BYD baru saja memperkenalkan versi terbaru dari Seagull untuk pasar domestik Cina. Hatchback mungil yang dikenal dengan nama Atto 1 di pasar Indonesia. Muncul perdana di Beijing Auto Show 2026, kendaraan ini membawa misi besar untuk mengubah persepsi terhadap mobil listrik murah. Bukan sekadar penyegaran desain, BYD melakukan lompatan teknis besar-besaran, terutama pada sistem keamanan aktif yang biasanya hanya ditemukan pada mobil-mobil mewah.
Inovasi paling mencolok adalah hadirnya opsi sistem bantuan mengemudi pintar "God’s Eye B" atau DiPilot 300. Dengan banderol harga mulai dari 69.900 yuan hingga 97.900 yuan untuk varian tertinggi, BYD berhasil menyematkan teknologi mutakhir ke dalam paket kendaraan yang sangat terjangkau.
Vitality Edition (305 Km): 69.900 yuan (± Rp178,9 jutaan)
Freedom Edition (305 Km): 78.900 yuan (± Rp201,9 jutaan)
Zizai Edition (405 Km): 78.900 yuan (± Rp201,9 jutaan)
Flying Edition (405 Km): 85.900 yuan (± Rp219,8 jutaan)
Hadirnya sensor LiDAR melalui paket DiPilot 300 menjadikan Atto 1 pionir di segmennya. Mobil ini kini memiliki kemampuan City Navigation on Autopilot (CNOA), sebuah fitur yang membantu pengemudi bernavigasi di tengah padatnya kota, mengenali lampu merah, hingga mengarahkan kendaraan saat melewati bundaran jalan.

Selain itu, aspek keselamatan diperkuat dengan Driver Monitoring System (DMS) untuk mengawasi tingkat fokus pengemudi, Automatic Emergency Braking (AEB), serta perekam perjalanan lima arah. Semua fitur ini menegaskan bahwa BYD ingin menghapus stigma "mobil murah" dengan memberikan proteksi yang maksimal.
Secara visual, Atto 1 MY 2026 tampil lebih trendi berkat pilihan warna baru mango orange dan mint green. Penampilannya didukung oleh pelek "Starlight" 16 inci serta desain lampu belakang LED baru yang memancarkan logo bercahaya. Dimensinya tetap ringkas dengan panjang 3.780 mm, menjadikannya kendaraan yang sangat ideal untuk menembus kemacetan kota.

Masuk ke dalam, kabin disambut dengan tema warna oatmeal rice yang memberikan kesan lapang dan bersih. Teknologi hiburan pun ditingkatkan lewat sistem DiLink 150 yang dioperasikan melalui layar sentuh 12,8 inci. Kenyamanan ekstra juga hadir melalui pengisian daya nirkabel 50 Watt, pemanas jok, serta pengaturan elektrik pada kursi pengemudi.
Seluruh lini Atto 1 2026 digerakkan oleh motor listrik bertenaga 55 kW (75 PS) dengan torsi 135 Nm. Konsumen dapat memilih dua kapasitas baterai sesuai kebutuhan. Paket 30,08 kWh sanggup menempuh jarak hingga 305 km dan 38,88 kWh lebih jauh hingga 405 km.
Meski menjadi salah satu primadona, Atto 1 kini menghadapi tantangan serius dari kompetitor seperti Geely Xingyuan (EX2), Arcfox T1, dan Leapmotor A10 yang juga mulai agresif memperebutkan pasar EV mungil. Persaingan ini justru menguntungkan konsumen karena mobil-mobil ramah lingkungan kini tidak hanya mengandalkan efisiensi, tetapi juga kecerdasan teknologi. Dengan segala penyempurnaannya, kehadiran model ini di Indonesia tentu menjadi momen yang sangat layak untuk ditunggu. (Alx)
Baca Juga: Cek Biaya Kepemilikan BYD Atto 1, Semurah Apa Dibandingkan Mobil ICE?