Bukan Transmisi Biasa, Begini Cara Merawat D-CVT Mobil Daihatsu

Daihatsu Rocky interior

 

KEY TAKEAWAYS

  • D-CVT memiliki mekanisme kerja dengan belt seperti CVT konvensional lain

    Saat kecepatan tinggi di atas 60 km/jam, perpindahan tenaga disalurkan dari belt ke split gear
  • Transmisi merupakan salah satu bagian penting dari mobil. Ia berfungsi untuk menyalurkan, sekaligus meningkatkan torsi ataupun kecepatan. Fungsinya dapat menyesuaikan kondisi mobil. Daihatsu selalu mengembangkan perangkat di dalam produk. Salah satunya adalah komponen penyalur tenaga. Perlu diketahui beberapa tipe transmisi seperti manual, otomatis konvensional dan CVT. Tapi ADM saat telah mengembangkan transmisi baru yang disebut D-CVT (dual mode CVT). Perawatannya gampang.

    Dalam hal perawatan, transmisi D-CVT juga terbilang mudah. Hanya perlu dua hal yang harus dipastikan yaitu: melakukan pengecekan volume dan kualitas oli secara berkala. Perlu dicatat, pemeriksaan dilakukan setiap 20.000 km atau 12 bulan. Juga saat penggantian oli setiap 80.000 km atau 48 bulan (mana yang tercapai lebih dulu).

    Menurut Astra Daihatsu Motor, transmisi New D-CVT (Dual Mode Continuously Variable Transmission) memiliki keunggulan lebih halus. Misal ketika berpindah gigi dan efisiensi bahan bakar bisa semakin efisien sekitar 5 persen. Teknologi transmisi ini terbilang baru di Indonesia. Sudah diaplikasikan di Rocky, All New Xenia dan New Sirion.

    Nah, tipe transmisi ini memiliki mekanisme kerja dengan belt seperti CVT konvensional lain. Tetapi yang berbeda ialah, dikombinasikan dengan split gear yang merupakan keunggulan dari D-CVT. Saat kecepatan tinggi di atas 60 km/jam, perpindahan tenaga disalurkan dari belt ke split gear. Sehingga akselerasi mobil dapat maksimal dan dapat menghemat konsumsi bahan bakar.

    Baca Juga: Transmisi D-CVT New Daihatsu Sirion Beda dengan Honda Brio, Begini Cara Kerjanya

     

    D-CVT Daihatsu

    Adapun kelemahan CVT tradisional kerap mengalami power-loss dan suara mendengung tinggi saat akselerator ditekan mengganggu. Lalu CVT selalu ingin menjaga output di putaran mesin puncak. Itulah mengapa selalu menggerung keras dulu sebelum mulai berakselerasi. Jelas kurang nyaman, ada rasa seolah enjin selalu disiksa. Saat melaju kencang, CVT ada di rasio tertinggi yang bisa berdampak terhadap efisiensi bahan bakar. Maka Daihatsu menambahkan planetary gear.

    Penggunaan transmisi ini juga tidak jauh berbeda dengan jenis automatic secara umum. Yaitu mengoperasikan tuas transmisi di posisi D (drive) pada saat berkendara, R (reverse) pada saat mundur. Dan sudah dibekali dengan posisi S (sport), berfungsi untuk mendapatkan akselerasi lebih tinggi. Di model macam Rocky maupun Xenia, terdapat posisi M (manual). Memungkinkan pengemudi dapat merasakan sensasi memindahkan gigi secara manual. Bahkan di New Sirion dilengkapi dengan posisi B (brake). Guna memaksimalkan engine brake ketika di jalan turunan.

    “Kami berharap, dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang komponen, mekanisme kerja, perawatan. Termasuk tips dan trik dalam penggunaan transmisi D-CVT. Sehingga kendaraan kesayangan sahabat tetap dalam kondisi nyaman & optimal,” ujar Bambang Supriyadi, Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor. (Alx/Odi)

     

    Baca Juga: All New Daihatsu Xenia Tidak Pakai CVT Biasa, Ini Keistimewaannya

    Baca Semua

    Artikel Unggulan

    Artikel yang direkomendasikan untuk anda

    Baca Semua

    Mobil Daihatsu Unggulan

    Artikel Mobil Daihatsu dari Oto

    • Berita
    • Artikel Feature
    • Road Test