Masuki Era Disrupsi, Penjualan Motor 2020 Paling Terpuruk Satu Dekade Belakangan

Saat pandemi COVID-19 menerjang pertama kali pada Maret 2020, efeknya langsung terlihat oleh data April dan Mei. Masa-masa pembatasan wilayah mulai terjadi, membuat semua sektor membeku. Maret, rekam distribusi masih di level 561 ribuan, April, terjun hampir 800 persen hingga hanya ada 123 ribuan unit yang dikirim dari pabrik. Mei apalagi, cuma 21 ribuan!


Data distribusi September 2020 mulai meninggi. Sebanyak 380 ribu unit sepeda motor terdistribusi menurut Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI). Apakah bagus? Dalam kondisi pandemi COVID-19 tentu saja. Sejak virus mengunci aktivitas dan meluluhlantakkan perekonomian global, figur yang kami sebut di awal, merupakan sebuah pencapaian.


Dari situ, kondisi mulai berangsur membaik, meski kami nilai masih jauh dari istilah kondusif. Juni-Juli-Agustus, penjualan terus bergerak positif. Pergerakan tiap bulan menunjukkan bahwa kebutuhan alat transportasi paling praktis ini kian tumbuh. Angka terbaik adalah September tadi, 380 ribuan.


Penjualan motor


Total penjualan motor Indonesia sepanjang tahun (Januari-September) sudah ada di level 2,8 juta unit. Persentase senis skuter matik masih mendominasi di tahun ini. 88,4 persen dari total distribusi adalah model motor ringkas bertransmisi otomatis. Tren naik dari tahun sebelumnya dengan 87,2 persen. Jika masih seperti itu, kami optimis AISI bisa menutup catatan distribusi 2020 di figur 4 jutaan.


Untuk diketahui, merujuk pada statistik AISI, figur 4 juta unit selama setahun terjadi terakhir di tahun 2006 dan 2007. Itu adalah tahun-tahun awal skuter dengan harga murah meriah dijual ke masyarakat, masa-masa popularitas beralih dari motor bebek ke skutik. Rata-rata penjualan motor (tak termasuk ekspor) pada dekade ini, 2011-2019 adalah 6,8 juta. Terbaik pada 2011 (8 jutaan unit) dan terburuk 2017 (5,8 jutaan unit). Sah jika kami klaim bahwa prediksi penjualan 4 jutaan di 2020 adalah yang terburuk dalam 10 tahun terakhir.


Bermuram durja dan meratapi angka buruk pada saat ini tentu boleh. Tapi nahas rasanya jika industri hanya berpasrah akan situasi. Seperti pernah kami sebut, pandemi COVID-19 tidak bisa diperkirakan oleh siapapun oleh mereka yang sekarang hidup di era modern. Perang dagang Cina dan Amerika Serikat yang juga diprediksi bakal jadi batu ganjalan industri dan perekonomian Indonesia pun tak pernah terbayang bakal mencipta efek seperti ini.


penjualan motor


"Total market (2020) yang kami prediksi 6,4 juta, mungkin bisa turun 40-50%," ungkap Johannes Loman, Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) dalam webinar yang diselenggarakan Markplus Institute di bulan-bulan awal pandemi. Jika sesuai prediksi itu, maka penjualan tahun ini hanya 3,2 jutaan. 4 juta yang kami prediksi, tentu lebih baik dari perkiraan awal AISI.


Upaya beberapa pabrikan, baik itu sepeda motor maupun mobil untuk mendisrupsi proses berdagangnya, terbukti sukses membuat roda bisnis terus bergulir. Jika sebelumnya kanal-kanal situs jejaring online hanya dimanfaatkan untuk mendata potensial konsumen, maka improvisasi lebih advance lagi mulai dilakukan.


Pengetesan model baru di rumah, mulai dimarakkan Suzuki. Konsumen bisa mendaftar melalui website resmi mereka. Memasukkan model motor yang mereka ingin jajal, dan tentunya data diri. Yamaha dan Honda, melayani konsumen yang ingin melakukan perbaikkan motornya di rumah. Servis Kunjung Yamaha (SKY) dan AHASS SIAP, adalah dua produk yang kini digalakkan. Langkah jemput bola ini untuk menjangkau masyarakat atau calon konsumen yang terbatas untuk berkegiatan di luar rumah akibat pandemi. Sebuah pendekatan yang mungkin setahun lalu kita nilai sangat amat eksklusif, kini jadi sebuah 'kebiasaan baru.'


Mendisrupsi pasar dengan segala cara yang memungkinkan memang dibutuhkan saat ini. Improvisasi metode, hingga menjalankan aneka pendekatan baru yang tak pernah terbayang sebelumnya, adalah langkah untuk survive. Semoga industri otomotif Indonesia khususnya sepeda motor, berhasil selamat dari pandemi ini. (Van/Odi)

Artikel yang direkomendasikan untuk anda