin. Sedangkan cantuman lain, SANTA FE D2.2 4X28AT yang menggendong enjin peminum solar tertera Rp 451 juta. Besar kemungkinan SUV anyar ini dilansir tahun depan.


Di pasar Amerika Serikat, Santa Fe model gres baru saja dirilis US$ 26,850 hingga US$ 42,300. Nilainya setara Rp 378 juta sampai Rp 595 jutaan di varian All Wheel Drive. Unit jauh lebih murah, bila dibanding yang kelak dijual di sini. Nah, untuk model eksis sekarang masih dijual di rentang Rp 547 juta – Rp 643 juta. Sekadar ramalan saja. Harga on the road Jakarta MY 2021 mungkin bisa tembus di atas Rp 600 jutaan, berpijak dari NJKB. Mari berkenalan lebih dekat dengannya.


Versi facelift Santa Fe menambah tingkat “kedewasaan.” Lihatlah alur di ujung depan yang mencolok jua menonjol melalui bentuk kisi-kisi jembar. Amat khas ukiran Fluidic Sculpture Hyundai teranyar. Pola 3D pada grille memberi karakter kokoh. Kemudian Daytime Running Light (DRL) LED berbentuk T, begitu unik. Saat dipandang sontak menyita perhatian. Apalagi saat berada di kondisi gelap. Sorot mata vertikal sangat tajam bak taring ular mau menerkam mangsa.


Pada bumper bawah, skid plate tampak kuat dengan imbuhan jaring asupan udara. Secara visual ia mendukung arsitektur grille utama. Untuk melengkapi kesan beringas dari ujung depan. Sudut didominasi oleh saluran angin aerodinamis. Posisi berorientasi vertikal. Kemudian penutup lengkung roda (fender) dibikin lebih lebar plus desain velg baru (termasuk opsi 20 inci dual tone). Menurut Hyundai, formulasi ini bisa meningkatkan efisiensi aliran udara dan memperkuat rancang bangun tubuh. Hasil racikan eksterior anyar itu memberi coefficient of drag (Cd) 0,33 sama dengan Palisade.


Bagian belakang, desain lampu buritan didandani dengan grafis bentangan horizontal. Itu menekankan bodi lebar secara visual. Pita reflektor merah telah ditambahkan untuk menghubungkan lampu ekor. Untuk mencapai harmoni, para desainer Hyundai meracik fasia bumper belakang dengan fokus pada kedinamisan alur. Tak ayal bila Santa Fe baru digadang untuk menunjukkan level kedewasaan serta refleksi premium pabrikan.


“Kami memodernisasi New Santa Fe dengan fitur premium dan estetika menarik. Yang pasti menambah nilai jual. Garis tebal memanjang dari satu sisi ke sisi lain. Dari depan hingga belakang memberi tampilan kokoh. Namun tetap elegen sesuai keinginan pelanggan SUV. Selain itu, kami telah menambahkan banyak perangkat. Serta sejumlah fungsi tambahan untuk menciptakan kendaraan yang benar-benar berfokus pada keluarga. Juga menyenangkan dikendarai,” ucap SangYup Lee, Executive Vice President and Global Head of Hyundai Design Center.


Santa Fe 2021 menawarkan tiga opsi powertrain baru dan lebih bertenaga. Sebagai standar, tertancap mesin empat silinder bensin, Smartstream 2,5 liter direct-injected (DI). Kemudian diberi sistem multi-point injected (MPI) yang dipadukan dengan transmisi otomatis delapan percepatan. Agaknya untuk versi Indonesia tetap setia dengan 6-speed konvensional. Nah, posisinya menggantikan enjin 2,4 liter di model eksis. Pembakaran internal memberi daya 191 tenaga kuda (194 PS) pada 6.100 rpm. Lantas dorongan torsi 182 lb.-ft (247 Nm) di 4.000 rpm. Varian ini dilengkapi kemampuan Idle, Stop and Go (ISG). Jadi sanggup memaksimalkan efisiensi dalam berbagai kondisi lalu lintas yang padat. Penghematan bahan bakar mesin baru ditargetkan meningkat sekitar delapan persen dari model lama.


Di pasar luar, Hyundai jua menawarkan mesin turbocharged empat silinder dengan injeksi langsung Smartstream 2,5 liter. Keluaran daya dipadukan dengan transmisi kopling ganda tipe basah, delapan percepatan (DCT). Enjin menggantikan 2,0 liter turbocharged sebelumnya. Dan dorongan puncak melonjak sebesar 18 persen. Berkat sokongan induksi pada ruang bakar, pemacu daya menghasilkan buncahan 280 PS di 6.000 rpm dan momen puntir 421 Nm di 3.500 rpm. Rasanya jenis ini belum tentu masuk RI dalam waktu dekat.


Jutsru mesin bensin N.A serta diesel yang berpotensi dijual tahun depan. Tetap ditawarkan enjin 2,2 liter CRDi tubo diesel. Dayanya 147 kW (200 PS / 197 hp) dan torsi 440 Nm (325 lb-ft). Energi itu dipasangkan dengan transmisi matik 8-speed. Tunggu saja kabar baik serta pembaruan info selanjutnya.


