Mahasiswa ITS Rancang SUV Listrik Berwajah Futuristis

i-deora

Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) merancang inovasi desain kendaraan urban ramah lingkungan. Compact SUV bertenaga listrik, tergambar dalam sebuah rendering bernama i-Deora. Gagasan ini dicetuskan oleh tim kampus, SACH – MOLINA.

i-Deora, menurut Muhammad Haekal Shafi, Ketua Tim, didesain dengan menggunakan kaidah engineering. Mulai dari sisi mekanik, elektrik, serta desain eksterior maupun interior. Sehingga kendaraan ini dibilang sanggup mengakomodasi mobilitas kota harian. Adapun rancangan dimensi 4.409 x 1.813 x 1.670 mm (PxLxT). Ground clearance 200 mm dan jarak sumbu roda 2.635 mm.

SUV i-deora

“Urban SUV i-Deora dapat menjadi kendaraan pelepas penat akhir pekan karena aman dan nyaman untuk digunakan. Mobil dicanangkan sebagai solusi untuk Indonesia pada 2030 atas permasalahan lingkungan yang dihadapi. Tema kendaraan Electric Compact SUV ini merupakan suatu gagasan baru yang belum ada di Indonesia. Melalui karya ini, kami ingin membuat suatu gebrakan terhadap dunia riset kendaraan listrik di Indonesia,” ucap mahasiswa angkatan 2017 ini.

SACH-MOLINA ITS merancang agar karya yang dihasilkan dapat unggul dari segala sisi. Desain berpijak dari segi sasis, interior, keamanan mesin dan sistem power control. i-Deora, lanjut Haekal, dirancang menggunakan kaidah V-shape diagram. Tahap pertama yaitu fase review terhadap literatur yang telah ada, kebutuhan pasar, hingga ide-ide penuh potensi. Kemudian dilanjutkan merencanakan riset terhadap sasaran. Berkaitan dengan desain tema, model mobil, serta spesifikasi mesin. Lantas dilakukan pembuatan sketsa mulai dari konsep, mesin, layouting hingga akhirnya dihasilkan suatu desain akhir.

Baca Juga: Energica Gandeng Mavel Bikin Motor Listrik Berpendingin Cairan

i-Deora

Karya ini bikin mereka mengantongi gelar juara kedua kategori desain mobil pada ajang PLN Innovation & Competition in Electricity (ICE) 2021. Mereka berharap, kelak i-Deora dapat masuk ke dalam ranah industri. Bukan hanya di lingkup perguruan tinggi saja. Memenangkan suatu kompetisi menurutnya, bukan tujuan akhir yang diinginkan tim SACH-MOLINA ITS.

Lalu mengenai kapabilitas rancangan mobil listrik i-Deora. Konstruksi tubuh menggunakan frame tubular space dengan material AISI 1020. Suspensi depan pakai McPherson Strut dan penyangga roda belakang menggunakan trailing arm rigid axle. Kemudian pelek berukuran 19 inci aluminium forged. Total bobot mencapai 2016 kg.

interior i-deora

Jantung elektrik terpasang di i-Deora diwacanakan menghasilkan tenaga maksimum 109 kW (148 PS), momen puntir puncak diraih 230 Nm. Ia dikatakan sanggup menempuh jarak hingga 218 km dengan top speed 202 km per jam. Bagaimanapun, riset mengenai mobil berdaya setrum di Indonesia harus terus didukung dan diapresiasi. (Alx/Odi)

Sumber: ITS

Baca Juga: Aturan PPnBM Berubah, Mobil Hybrid Bakal Makin Mahal

Baca Semua

Artikel Unggulan

Mobil Unggulan

  • Yang Akan Datang