Kenali Beberapa Penyebab Tekanan Pelumas Mesin Hilang
JAKARTA – Secara sederhana, pelumas atau oli berfungsi untuk melumasi mesin guna meminimalisasi gesekan-gesekan antar logam (komponen mesin) yang berada di dalam mesin, meredam gerakan mesin menjadi halus. Fungsi ini untuk menghindari terjadinya kerusakan pada komponen mesin.
Selain itu juga ada fungsi tambahan lain seperti pelindung karat, pembersih mesin, mendinginkan mesin, memperpanjang usia komponen mesin, meningkatkan performa mesin, dan menghemat bahan bakar. Terlihat bagaimana pentingnya fungsi pelumas.
Melihat fungsinya yang penting tersebut, pelumas harus didistribusikan merata ke seluruh komponen. Sistem yang terdiri pompa, filter dan jaringan harus selalu dalam kondisi terbaik. Namun, sepanjang waktu kendala pasti bakal muncul. Paling umum yakni hilangnya tekanan untuk penyaluran. Efeknya masif, sampai mengakibatkan kerusakan parah komponen. Apa penyebabnya?

Beberapa Penyebab
Yang utama adalah kurangnya pelumas. Seiring pemakaian, kemungkinan cairan minyak menguap, terbakar atau bocor dapat terjadi. Apalagi mobil lama, risikonya semakin tinggi. Ini turut menjadi indikasi kualitas jeroan mesin. Tak bisa hanya sekadar menambah lubricant, perlu ada penanganan lebih jauh atau overhaul.
Selanjutnya penggunaan oli yang tak cocok. Viskositas atau tingkat kekentalan sangat beragam. Tertulis dalam kombinasi angka, contoh : 10W-40, 0W-20 atau 5W-40. Angka di depan W merupakan batas ketahanan suhu, sementara di belakang adalah tingkat kekentalan. Semakin kecil nilainya, semakin encer. Begitu sebaliknya. Pabrikan sendiri punya anjuran yang sesuai dengan produk dimiliki. Bila kendaraan diisi cairan lubrikasi lebih kental dari direkomendasikan, ada probabilitas mesin kesulitan memompa. Terlalu encer malah menyulitkan sensor dalam membaca, bisa saja disalahartikan sebagai kurangnya tekanan.
Penyebab lain bisa jadi filter yang tersumbat. Perangkat ini perlu diganti secara berkala. Lantaran berfungsi sebagai penyaring kotoran hasil pembakaran. Lalu kerusakan pompa. Dapat diketahui lewat suara mesin yang berisik. Padahal saat dilihat, dipstick menunjukkan volume pelumas di batas tepat.
Terakhir sensor atau gauge tekanan oli rusak. Bila indikator peringatan di panel instrumen tetap menyala, padahal jumlah sesuai, mesin menyala baik dan tak berisik; boleh jadi ada kerusakan pada perangkat itu. Diperlukan penggantian. Namun, jangan terburu. Ada baiknya memeriksa secara manual.

Langkah Mengecek Tekanan
Anda bisa melakukan pengecekan sendiri. Perangkat yang diperlukan adalah perkakas dan alat pengukur khusus. Bisa ditemukan di toko-toko otomotif. Kemudian temukan lokasi oil pressure sender yang berada dekat oil sump pada blok mesin. Manfaatkan buku manual, mengingat pabrikan menempatkannya berbeda-beda. Letakkan wadah di bawah mesin, guna mengantisipasi kebocoran.
Selanjutnya lepaskan konektor elektrikal dan oil pressure sender. Ini menjadi tempat untuk menambatkan alat pengukur tekanan. Setelah terpasang, periksa jumlah lubricant dalam kondisi pas. Tambahkan jika perlu. Nyalakan mesin selama lima menit atau lebih. Berpedoman pada buku manual, cari tahu dibutuhkan berapa rpm agar pengujian valid. Begitu juga batas tekanan harus tercapai. Setelah mengetahui, matikan mesin dan biarkan hingga mesin dingin. Lepaskan tester dan pasang kembali komponen. (Hfd/Raju)
Artikel Unggulan
- Terbaru
- Populer
Mobil Unggulan
- Terbaru
- Yang Akan Datang
- Populer
Artikel Mobil dari Carvaganza
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Advisory Stories
- Road Test