Renault Kiger


Renault Kiger


Perusahaan asal Prancis ini memulai babak baru melalui Kiger. Memang saat masih sebatas konsep atau model pajangan. Gagasa Renault melahirkan mobil ini ialah demi menarik pelanggan yang mencari hal baru di segmen B. Atau bagian yang mewakili 51 persen pasar Otomotif India. Ia berpijak dari platform CMF-A hasil racikan aliansi Renault-Nissan. Kelak SUV mungil ini tak hanya mengisi market domestik. Melainkan juga ekspor ke beberapa kawasan.


Walau masih satu darang dengan Nissan Magite. Namun perawakan Kiger sangat berbeda. Sekilas, model show car terlihat menonjol dengan kap terpahat. Kaca depan ramping dan atap semi mengambang dengan roof rail. Di kedua sisi, spion berbentuk runcing, didesain seperti sayap pesawat terbang. Di bagian belakang, roof drop diatapi spoiler, membuat kendaraan ini terlihat sangat lapang. Padahal panjangnya kurang dari 4 meter, sesuai ketentuan Negeri Bharata.


Bagian bawah terlihat berotot dan kekar. Kiger bertumpu pada empat roda berukuran 19 inci yang dibingkai lengkungan persegi besar. Maklum, namanya saja kendaraan purwarupa. Gaya eksterior tampak gahar. Racikan itu menghasilkan ground clearance 210 mm. Lantas bahu menonjol menegaskan semangat berkelana dari sosok SUV. Sisi sporty diperkuat oleh knalpot ganda di tengah dan pola sarang lebah (honeycombs) yang tersebar di seluruh kendaraan.


Renault Kiger dilengkapi dengan sorot pencahayaan LED dua bagian. Mirip seperti yang muncul di New Kwid tahun lalu dan lampu sein hijau. Di bagian belakang, lampu berbentuk C ganda menandakan kalau ia berada di bawah merek Renault. Diperkirakan model produksi tak bakal jauh-jauh dari yang Anda lihat sekarang ini.


“Kolaborasi kreatif desainer Prancis dan India, adalah cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan serta harapan konsumen. Sehingga mereka semakin menyukai gaya, dinamisme dan kebaruan. Seperti halnya Triber, kami kembali menunjukkan kemampuan berinovasi. Yakni dengan menawarkan model baru berkepribadian ganda. Baik untuk perkotaan maupun bertualang. Kiger versi show car bakal sangat mirip dengan model produksi di masa depan,” papar Laurens van den Acker, EVP Corporate Design of Groupe Renault.


Soal jantung mekanis, dikabarkan menggunakan mesin sama dari Magnite. Pertama pakai jenis bensin 1,0 liter B4D yang disedot secara alami dengan sistem Dual VVT Nissan. Enjin menghasilkan daya 73 PS pada 6.250 rpm. Kemudian torsi puncak 96 Nm diraih sejak 3.500 rpm. Unit ini hanya ditawarkan dengan transmisi manual lima percepatan saja.


Lalu pilihan mesin yang lebih besar, turbo 1,0 liter tiga silinder. Di Magnite, mesin mampu memberi lecutan 100 PS pada 5.000 rpm. Dengan transmisi manual lima percepatan, torsi 160 Nm dihasilkan antara 2.800-3.600 rpm. Namun dengan CVT, torsinya turun menjadi 152 Nm yang dicapai rentang 2.200-4.400 rpm. Kemungkinan besar mekanikal pacu itu bakal ditawarkan di dalam Kiger.


Ekspektasi lain dalam Kiger berupa automatic climate control alias AC digital. Selain itu, fitur keselamatan standar diperkirakan menyediakan rem cakram di depan dan teromol di roda belakang. Deselerasi diperkuat ABS berikut EBD. Syukur kalau pabrikan bisa menawarkan varian atas dengan empat kantong udara. Pertanyaan terakhir ialah soal harga. Di pasar India unit diperkirakan mulai dijual Rs 5.5 lakhs atau setara Rp 112 jutaan. Sama seperti Magnite.


Nah, kalau Magnite turbo dipastikan bakal dijual di Indonesia. Ia pernah muncul di jalanan saat uji jalan. Sementara itu, di waktu yang berbeda. Salah satu petinggi Renault pernah berwacana soal ketertarikan pada Kiger. SUV mungil Nissan saja masuk, bukan tak mungkin kembarannya ikut meramaikan pasar. Tapi tunggu, sampai model produksi siap tersaji.


Nissan Terra


Nissan Terra 2020


Tak hanya Fortuner dan Pajero Sports yang diperbarui. Nissan jua merilis All New Terra di Timur Tengah. Sosoknya kian atletis berkat ubahan roman depan maupun belakang. Sekilas siluet samping tampak sama dari model eksis. Alur garis depan ditata ulang dengan meniupkan bahasa rancang bangun V-Motion khas pabrikan. Nah, untuk pasar Indonesia, sang SUV anyar tercantum di laman resmi Samsat DKI. Ada empat varian terdaftar.


