Kinerja Bisnis Otomotif Astra Kuartal Pertama 2021 Belum Membaik Akibat Pandemi

Astra

Kinerja otomotif Astra kuartal pertama 2021 masih turun. Lihat saja, laba bersih divisi otomotif grup merosot 26 persen menjadi Rp1,4 triliun. Padahal periode sama tahun lalu, mereka sanggup mencetak keuntungan Rp1,93 triliun. Hal ini mencerminkan penurunan volume penjualan besar. Kalau dibedah lebih perinci, perniagaan mobil amblas 24 persen dan motor merosot 17 persen.

“Pendapatan serta laba bersih Group Astra pada kuartal pertama 2021 lebih rendah dibandingkan periode yang sama 2020. Mengingat tahun lalu pandemi baru mulai memengaruhi ekonomi Indonesia. Dan kinerja bisnis secara substansial pada Maret 2020. Walaupun performa usaha grup perlahan membaik pada beberapa bulan terakhir. Prospek kinerja tahun ini senantiasa dibayangi oleh ketidakpastian akibat dampak dari pandemi yang masih berlanjut,” ucap Djony Bunarto Tjondro, Presiden Direktur Astra International dalam laporan kinerja perusahaan (21/4).

Menukil data Gaikindo. Penjualan mobil dalam lingkup nasional menurun 21 persen menjadi 187.000 unit pada kuartal pertama 2021. Sedangkan pemasaran mobil Astra menurun 24 persen menjadi 99.000 unit. Bahkan pangsa pasar ikut terkoreksi tipis, dari 55 persen menjadi 53 persen. Pada periode ini telah diluncurkan lima model facelift.

Baca Juga: Industri Otomotif Diyakini Segera Bangkit untuk Pacu Pemulihan Ekonomi Nasional

Sementara itu, penjualan sepeda motor secara nasional menurun 18 persen menjadi 1.294.000 unit pada kuartal pertama 2021. Hasil perniagaan Astra atas sepeda motor bermerek Honda menurun 17 persen menjadi 1.008.000 unit. Namun dikatakan, pangsa pasar sedikit meningkat, meski mereka tak merilis berapa angka persisnya. Selam periode ini telah diluncurkan dua model baru dan lima model penyegaran.

Bisnis komponen otomotif grup dengan pemilikan saham 80 persen di PT Astra Otoparts Tbk (AOP). Berhasil mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 43 persen menjadi Rp164 miliar pada triwulan pertama tahun ini. Penyebab utama, akibat meningkatnya keuntungan selisih kurs, meskipun pendapatan dari segmen pabrikan menurun. Kemudian bagian alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi. Laba bersih perseroan naik 3 persen menjadi Rp1,1 triliun, dikarenakan peningkatan penjualan alat berat Komatsu. Serta harga emas dan batu bara yang lebih tinggi.

PT United Tractors Tbk (UT) yang 59,5 persen sahamnya dimiliki perseroan. Melaporkan peningkatan laba bersih sebesar 2 persen menjadi Rp1,9 triliun. Penjualan alat berat Komatsu tumbuh 12 persen menjadi 688 unit. Namun pendapatan dari suku cadang serta jasa pemeliharaan menurun. Berikutnya bagian infrastruktur dan logistik.

Walau pendapatan jalan tol meningkat, divisi infrastruktur dan logistik grup mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 42 persen menjadi Rp42 miliar. Pemicunya ialah recovery one-off, biaya transaksi pada kuartal pertama 2020. Untuk diketahui, Astra mempunyai pemilikan saham di hampir 358 km ruas jalan tol. Semua telah beroperasi sepanjang jaringan jalan tol Trans-Jawa dan tol Lingkar Luar Jakarta. Konsesi jalan tol grup alami kenaikan pendapatan sebesar 8 persen. Raihan ini sudah termasuk kontribusi tol Kebon Jeruk-Ulujami sepanjang 7,7 km yang baru diakuisisi.

Terakhir, catatan laba bersih PT Serasi Autoraya (SERA) meningkat 12 persen menjadi Rp38 miliar. Hal ini disebabkan karena peningkatan marjin operasi serta kenaikan penjualan kendaraan bekas dari bisnis lelang. Namun demikian, jumlah kontrak sewa kendaraan stabil sebesar 22.500 unit. Nah, laba bersih konsolidasian Group Astra International pada kuartal pertama 2021 sebesar Rp51,7 triliun. Angkanya menurun 4 persen dibandingkan dengan kuartal pertama tahun lalu. Laba bersih mencapai Rp3,7 triliun atau terkoreksi 22 persen dibandingkan kuartal pertama 2020. Menurut Astra, kontribusi lebih rendah dari hampir di semua segmen bisnis. (Alx/Odi)

Baca Juga: Ragam Program Penjualan Menarik yang Ditawarkan para APM Mobil

Baca Semua

Artikel Unggulan

Mobil Unggulan

  • Yang Akan Datang