Hydrogen Vision 2040, Rencana Hyundai Motor Group dalam Memopulerkan Energi Hidrogen

Hyundai hydrogen vision

Dalam forum global Hydrogen Wave (8-11/9), Hyundai Motor Group (HMG) memaparkan visi energi hidrogen jangka panjang. Hydrogen Vision 2040 berisi rencana untuk memopulerkan hidrogen sebagai alternatif bahan bakar pada 2040. Merupakan salah satu komitmen awal dalam energi berkelanjutan yang ramah lingkungan untuk semua jenis mobilitas. Langkah-langkahnya melalui pengenalan teknologi baru dan memberi solusi mobilitas di sektor transportasi dan industri.

Visi HMG ialah menerapkan energi hidrogen di semua aspek kehidupan dan industri. Mulai dari rumah, tempat kerja hingga pabrik. Hidrogen siap digunakan semua orang (everyone), untuk apa saja (everything) dan di mana saja (everywhere). Semua itu dipaparkan para pimpinan HMG di forum Hydrogen Wave termasuk strategi hidrogen masa depan untuk fuel cell system dan solusi berbasis fuel cell. Targetnya menerapkan elektrifikasi di seluruh model pada 2028. Bukan hanya kendaraan penumpang, tapi juga sampai komersial.

hyundia hydrogen vision Euisun Chung, Chairman Hyundai Motor Group

Melalui Hydrogen Vision 2040, Hyundai memaparkan rencana proaktif dalam menanggapi perubahan iklim. Solusinya melalui hidrogen. Menargetkan kendaraan komersial yang menyumbang CO2 besar dan menghabiskan jarak tempuh lebih jauh dibanding mobil penumpang. HMG akan meluncurkan bus dan truk muatan besar dengan sumber tenaga fuel cell dan listrik untuk pasar global. Pada 2028, targetnya sebagai pabrikan pertama yang menerapkan fuel cell ke semua kendaraan komersial.

Hyundai telah memproduksi XCIENT fuel cell versi terbaru. Ia adalah truk muatan besar fuel cell pertama yang diproduksi massal. Selain itu Hyundai juga mengembangkan XCIENT berbasis traktor yang akan dirilis pada 2023. Tak kalah menarik ditampilkan di Hydrogen Wave, sebuah konsep Trailer Drone yang mampu beroperasi secara otomatis. HMG bakal menghidupkan kembali pasar kendaraan komersial global memakai teknologi fuel cell generasi terbaru. Salah satunya mengandalkan fuel cell PBV (Purpose Built Vehicle) berdimensi 5 hingga 7 meter. Targetnya pasar kendaraan komersial global yang penjualannya diproyeksikan mencapai tujuh juta unit pada 2030.

 

Sistem Fuel Cell Generasi Ketiga

hyundai fuel cell

Sasaran fuel cell ke mobil penumpang tak kalah pentingnya. Seperti sudah dikenal, Hyundai punya NEXO sebagai perwakilan SUV penggerak listrik. Selain itu ada bus listrik dan truk XCIENT dan tak menutup pengembangan lebih luas ke mobil performa tinggi, mobilitas udara, robot, pesawat dan kapal. Nantinya HMG akan memperluas cakupan sistem dan teknologi fuel cell ke semua bidang sektor energi. Dalam mencapai tujuan itu, sistem fuel cell generasi baru siap diperkenalkan pada 2023. Diklaim lebih murah dengan daya tahan dan output meningkatkan signifikan. Akan menggantikan sistem fuel cell di NEXO saat ini, dengan dua versi daya: 100 kW dan 200 kW.

Pengembangan terbaru mampu mereduksi ukuran penggerak fuel cell. Untuk versi 100 kW dikatakan menyusut 30 persen sehingga makin kompak untuk pengaplikasian di berbagai jenis mobil penumpang. Sementara versi 200 kW dirancang untuk kendaraan komersial tapi dimensinya tetap tergolong ringkas. Disebut mirip seperti sistem di NEXO saat ini tapi punya daya berlipat ganda lebih besar.

Soal ketahanan tak perlu diragukan lagi. Sistem fuel cell generasi kedua yang meluncur 2018 lalu telah melalui 5.000 jam dan 160.000 kilometer penggunaan. Atau hitungan sama seperti kendaraan dengan mesin pembakaran konvensional. Untuk generasi ketiga ditargetkan lebih tinggi lagi, setidaknya 50-100 persen. Memakai sel berdaya tahan tinggi untuk kendaraan komersial, disinyalir bisa mencapai 500.000 kilometer.

 

Masa Depan Mobilitas Hidrogen

hyundai trailer drone

HMG turut mempresentasikan visi mobilitas hidrogen masa depan. Mulai dari kendaraan SAR, truk kontainer hingga mobil sport performa tinggi. Salah satu konsep menarik adalah Trailer Drone. Berupa truk kontainer swakemudi bertenaga hidrogen yang mampu beroperasi mandiri. Jarak tempuh bisa lebih dari 1.000 km dalam sekali pengisian daya. Sebanding dengan truk konvensional saat ini. Kemampuan otonom mengambil teknologi seperti di kendaraan penumpang. .

Lalu ada Fuel Cell e-Bogie. Istilah 'Bogie' berasal dari industri kereta api yang merupakan subframe roda di bawah setiap gerbong kereta. Dengan kata lain Fuel Cell e-Bogie bekerja sebagai kemudi empat roda yang sepenuhnya independen. Nah, Trailer Drone memakai dua e-Bogie. Memungkinkan kemampuan manuver bebas bahkan sanggup bergerak menyamping. Trailer Drone dapat berjalan otomatis dari pelabuhan ke pusat kota tanpa suara dan tanpa emisi. (ADV)

 

Baca Juga: Bentuk Komitmen terhadap Mobilitas Masa Depan, Hyundai Kampanyekan "Driving Meaningful Innovation"

Baca Semua

Artikel Unggulan

Artikel yang direkomendasikan untuk anda

Baca Semua

Mobil Hyundai Unggulan

  • Yang Akan Datang