Charged Indonesia Kenalkan Rimba, Motor Listrik untuk Kebutuhan di Alam Liar

Charged Rimba


Charged Indonesia meluncurkan skuter listrik Rimba. Merupakan produk pertama yang dirancang khusus untuk Profauna Indonesia, salah satu organisasi konservasi hutan dan satwa liar terbesar di Tanah Air. Mengambil basis dari Vmoto Super Soco VS1, unit ini dimodifikasi sedemikian rupa buat kebutuhan para penjaga hutan Profauna saat melakukan patroli di lingkungan sekitar.

KEY TAKEAWAYS

  • Charged Rimba dirancang agar bisa diajak bertualang di alam liar

    Namun tidak untuk dijual, melainkan untuk bermitra dengan lembaga konservasi hutan dan satwa liar
  • Ubahan yang dilakukan Charged Indonesia tak main-main. Terutama menambahkan struktur penguat di bagian rangka dan pelindung badan motor. Ditambahkan pula dengan sistem pelacak lokasi dan dudukan baterai cadangan agar bisa menempuh jarak hingga 300 km. Komponen yang terpasang sudah melalui tahap uji berulang kali. Materialnya pun tidak sembarangan, karena memang ditujukan untuk masuk hutan.

    Sepatbor depan asli dilepas dan diganti dengan bahan rubber bening. Strukturnya fleksibel, dan cukup menahan cipratan kerikil maupun lumpur. Lalu di bagian tameng diberi tambahan foglamp berteknologi LED dengan mika warna kuning, buat penerangan malam hari kala masuk hutan. Sisanya masih sama seperti bawaan pabrik.

    Charged Rimba

    Tiap sisi bodi depan hingga tengah diberikan crash bar. Tujuannya tentu saja untuk melindungi panel bodi dari benturan atau memberi proteksi kala masuk hutan. Di bagian floor step atau dek diberi dudukan agar baterai cadangan bisa diletakkan di situ. Buat sektor belakang dikasih dudukan carrier yang bisa menampung barang hingga 132 kg. Karena memang muasalnya skuter kargo listrik, ia punya tiga side stand (kiri, kanan dan tengah).

    Buat kebutuhan saat masuk jalan kasar, Charged Indonesia mengubah sedikit bagian kaki-kakinya. Suspensi depan dibuat lebih tinggi. Begitu pula buat belakang, diberi dudukan tambahan. Ground Clearance yang semula 145 mm jadi 250 mm. Rodanya juga diganti dengan tipe dual purpose, agar tetap mendapat traksi ketika bertemu medan hancur maupun berlumpur.

    Karena banyak komponen tambahan, panjangnya 1.975 mm, lebar 720 mm dan tinggi 1.232 mm (naik 100 mm). Lalu berat motor yang sebelumnya 135 kg menjadi 145 kg. Buat panel bodi tak ada ubahan, alias masih bawaan pabrik. Begitu pula dengan pengereman cakram depan-belakang yang sudah mengandalkan teknologi CBS (Combi Brake System). Dan memiliki Kinetic Energy Recovery System (KERS) atau pengereman regeneratif, di mana energi dari pengereman dikembalikan ke baterai.

    Baca Juga: Tak Terpengaruh BBM Mahal, Berikut Rekomendasi Motor Listrik Terbaru

     

    Charged Rimba

    Sementara panel instrumen full LED berteknologi negative display tetap setia menempel, dengan berbagai macam informasi mengenai kondisi motor. Soket USB buat pengisian gawai juga tersedia. Menariknya dia sudah tersambung dengan aplikasi BMOS V3.3. Dikembangkan sendiri oleh Super Soco, bisa menghubungkan smartphone pengguna dengan kendaraan, sehingga memudahkan untuk melakukan perawatan motor. Bahkan bisa menyala-matikan motor dari jauh. Dengan catatan masih terjangkau sinyal.

    Rimba mengandalkan baterai lithium berkapasitas 60 V 45 Ah. Pengecasan sudah fast charging (60 V 15 A) dan cuma butuh 3,5 jam dari 0 hingga full (satu baterai). Dua baterai bisa ditampung di bawah jok. Dan berkat dudukan di dek kaki, dirinya bisa membawa tiga baterai sekaligus. Asumsinya satu baterai bisa menempuh jarak hingga 100 km. Jadi bila ditotal bisa sampai 300 km. Semua baterainya bisa dilepas.

    Selain itu mereka juga menyediakan adaptor untuk pengisian baterai yang bisa digunakan oleh pengguna di rumah. Sedang motor penggerak berkekuatan 3.500W. Kecepatan maksimal yang bisa diraih sekira 80 km/jam dan torsi 165 Nm serta punya tiga mode.

    Charged Rimba

    Charged Indonesia merupakan partner lokal dari Vmoto Soco Group (VMT). Perusahaan Scale up ini bergerak di bidang manufaktur dan distributor motor listrik yang didirikan pada 2022. Misinya menghadirkan pilihan mobilitas berkelanjutan yang kompetitif dalam hal kepraktisan dan terjangkau bagi konsumen Indonesia.

    VMT sendiri adalah group manufaktur dan distribusi skuter global dengan spesialisasi kendaraan listrik roda dua berkualitas. Bertujuan untuk mendukung generasi berikutnya dengan kendaraan listrik canggih dan ramah lingkungan bagi para komuter modern.

    Sementara Profauna Indonesia adalah yayasan yang mendukung konservasi hutan dan satwa liar. Didirikan pada 1994 di kota Malang, Jawa Timur dan berada di bawah naungan Konservasi Satwa bagi Kehidupan (Wildlife Conservation for Life). Organisasi ini proaktif dalam melakukan aksi untuk melindungi flora dan fauna Indonesia beserta habitatnya. (Bgx/Odi)

     

    Baca Juga: Kekurangan Motor Listrik Secara Umum yang Banyak Dijual di Indonesia

    Baca Semua

    Artikel Unggulan

    Motor Unggulan

    • Yang Akan Datang

    Artikel Motor dari Oto

    • Berita
    • Artikel Feature
    • Advisory Stories
    • Road Test