Pertama, tertulis nomenklatur New Terra E 2.5 (4X2) AT dengan Nilai Jual Kendaraan Bermotor Rp 384 juta. Besaran angka belum termasuk hitangan pajak serta marjin perusahaan. Kemudian varian V AT Rp 408 juta, kasta tertinggi L (4x4) AT Rp 517 juta dan Terra 4x2 MT Rp 359 juta. Sekadar pembanding saja. Banderol on the road Jakarta model eksis dilepas dari Rp 478,9 hingga Rp 680,8 juta.


Di luar sana, X-Terra menggendong mekanikal pacu bensin empat silinder 2,5 liter plus suntikan turbo. Hasil pembakaran piston memberi lontaran 167 PS momen puntir puncak 241 Nm. Distribusi tenaga menggunakan girboks otomatis tujuh percepatan. Sementara, di Indonesia hanya mengandalkan mesin diesel. Daya terbuncah mencapai 190 PS dan torsi 450 Nm dari enjin turbo common rail 2,5 liter.


Andai model pembaruan masuk sini. Kemungkinan tetap mengusung jantung pacu penenggak solar. Toh dari rival lain sekelas, Terra paling digdaya. Lihat saja, Toyota Fortuner diesel VNT 2,4 liter hanya mampu mengembuskan tenaga sebesar 150 PS dan torsi 400 Nm. Mitsubishi Pajero Sport punya daya 181 PS dan torsi 350 Nm. Bisa Anda saksikan, siapa paling unggul di atas kertas.


Nissan Terra terbaru jua tetap menawarkan penggerak dua atau empat roda. Perpindahan dari 2WD ke 4WD dapat terlaksana via kenop putar. Sementara nilai jual lain ada di fitur penyokong lengkap. Isinya berupa enam titik kantong udara, Lane Departure Warning, Intelligent Around View Monitor, Hill Start Assist. Kemudian ada Hill Descent Control, Tire Pressure Monitoring, Moving Object Detection, Rear Differential Lock, 4 WD Switch, Roof Monitor dan Blind Spot Warning. Lebih komplet dari Fortuner dan Pajero Sport varian atas.


Kalau menilik Terra lawas. Mimik depan terlihat kurang aerodinamis. Bentuknya cenderung kaku, kurang begitu mengalir. Namun pada model teranyar kekurangan itu sekarang disempurnakan. Raut V-Motion melekat kuat pada kisi-kisi depan berikut palang horizontal berlapis kromium. Bentuknya temapak kian mentereng dan terasa premium. Sudut-sudut mata depan diubah. Rumah lampu jajar genjang semakin menyipit. Didalamnya tersisip garis DRL plus penerangan berteknologi LED.


Rumah lampu kabut pun dipahat menonjol dengan garis menyiku. Pelindung bumper depan dikelir silver guna meningkatkan pesona sebagai SUV tangguh siap berkelana ke berbagai lanskap. Kemudian pelek menggunakan pola dual tone enam palang 18 inci di kasta tertinggi. Revisi buritan turut dilakukan. Sentuhan kromium sebagai penghubung lampu belakang. Lantas rumah lampu semakin menjangkau titik pusat bagasi. Geser pandangan ke bawah, bumper racik ulang, permanis dengan cladding hitam plus pelindung dagu metalik.


Begitu menengok kabin. Desain interior Terra 2021 tak mengecewakan. Tatanan berubah total, kian indah dari model lama. Kokpit tampak modern berkar layar TFT meter 7 inci sebagai meter cluster. Fungsinya memudahkan pengemudi untuk mengakses navigasi, audio, settingan mobil serta akses informasi lain. Perangkat pemanja telingga menggunakan opsi head unit 8 inci sebagai standar. Lantas layar 9 inci berisi navigasi tersuguh di trim tertinggi. Semburan frekuensi menggunakan Bose Premium Audio System. Untuk mendendangkan lagu atau putar musik, bisa via Apple CarPlay maupun Android Auto. Sokongan bagi gadget tidak berhenti sampai di situ. Ditanamkan pula fungsi wireless charging serta port USB guna mengisi ulang daya gawai.


Jika melihat peluang masuk ke Indonesia, kemungkinan tidak dalam waktu dekat. Nissan Indonesia tampak masih berjibaku dengan kendaraan elektrifikasi seperti Kicks dan Leaf. Belum lagi Magnite yang dikabarkan siap melenggang di sini. Tunggu saja kabar baik dari mereka untuk pembaruan Terra. Sebab ia punya nilai jual lebih unggul dari lawan setara. Nah, itulah semua deret kendaraan SUV yang punya potensi besar masuk Indonesia. Benar atau tidaknya, tinggal waktu saja yang membuktikan. (Alx/Odi)

Artikel yang direkomendasikan untuk anda