Pasar SUV Indonesia kedatangan penantang baru asal Tiongkok, Jetour T1. Mobil kategori all-rounder cocok sebagai kendaraan harian perkotaan sekaligus siap menemani perjalanan jarak jauh. Jetour Indonesia menempatkan model baru tersebut tepat bawah posisi sang kakak, Jetour T2. Konsumen tanah air disuguhi dua opsi jantung penggerak langsung, yakni mesin konvensional (ICE) serta sistem Plug-in Hybrid (PHEV) berlabel i-DM.
Nominal harga kedua varian terpaut cukup jauh. Jetour T1 i-DM dipasarkan senilai Rp558 juta, sedangkan Jetour T1 Gasoline dijual seharga Rp408 juta. Kabar baiknya, agen pemegang merek memberi potongan harga Rp20 juta khusus 1.000 pemesan pertama. Masa promo memangkas banderol menjadi Rp538 juta untuk tipe i-DM dan Rp388 juta bagi pembeli varian bensin murni.
Lebarnya selisih harga tersebut sangat sebanding bekal teknologi bawaan. Para pencinta aktivitas road trip disarankan memilih varian i-DM karena memiliki kapasitas daya jelajah lebih tinggi. Namun, varian bensin konvensional tetap menarik konsumen, semua kembali pada keselarasan kebutuhan serta dana anggaran pembeli. Kedua mobil membawa limpahan fitur modern bernilai tinggi.
Area luar bodi menjadi sektor paling kembar. Jetour mempertahankan kelengkapan visual eksterior secara adil tanpa memangkas kosmetik estetika. Baik tipe Gasoline maupun i-DM kompak mengadopsi komponen Horizon Light Bar Grille bernuansa futuristis, berpasangan lampu kabut pintar pembaca tikungan (Foglight with Cornering Light Function). Kenyamanan ruang kabin terbantu pemasangan kaca jendela berlapis ganda Double-Layer Acoustic Glass baris pertama dan kedua, lengkap bersama kapabilitas menangkal paparan sinar ultraviolet (UV) hingga 99%. Guratan desain kokoh berparas tampan mirip model T2 tersebut sukses mengantarkan mobil meraih penghargaan desain bergengsi Red Dot Design Award 2024.
Menyangkut basis rancang bangun, kedua varian Jetour T1 berbagi konstruksi identik memanfaatkan sasis monokok kokoh berbahan 80% baja berkekuatan tinggi (High-Strength Steel). Dimensi fisik eksterior tidak memperlihatkan perbedaan ukuran sama sekali; keduanya mengusung panjang bodi 4.705 mm, lebar 1.967 mm, tinggi 1.843 mm, ditopang jarak sumbu roda (wheelbase) sejauh 2.800 mm. Lebar jarak pijak roda depan belakang setara angka 1.690 mm dan 1.700 mm, ditemani besaran sudut datang (approach angle) posisi 28°.
Perbedaan fisik baru terdeteksi kala mengamati area kolong bodi serta sudut buritan:
Jetour T1 Gasoline (ICE): Memiliki jarak terendah tanah (ground clearance) setinggi 200 mm sudut pergi (departure angle) mentok angka 29°.
Jetour T1 i-DM (PHEV): Memiliki ground clearance sedikit lebih rendah, yaitu 190 mm akibat penyesuaian ruang penyimpanan paket baterai hybrid. Uniknya, sudut pergi (departure angle) varian hybrid justru dirancang lebih bebas mencapai 33°.
Diferensiasi visual luar lainnya terletak sektor lingkar roda. Varian bensin menggunakan velg ukuran 18 inci berbalut ban profil 235/65 R18. Sementara demi mengimbangi bobot ekstra serta hantaran performa instan sistem hibrida, varian i-DM naik kelas memakai velg ukuran 19 inci berbalut ban 235/60 R19, karet bundar tersebut telah mengadopsi teknologi antipempes Run Flat Tire (RFT).
Melangkah masuk area interior, pengemudi disuguhi banyak persamaan fungsional kelas atas. Kedua mobil dibekali material pembungkus jok kulit sintetis premium, sistem penyejuk udara (AC) berbekal filter penyaring partikel PM2.5, dudukan pengisian daya ponsel nirkabel (wireless charging) berdaya besar 50 Watt, hingga sepasang lubang colokan port USB dan Type-C area dasbor.
Varian i-DM mendapatkan sentuhan kemewahan jauh lebih melimpah, tercermin pengaplikasian monitor dasbor jumbo serta peranti audio bermerek premium untuk memanjakan telinga sepanjang perjalanan.
| Perangkat Interior | Jetour T1 Gasoline (ICE) | Jetour T1 i-DM (PHEV) |
| Ukuran Layar Head Unit | 12.8 Inci Standar | 15.6 Inci + Prosesor Snapdragon 8155 |
| Sistem Tata Suara | 8 Speaker Standar | 9 Speaker Premium Lansiran Sony |
| Lampu Kabin (Ambient Light) | 1 Warna (Ice Blue) | 64 Opsi Pilihan Warna |
| Atap Kaca (Skyroof) | Absen | Panoramic Skyroof Luas 64 Inci |
| Tuas Transmisi | Desain Standar | Material Kristal (Crystal Gear Knob) |
| Fasilitas Tambahan AC | Sistem Konvensional | Fitur 24 Hour Parking AC Mode |
| Kenyamanan Kursi Depan | Elektrik Sisi Pengemudi Saja | Ventilated, Memory, & Passenger Leg Rest |
| Tuas Kemudi | Tersedia Paddle Shift | Absen Tombol Paddle Shift |
Bicara urusan performa, kedua mobil membawa cetak biru berbeda total, walau secara basis keduanya sama-sama mengandalkan unit mesin bensin kubikasi 1.500 cc Turbo tipe TGDI. Spesifikasi kedua mesin dikonfirmasi tetap aman meminum bahan bakar kadar minimal RON 92.
