Klein Vision Berhasil Uji Coba Mobil Terbang Antarkota

flying car klein vision

Alat transportasi terus berevolusi. Dari kuda ke mobil pribadi, hingga muncul hypercar setara ribuan tenaga kuda. Di lain sisi, pesawat terbang hadir sebagai solusi ketika moda transportasi darat dihambat kondisi lalu lintas dan medan.

Namun memang pesawat tetap punya limitasi tersendiri. Salah satunya adalah kebutuhan ruang. Tak habis akal, akhirnya muncul pemikiran gila untuk mengawinkan konsep mobil dan pesawat terbang. Beribu cara dicari agar mobil dapat mengudara sekaligus tidak memakan banyak tempat. Bukan gagasan baru namun idenya memang boleh dibilang menguntungkan. Dibuat fleksibel, berpotensi memangkas waktu perjalanan tanpa terkendala kondisi jalan raya sekaligus tetap dapat dipakai wara-wiri di aspal.

klein vision

Contohnya saja dapat kita temukan di sejauh 70 tahun lalu. Yep, salah satu kegilaan era 50-an adalah lahirnya mobil pribadi lansiran Aerocar yang dapat ditransformasi jadi pesawat terbang. Memiliki modul sayap terpisah untuk kemudian disambung ke bodi mobil. Belum lagi kemunculan konsep lain di masa berikutnya. Disayangkan, semua itu berakhir sebatas konsep meski berhasil menjelajah di dua alam.

Bukan berarti pengembangan selesai meski setelah berbagai percobaan tidak membuahkan produk massal. Bahkan hingga saat ini sebagian masih berusaha membuktikan bahwa ide tersebut bukan sebatas khayalan orang edan. Adalah pabrikan asal Slovakia, Klein Vision, yang baru-baru ini sukses menyelesaikan penerbangan antarkota pertama dengan model AirCar. Sebuah pencapaian besar, membuat AirCar tampak semakin dekat dengan realisasi produksi.

Baca Juga: Ford F-150 Lightning, Transformasi ke EV untuk Tandingi Tesla Cybertruck

Klein vision

Dilakukan langsung oleh kedua penemu yakni Profesor Stefan Klein dan co-founder Anton Zajac. Terlaksana tepatnya 28 Juni 2021 dan merupakan pendaratan sukses yang ke-142 kali. Kali ini mereka berhasil menerbangkan AirCar dari Bandar Udara Internasional Nitra ke Bratislava di Slovakia dalam waktu 35 menit. Kalau mengacu Google Maps, perjalanan ini sewajarnya membutuhkan waktu 56 menit sampai 1 jam 10 menit lewat jalan darat.

AirCar tidak seperti berbagai konsep lama dengan modul penerbangan terpisah atau membutuhkan waktu dan tenaga untuk dapat berubah. Semua terintegrasi dalam satu paket mobil bergaya “sports car” eksentrik. Seketika mendarat, wujudnya bisa segera berubah jadi mobil dalam tempo kurang dari tiga menit. Sayap langsung melipat sendiri dan bersembunyi di balik panel. Meski begitu, ia tetap membutuhkan landasan untuk dapat terbang.

Klein vision

Saat ini terdapat dua prototipe AirCar. Prototype 1 dipersenjatai mesin BMW 160 hp dan fixed-propeller berikut parasut balistik. Tidak perlu bahan bakar khusus, cukup meminum bensin biasa. Model ini sendiri telah menyelesaikan sekitar 40 jam terbang di bawah supervisi Civil Aviation Authority. Ia pun sanggup mengudara sampai ketinggian 2,5 km dan mencapai kecepatan 190 kpj.

Model Prototype 2 dibuat lebih bertenaga dengan mengandalkan mesin berkekuatan 300 hp. Telah mendapatkan sertifikasi pesawat terbang EASA CS-23 berikut izin jalan M1. Bedanya lagi, baling-baling mengusung sistem variable pitch propeller dan diekspektasikan sanggup melaju secepat 300 kpj dengan jarak tempuh sampai 1.000 km.

Terbukti, ide gila perkawinan silang ini masih hidup, hanya saja entah kapan bisa terealisasi. Akankah berakhir sebagai prototipe lainnya atau malah sukses terwujud sebagai produksi massal? Kita tunggu saja kepastiannya sebab hingga saat ini belum ada pengumuman kapan AirCar bakal dilepas ke pasaran. Namun pencapaian Klein Vision kali ini bisa mengindikasikan bahwa versi produksi bakal segera meluncur. (Krm/Odi)

Sumber: Klein Vision

Baca Juga: Chiron Super Sport Tawarkan Nilai Utuh Tradisi Bugatti yang Dikombinasikan Kecepatan Ekstrem

Baca Semua

Artikel Unggulan

Mobil Unggulan

  • Yang Akan Datang