Michelin Indonesia Targetkan Nol Bungkus Plastik Ban pada 2022

Penggunaan plastik sekali pakai secara berlebihan masih menjadi permasalahan, kerap ditemukan pada output barang industri. Michelin Indonesia, sebagai produsen ban, melihat hal ini perlu diperbaiki secara bertahap. Maka itu sekarang mereka berkomitmen untuk mulai memangkas bungkusan plastik ban motor hingga titik nol pada 2022. Dalam rangka mencapai visinya melaksanakan proses bisnis yang berkelanjutan.


“Michelin berpegang teguh pada komitmen menciptakan proses bisnis yang berkelanjutan, dengan menggunakan pendekatan ekonomi sirkular yaitu mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse), mendaur ulang (recycle), dan memperbarui (renew). Menghilangkan bungkus plastik pada ban akan secara signifikan mengurangi sampah plastik sekali pakai yang dihasilkan oleh produk Michelin,” kata Presiden Direktur Michelin Indonesia Steven Vette.


Saat ini, kebanyakan negara tempat Michelin bernaung sudah tidak lagi menggunakan pembungkus plastik untuk setiap produk ban. Sementara di Indonesia, mayoritas baru mobil penumpang meninggalkan kebiasaan terkait. Sementara sebagian besar produk ban roda dua masih memakainya. Langkah awal memangkas bungkusan bakal dilakukan mulai Maret tahun ini.


Ban michelin bebas plastik


Tentunya bakal ada masa transisi untuk merealisasikan program. Hingga akhir 2021 diperkirakan 80 persen berhasil dicapai. Dan rampung pada 2022. Lantas perusahaan Michelin di Tanah Air, Multistrada Arah Sarana, juga bakal mengikuti kebijakan serupa. Langkah ini mereka harapkan pula dapat mendukung kebijakan pemerintah dalam pengurangan sampah plastik. Sesuai arahan Peraturan Presiden nomor 97 tahun 2017, soal pengurangan hal terkait hingga 30 persen di 2025.


“Setiap tahun Michelin dan Multistrada Arah Sarana menghabiskan rata-rata 300,000 kilogram plastik untuk membungkus ban. Bungkus ini pada akhirnya dibuang dan menjadi sampah. Pada 2022 kami menargetkan 0 net sampah bungkus plastik ban. Kami percaya ini adalah langkah yang tepat sebagai bentuk tanggung jawab Michelin untuk mencapai proses bisnis yang berkelanjutan,” tambah Steven.


Dipaparkan juga, konsumen tak perlu khawatir akan kualitas produk dan performa ban motor Michelin tanpa bungkusan. Diklaim tidak akan berpengaruh atau mengurangi kinerja sama sekali. Meski tidak ada treatment khusus dalam transisi packaging.


“Ban Michelin diproduksi dengan menggunakan bahan baku kualitas terbaik dan mengikuti standar keselamatan tertinggi. Meski kami tidak memiliki perlakuan khusus dalam storage dan lainnya – masih tetap sama – kinerja dan performa ban dipastikan tidak akan berkurang,” kata Roslina Komalasari, Head of Marketing Consumer Products Michelin Indonesia.


Selain itu, agenda ini turut didukung oleh mitra distribusi utamanya yakni Planet Ban. Para penjual dan pengguna jadi lebih mudah memeriksa model alur ban yang mereka hendak pilih. Serta menyentuhnya langsung. Tanpa bingung terbungkus plastik. Dan perihal informasi, tentunya tetap ada sticker tabel lengkap dengan data spesifikasi seperti biasanya pada permukaan ban.


Pengujian secara langsung sudah dilakukan sebelum kebijakan diterapkan. Serangkai uji pengiriman dari pabrik Thailand dan Cikarang menuju gudang distribusi telah rampung dilaksanakan. Sehingga proses pengiriman berjalan lancar dan ban diterima dalam kualitas prima. (Hlm/Odi)

Artikel yang direkomendasikan untuk anda