Jetour T1 i-DMJetour T1 varian bensin bergerak mengandalkan mesin konvensional murni ber-rasio kompresi 11.6:1, berkemampuan memuntahkan tenaga sebesar 170 PS didampingi torsi puncak mencapai 270 Nm. Seluruh limpahan daya tersebut disalurkan menuju roda depan via sistem transmisi otomatis kopling ganda jenis basah 7-percepatan (7-speed Wet Dual-Clutch Transmission/7DCT).
Di lain sisi, varian i-DM mengadopsi sistem Plug-in Hybrid berbekal mesin khusus ekosistem elektrifikasi (Dedicated Hybrid Engine) ber-rasio kompresi tinggi 12:1. Setelan tenaga mesin bensinnya sengaja dibuat lebih rendah angka 136 PS dan torsi 220 Nm.
Kendati demikian, defisit tenaga mesin bensin tersebut langsung ditutup sempurna oleh sumbangsih performa motor listrik mandiri berkemampuan menyemburkan daya 204 PS beserta letupan torsi instan 310 Nm. Kombinasi mekanis tersebut melahirkan daya dorong sangat responsif berbagai rentang kecepatan.
Jetour T1Sebagai penyalur daya roda, varian hybrid mengandalkan girboks transmisi khusus Dedicated Hybrid Transmission (1DHT). Sistem kelistrikan disokong paket baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) berkapasitas 18,4 kWh, tipe sel baterai populer berkat stabilitas tinggi serta karakteristik tidak mudah panas. Komponen baterai tersebut dipastikan aman dari ancaman lingkungan luar karena telah mengantongi sertifikasi kedap air dan debu level IP68.
Prosedur pengisian daya baterai juga dirancang sangat praktis. Sistem kelistrikan Jetour T1 i-DM sudah kompatibel menerima pasokan arus stasiun pengisian kilat DC Fast Charging; proses pemulihan daya kondisi 30% menuju 80% tuntas kurun waktu 27 menit. Sementara metode pengisian normal memanfaatkan fasilitas rumah tangga AC Slow Charging posisi 30% hingga menyentuh 100% memerlukan alokasi waktu sekitar 180 menit (3 jam).
Menyangkut parameter kenyamanan berkendara, handling prima, serta kemampuan meredam guncangan kontur jalanan, Jetour memilih menyamakan racikan dasarnya secara adil. Kedua varian kompak mengandalkan kombinasi suspensi depan berjenis MacPherson dan suspensi belakang model Multi-Link Independent. Sektor deselerasi dikawal pengaplikasian sistem pengereman cakram berventilasi (Ventilated Disc Brake) keempat roda mobil.
Aspek perlindungan perjalanan baik keselamatan pasif maupun aktif standar juga diberikan setara tanpa ada pembeda kasta. Kedua mobil dipersenjatai perlindungan berupa:
Alat pelindung benturan: Pemasangan 6 buah kantung udara (Airbags) keselamatan.
Sensor pemantau ban: Fitur Tyre Pressure Monitoring System (TPMS).
Keamanan anak: Ketersediaan dudukan kursi anak standar ISOFIX.
Sistem kontrol rem: Integrasi modul pengereman lengkap mulai dari ABS, EBD, BAS, TCS, ESC, hingga peranti Electronic Parking Brake (EPB).
Perbedaan minor sektor pendukung parkir hanya terletak sebaran sensor; varian bensin konvensional hanya dibekali sensor pemantau bumper belakang (Rear Parking Radar), sedangkan varian canggih i-DM sudah mencakup sebaran sensor penuh area bumper depan dan belakang.
Jetour tetap menyematkan paket fitur keselamatan aktif pintar ADAS (Advanced Driver Assistance System) secara utuh kedua varian. Fitur asisten berkendara Intelligent Driving Assistant Level 2 tersebut bekerja memanfaatkan radar komprehensif, mencakup fungsi:
Adaptive Cruise Control (ACC)
Lane Keeping Assist (LKA)
Blind Spot Detection (BSD)
Forward/Rear Collision Warning (FCW/RCW)
Sistem kamera pemantau area kolong dan sekitar bodi berteknologi 540° JETOUR Surround Vision.
Sebagai kata penutup, urusan komitmen layanan purnajual serta personalisasi tampilan bodi luar, Jetour menerapkan regulasi garansi sangat menguntungkan para pemilik unit Indonesia. Kedua varian berhak mengantongi jaminan ketenangan pikiran berupa program Unlimited Kilometers atau Garansi Kendaraan dan Mesin selama jangka waktu 6 tahun penuh tanpa batasan jarak tempuh. Khusus komponen baterai varian T1 i-DM, pabrikan memberikan perpanjangan garansi mandiri selama 8 tahun atau batas jarak tempuh 160.000 km.
Opsi pilihan kelir warna bodi standar dipajang diler resmi tidak memiliki perbedaan, menyuguhkan empat opsi warna elegan meliputi Sand Gold, Aviation Silver, Carbon Crystal Black, serta White. Apabila konsumen mendambakan tampilan lebih mencolok dan ikonik memanfaatkan warna khas petualang Tech Green, baik pemesan varian bensin maupun hybrid sama-sama dikenakan biaya pemesanan tambahan sebesar Rp10 juta rupiah. (Odi)
Baca Juga: Jetour Indonesia Luncurkan T1 dengan Opsi Mesin Turbo dan PHEV