Cargloss Helmet Edukasikan Pentingnya Helm Berkualitas

Helm merupakan perangkat paling penting saat berkendara. Satu-satunya pelindung kepala pengendara ketika terjadi kecelakaan. Atau setidaknya bisa meminimalisir peluang cedera serius saat mengalami benturan. Maka itu, dibutuhkan helm bermutu dan jangan asal dalam memilih peranti ini demi keselamatan.


Selaras dengan hal itu, Cargloss Helmet terus berinovasi. Dengan menghadirkan pelindung kepala yang memprioritaskan keamanan dan kenyamanan serta gaya hidup. Untuk meyakinkan konsumen, pihaknya memberikan edukasi mengenai pentingnya helm berkualitas. Cargloss Helmet membuktikan kualitas produknya sekaligus menjelaskan proses pembuatannya.


“Faktor kualitas helm produksi Cargloss Helmet dibuat sesuai dengan regulasi yang berlaku. Dan hal ini dipastikan tidak bakal disalahgunakan demi keuntungan bisnis semata,” jelas Endin Nasrudin, General Manager Cargloss Helmet dalam acara Virtual Media Gathering pada Rabu (7/4).


Dalam membuat helm, kualitas terbaik menjadi perhatian penting bagi Cargloss. Dan tentu sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 1811:2007 yang menetapkan spesifikasi teknis. Klasifikasi itu meliputi helm standar terbuka (open face) dan helm standar tertutup (full -face).


Cargloss Helmet sendiri memiliki lab pengujian. Fasilitas uji yang dinamakan Cargloss Helmet Quality Assurance sudah sesuai dengan regulasi SNI 1811:2007, JIS 8133:2007 dan ECE:2002. Terdapat 5 alat percobaan untuk memastikan kualitas helm Cargloss sebelum dipasarkan. Di antaranya Tracking Point, G-Shock Test, Penetrasi Test, Chinstrap Test, dan Roll of.


Pada pengujian Tracking Point, alat ini berfungsi untuk menentukan 4 titik pada helm dari bagian atas, kanan, kiri, dan belakang. Kemudian pada G-Shock Test atau uji penyerapan kejut. Berfungsi untuk menguji ketahanan helm terhadap benturan benda tumpul atau bidang datar. Tolak ukur dari pengetesan ini tidak boleh melebihi 300 G. Dari hasil percobaan itu, benturan helm Cargloss original hanya mencapai 150 G.


Tes berikutnya adalah Penetration Test, menguji ketahanan helm terhadap benturan benda tajam. Saat dites, helm Cargloss tidak sampai membunyikan alarm. Artinya jika alarm alat uji tidak berbunyi, maka helm dinyatakan layak dan aman untuk digunakan.


Selanjutnya Chinstrap Test, alat yang menguji ketahanan tali dagu. Peranti ini tidak boleh mengalami perpanjangan lebih dari 32 mm. Saat dites, helm Cargloss hanya mengalami perpanjangan 15 mm saja. Lalu Roll Of yang memastikan efektifitas penahan tali dagu helm. Jika tidak aman, helm bakal mudah lepas dari kepala pengendara. Untuk produk ini hasilnya tidak terlepas dari kepala pengendara.


cargloss palsu


Cara Bedakan Helm Cargloss Asli dan Palsu


Pengendara motor di Indonesia sudah banyak yang menggunakan Cargloss Helmet. Meski begitu, ditemukan beberapa produk palsu yang beredar di pasar. Pihak pemegang merek akhirnya memberikan informasi bagaimana cara membedakan yang asli dan tiruan.


Endin Nasrudin, General Manager Cargloss Helmet mengaku pihaknya sering mendapatkan laporan, baik dari pengguna maupun toko-toko helm. Berdasarkan investigasi, helm Cargloss palsu yang dijual pada umumnya dipasarkan tanpa merek. Namun ketika mau dijual, baru dipasangkan stiker yang mirip dengan logo Cargloss Helmet.


“Penting bagi kami untuk lakukan edukasi kepada masyarakat perihal kualitas helm Cargloss yang asli dengan palsu. Cara membedakannya, secara kasat mata terlihat di stiker. Kalau yang asli terlindungi oleh clear coat atau menggunakan bahan khusus yang tidak mudah dilepas. Sementara yang palsu dipasang dengan stiker biasa sehingga bisa dilepas pasang," ujar Endin dalam pertemuan virtual, Rabu (7/4).


Kemudian di bagian dalam juga terdapat perbedaan. Khususnya di label ‘warning’ terdapat nama perusahaan pembuat yakni PT Mega Karya Mandiri. Sedang yang tiruan tidak ditemukan hal serupa. Selanjutnya busa EPS kalau ditekan keras. Produk plagiatnya empuk. Lalu logo SNI embos yang dicetak langsung ke helm bukan pakai stiker.


Sementara itu, dari penelusuran pihak Cargloss Helmet, harga banderol antara yang asli dan palsu sebenarnya tidak jauh berbeda. Cargloss original dijual di pasaran dengan harga Rp230 ribuan saja. Sementara yang tiruan dibanderol Rp160 ribuan.


Sejarah Cargloss Helmet


Untuk diketahui, Cargloss Helmet sudah berkecimpung dalam bisnis produksi dan penjualan helm sejak 2002. Perusahan ini sangat menaruh perhatian besar pada faktor keselamatan para pengendara sepeda motor di Indonesia. Pihaknya menyadari betul bahwa keselamatan konsumen di atas segalanya demi masa depan bangsa.


Cargloss Helmet merupakan bagian dari bisnis Cargloss Group di bawah PT Mega Karya Mandiri. Selain itu, ada pula PT Putra Prima Glosia yang menaungi Prime Gears yang menjadi distributor helm premium Arai Helmet sejak 2017.


Selain memenuhi pasar aftermarket, pihaknya juga dipercaya untuk memproduksi helm oleh pabrikan-pabrikan sepeda motor besar (OEM) yang berbisnis di Indonesia. Di antaranya adalah Yamaha, Honda, Kawasaki, Suzuki hingga Piaggio. Merek lokal ini juga dipercaya untuk memproduksi helm instansi pemerintah dan juga perusahaan atau korporasi besar di Indonesia. (Bgx/Odi)

Artikel yang direkomendasikan untuk anda