Guangzhou Automobile Group Rilis 5 Model Terbaru di Beijing Auto Show 2026
Beijing Auto Show 2026 jadi panggung perilisan mobil anyar bagi Guangzhou Automobile Group Co., Ltd. (GAC). Dalam kesempatan ini, mereka turut menampikan ragam teknologi mobilitas. Dan sajian utamanya ialah meluncurkan model anyar dan debutan di sana. OTO Media Group berkesempatan merasakan langsung atmosfer pameran. Dalam konteks lompatan teknologi pabrikan Tiongkok. Di gelaran ini, mereka membawa lima mobil anyar. Beberapa di antaranya sangat mungkin dan berpotensi masuk market Indonesia.
KEY TAKEAWAYS
Apa saja model baru yang diluncurkan Guangzhou Automobile Group Co., Ltd. di Auto China 2026?
GAC memperkenalkan lima model anyar, meliputi GAC E8 PHEV, Yue 7, Aion i60, Aion N60, serta model penyegaran dari lini Hyptec. Portofolio ini menunjukkan strategi multi-energi, dari hybrid hingga kendaraan listrik penuh, guna menjangkau kebutuhan pasar global.Mengapa model-model tersebut berpotensi masuk ke Indonesia?
Selain tren elektrifikasi yang terus berkembang, GAC juga mengusung strategi “In local, for local” dengan pendekatan produksi dan pengembangan berbasis kebutuhan pasar. Model seperti MPV elektrifikasi dinilai sesuai dengan karakter konsumen Indonesia, sehingga peluang masuknya ke pasar domestik cukup besar.Lewat strategi ekspansi market, sajian inovasi teknologi dan penggunaan part dengan lokalisasi. GAC menargetkan produknya bisa diterima di lebih dari 120 negara dengan penjualan global dipatok hingga 1 juta unit pada 2030. Dalam sambutan di pameran. Chairman GAC Group, Feng Xingya, menekankan bahwa perluasan pasar menjadi langkah penting bagi transformasi perusahaan. “Globalisasi bukan sekadar menjual kendaraan ke berbagai negara. Kami membangun ekosistem mobilitas yang lengkap. Kemudian membawa solusi mobilitas hijau dan cerdas yang sesuai bagi setiap pasar,” ujar dia di Beijing Auto Show 2026.
5 Model Anyar GAC Group
Ketika pembukaan booth di pameran. Xia Xianqing, president of GAC Group, memaparkan arah strategis perusahaan sekaligus mengumumkan peluncuran lima model terbaru. Presentasi dilanjutkan oleh Huang Jian yang mengenalkan GAC E8 PHEV dan Yue 7. Kemudian dilanjutkan Zhang Xiong president of GAC's Hyptec and Aion business unit. Ia menampilkan Aion i60, N60 dan penguatan brand Hyptec melalui unit penyegaran. Rangkaian peluncuran ini menjadi langkah perusahaan dalam menawarkan lini produk lengkap. Mulai dari hybrid hingga kendaraan listrik penuh. Beberapa model itu kemungkinan besar bakal di bawa ke Indonesia, seperti jensi MPV.
GAC mengusung strategi “In local, for local” dengan memperkuat produksi dan operasional di berbagai pasar. Jurus ini memungkinkan perusahaan dapat menyuplai produk yang lebih sesuai bagi kebutuhan market lokal. Sekaligus berkontribusi terhadap penguatan industri otomotif dan rantai pasok di masing-masing negara. Strategi ini telah dijalankan di sejumlah kawasan, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, GAC mulai mengimplementasikan pendekatan ini melalui pengembangan produksi lokal. Kemudian penguatan jaringan operasional sebagai bagian dari ekspansi jangka panjang di pasar itu.
Teknologi Andalan GAC Group Dipajang di Pameran
Lanjut dari sisi teknologi, GAC mengandalkan kapabilitas riset dan pengembangan kelas dunia dengan lini kendaraan multi-energi. Mulai dari ICE, HEV, PHEV, REEV hingga EV. Sejumlah teknologi unggulan seperti Magazine Battery, ADiMOTION, ADiGO Intelligent System, hingga X-SOUL Safety Architecture. Menjadi poin penting dan bagian dari “nyawa” mobil dalam menyuguhkan pengalaman berkendara kian cerdas, aman dan efisien.
Vice president GAC Group sekaligus chairman GAC International, Chen Jiacai, menambahkan. Perusahaan menargetkan penjualan luar negeri sebesar 250.000 hingga 300.000 unit pada 2026. “Kami membangun brand global yang berfokus kepada pengguna, terbukti kualitasnya, dan unggul dalam layanan,” tegas dia.
Aneka Opsi Enjin dan Mesin Tersaji
Guna menjawab kebutuhan pasar global yang beragam. GAC juga menyodorkan berbagai pilihan powertrain. Mesin generasi terbaru 1.5T dengan transmisi 7DCT tetap menjadi solusi bagi pasar yang mengandalkan mesin konvensional. Sementara itu, teknologi hybrid ADiMOTION siap mengakomodasi kebutuhan transisi menuju elektrifikasi. Kemudian Magazine Battery 2.0 diklaim mampu memberi performa EV dengan keamanan tinggi serta kemampuan fast charging hingga 5C.
Ambisi global GAC bertumpu dari empat pilar utama: craftsmanship, trust, technology dan ecosystem. Saat ini mereka melayani hampir 30 juta pengguna di seluruh dunia dan terus memperkuat reputasi sebagai brand yang terpercaya. Performa positif terlihat di berbagai pasar. Termasuk posisi terdepan di segmen EV taxi di Thailand. Serta pertumbuhan di Hong Kong, Singapura dan Amerika Latin. Perusahaan juga terus memperluas jaringan global melalui sistem R&D “1+5+X”. Yakni mengintegrasikan pengembangan produk berbasis kebutuhan lokal.
102 Negara Jadi Market GAC
Hingga kuartal pertama tahun ini, GAC telah bercokol di 102 negara dengan 696 jaringan penjualan dan layanan. Termasuk fasilitas produksi di Eropa dan Asia Tenggara. Ke depan, mereka bertekad memperkuat kolaborasi dengan mitra global dalam membangun ekosistem mobilitas hijau secara berkelanjutan. “Kami membawa lebih dari sekadar produk. Kami membawa teknologi, layanan dan ekosistem untuk masa depan mobilitas yang lebih baik,” tutup Wei Haigang, Presiden GAC International. (ALX)
Baca Juga:
GAC Aion N60, Kompak EV SUV Keren yang Segera Meluncur di Indoneia?
Ini Alasan Baterai Toyota Veloz Hybrid EV Tidak Dapat Dicas Sampai Penuh
Chery QQ3 EV Jadi Mobil Listrik Terjangkau, Harga Setara LCGC
Artikel Unggulan
- Terbaru
- Populer
Mobil GAC Unggulan
- Populer
Artikel Mobil GAC dari Carvaganza
Artikel Mobil GAC dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Road Test



