Husqvarna Siapkan Motor Scrambler Pesaing Sixty2

NEW DELHI, 15 April 2017 - Sukses bermain di pasar motor bergenre trail (off-road), pabrikan motor asal Swedia, Husqvarna akan mulai bermain segmen motor dual purpose (scrambler). Sebelumnya, Husqvarna telah memperkenalkan motor konsep tersebut tiga tahun lalu dan baru diperkenalkan model prototipenya di ajang EICMA Milan November 2016 lalu.

Mengusung nama Svartpilen 401, Husqvarna sempat terlihat sedang diuji di suatu tempat di Eropa. Seperti dilansir www.motorcyclesnews.com, motor asal Stockholm ini akan segera diperkenalkan dalam waktu dekat. Sementara situs motorcycles.com tersebut, menyebutkan bahwa Svartpilen 401 dikabarkan akan segera diproduksi dan diluncurkan pada semester kedua 2017 ini.

Svartpilen mengusung motor dengan penampilan street Scrambler. Ini artinya motor akan lebih banyak digunakan dalam kondisi jalanan beraspal atau 70-50%, di mana 70% motor ini akan lebih asik diajak bermanuver di atas jalan beraspal dan sisanya jalan dengan kontur jalan tanah.

Svartpilen dilengkapi dengan suspensi milik WP di bagian depan dengan tipe USD dengan ukuran travel 150mm dan stang lebar lengkap dengan pelindung mesin di bagian bawahnya. Sementara, untuk bermain tanah motor yang masih saudara KTM ini diperkuat dengan pelek jari-jari berukuran 17 inci dengan ban semi off-road milik Pirelli bertipe Scorpion Rally STR. Suaranya akan terasa racy dengan penggunaan knalpot racing dengan posisi yang meninggi.

Bagian mesinnya, motor ini akan menggunakan mesin milik KTM Duke 390 silinder tunggal kapasitas 373 cc. Mesin tersebut mampu menghasilkan 43 Hp. Motor yang dipersiapkan sebagai pesaing Sixty2 ini dilengkapi fitur canggih seperti, panel meter berlayar TFT full colour dan lampu utama dengan tipe LED.

Menariknya, Street Scrambler asal Swedia tersebut diprediksi akan dibanderol dengan harga di bawah harga jual Ducati Sixty2, karena akan diproduksi di fasilitas milik Bajaj Auto Limited di Chakan, Maharastra, India.

ANDHIKA KRESNA

Artikel yang direkomendasikan untuk anda