Daihatsu Kirimkan 137 Ribu Mobil ke Tangan Konsumen Sepajang 2025
Menukil data rangkuman Gaikindo sepanjang tahun lalu. Kinerja penjualan roda empat di industri otomotif nasional 2025 memang terkoreksi 6,3 persen. Hasil retail di Indonesia hanya menyentuh kisaran 834 ribu unit. Di tengah tekanan tersebut, Astra Daihatsu Motor tetap mengantongi perniagaan solid dan membukukan penyaluran unit ke tangan konsumen sebanyak 137.835 unit. Dengan capaian itu, ADM meraih market share 16,5 persen serta konsisten berada di posisi nomor dua setelah Toyota.
KEY TAKEAWAYS
Kinerja penjualan Daihatsu konsisten nomor dua nasional 2025
ADM meraih market share 16,5 persen serta konsisten berada di posisi nomor dua setelah Toyota.“Pencapaian ini menjadi penguat konsistensi Daihatsu dalam mempertahankan posisi nomor 2 penjualan otomotif nasional selama 17 tahun berturut-turut. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang mempercayakan Daihatsu. Baik sebagai sahabat mobilitas harian maupun bisnis. Kepercayaan ini memotivasi kami untuk terus menghadirkan produk dan layanan berkualitas dalam menghadirkan kebahagiaan bagi pelanggan,” ujar Sri Agung Handayani, Direktur Marketing dan Corporate Communication PT Astra Daihatsu Motor dalam acara media gathering, di Jakarta.
Hasil Penjualan Retail Daihatsu
Bila dibedah performa penjualan secara lebih terperinci, di wilayah market Daihatsu. Khususnya kendaraan bermesin pembakaran internal atau Internal Combustion Engine (ICE) pada kategori mobil penumpang dan niaga. Mereka terus menempati posisi nomor dua dengan market share 25,9 persen. Selain itu, kendaraan dengan harga di bawah Rp300 juta ikut menyumbang 49 persen dari total pasar otomotif nasional. Dalam ceruk harga tersebut, ADM bahkan bertengger di posisi nomor satu dengan pangsa pasar sebesar 31,8 persen.
Dalam hal penjualan model, kontributor utama yang menyumbang lebih dari 80 persen total retail Daihatsu berasal dari lini andalan di setiap segmen. Mulai dari Gran Max series yang mendominasi segmen Commercial Low, lalu Sigra dan Ayla di kelas LCGC (Low Cost Green Car), hingga Terios pada segmen SUV Medium, kemudian diikuti model lain sebagai pelengkap portofolio.
Untuk segmen mobil penumpang LCGC Daihatsu, penjualan Sigra dan Ayla sepanjang 2025 mencapai 47.901 unit. Capaian ini sekaligus mengukuhkan dominasi Daihatsu di segmen pasar LCGC Indonesia sebagai pilihan utama masyarakat dengan pangsa pasar sebesar 36,6 persen. Sementara itu di segmen SUV Medium, Terios mencatat penjualan 15.557 unit dan menjadi model terlaris pada kelas SUV Medium dengan banderol hingga Rp300 juta serta pangsa pasar sekitar 45 persen.
Berlanjut di segmen Commercial Low, Gran Max series tetap menjadi favorit sahabat bisnis dengan total penjualan 61.871 unit dan memimpin pasar pada kategori tersebut dengan pangsa pasar 65 persen. Secara lebih rinci, Gran Max Pick Up membukukan 43.199 unit atau pangsa pasar sekitar 58 persen di segmen Pick Up Low. Adapun Gran Max Mini Bus mencatat 18.672 unit dengan penguasaan pasar sekitar 92 persen di segmen Semi Commercial.
Torehan positif ini tak lepas dari dukungan layanan purnajual yang luas, didukung lebih dari 260 outlet, 170 bengkel resmi, 320 armada DMS (Daihatsu Mobile Service), serta 3.320 part shop yang tersebar di seluruh Indonesia. Seluruh infrastruktur tersebut menjadi wujud komitmen Daihatsu dalam memberikan solusi mobilitas berkelanjutan bagi seluruh pelanggan di Tanah Air.
Kinerja Ekspor Naik
Selama 2025, Daihatsu juga catatkan capaian produksi lebih dari 381 ribu unit. Volume ini merupakan capaian produksi mobil untuk grup Daihatsu dan model kolaborasi. Selain sebagai salah satu produsen otomotif terbesar di Indonesia. ADM juga menjadi basis produksi dan komponen dalam memenuhi permintaan untuk pasar domestik dan global. Perusahaan mengekspor beberapa model kendaraan kolaborasi yang diterima dengan baik oleh pasar otomotif global di lebih dari 60 negara di dunia.
Itu meliputi negara di ASEAN, Asia Selatan, Asia Timur, Timur Tengah, Afrika dan Amerika Latin. Sepanjang 2025, ADM berhasil mengekspor kendaraan utuh (CBU) lebih dari 124 ribu unit, atau naik 13 persen dibandingkan tahun 2024 sekitar 110 ribu unit. Adapun ketiga kontributor destinasi ekspor terbesar mulai dari Filipina (34,8 persen), disusul Jepang (9,7 persen) dan Meksiko (8,6 persen).
“Capaian ekspor ini mencerminkan kepercayaan pasar global terhadap kualitas produksi Daihatsu di Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat daya saing melalui peningkatan kualitas manufaktur. Dan tentu penguatan supply chain lokal agar dapat berkontribusi positif bagi pertumbuhan industri otomotif nasional,” tambah Sri Agung Handayani. (ALX)
Baca Juga:
Wuling Darion PHEV Dimodif Sederhana untuk Menunjang Mobilitas Bersama Keluarga
Daftar Harga Toyota Veloz Hybrid Resmi Diumumkan di IIMS 2026
Artikel Unggulan
- Terbaru
- Populer
Artikel yang direkomendasikan untuk anda
Mobil Daihatsu Unggulan
- Terbaru
- Populer
Artikel Mobil Daihatsu dari Carvaganza
Artikel Mobil Daihatsu dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Road Test