Model Elektrik BMW yang Diprediksi Masuk Indonesia Tahun ini

https://www.bmw.com/

Kalau diingat, nyaris tujuh tahun sejak BMW Indonesia mengenalkan kontestan hybrid mereka. Adalah BMW i8 yang dipamerkan pada 2014. Selalu bergerak juga dengan produk teranyar pada tahun-tahun berikutnya. Contoh perkenalan X5 hybrid, kemunculan i8 roadster, dan bahkan datangnya model Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) berbasis baterai murni BMW i3s. Menandakan keseriusan dalam laju elektrifikasi ini dan tak menutup kemungkinan model terbaru lainnya.

Meski begitu, pergerakan elektrifikasi justru tampak adem ayem tahun lalu. Tidak ada gembar-gembor berarti, apalagi peluncuran produk teranyar. Namun, Jodie menegaskan bahwa BMW Indonesia tidak lantas berhenti. “Itu kami tidak berhenti, kami terus lakukan. Tapi mungkin memang dalam hal unitnya atau produk barunya di tahun 2020 memang kami tidak menghadirkan model terbaru dari BMW i atau PHEV. Itu makanya ada persepsi ‘kok, berhenti sih’. Tapi sebenarnya kami tidak pernah berhenti, kami selalu konsisten melakukan koordinasi, pengembangan produk, kemudian kami juga research itu juga terus dilakukan,” jelas Director of Communication BMW Group Indonesia, Jodie O’Tania, beberapa waktu lalu.

Bahkan dikonfirmasi bakal ada produk baru meluncur di tahun ini. “Untuk kendaraan terbarunya di tahun ini kami akan hadirkan lagi,” kata Jodie. Dengan demikian, dipastikan mejeng di tengah kesibukan rencana peluncuran lebih dari 20 model. Jadi pertanyaan, siapa saja kontestannya?

Pernyataan resmi terkait seri, status (EV atau hybrid), apalagi tanggal peluncuran belum dibeberkan. Namun, diprediksi ada dua calon kuat. Hal ini didasarkan lampiran dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Permendagri) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penghitungan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Tahun 2021. Nama telah tercantum, berikut kontestannya.

Baca Juga: Tiga Model SUV BMW Indonesia Mendapat Pembaruan untuk 2021

BMW 330e

BMW 330e

Eksis dalam daftar, line up 3 Series boleh jadi semakin beragam lewat kedatangan opsi hybrid. Menemani 330i dan 320i generasi G20 yang lebih dulu mengaspal. Adalah seri 330e, mulai dipasarkan secara global pada akhir 2019. Kalau benar ia mengaspal di sini, kemungkinan besar duduk di atas varian 330i M-Sport. Minimal dari segi harga, diketahui dasar pengenaan pajak lebih tinggi ketimbang varian termahal 3 series saat ini.

Ramah lingkungan tentu menjadi nilai utama. BMW sinergikan teknologi sistem penggerak elektris eDrive termutakhir dengan pemacu konvensional empat silinder turbo. Bukan sebatas dorongan hybrid, sistem memungkinkan pergerakan elektris murni. Klaimnya mampu menempuh jarak sekitar 59 sampai 66 km tanpa perlu mengandalkan unit peminum bensin. Figur ini mungkin cukup untuk komutasi dalam kota. Dapat melaju di kecepatan tinggi pula hingga 140 kpj.

Namun dipastikan bukan sebatas lebih mahal dan ramah lingkungan. Catatan di atas kertas membuktikan potensi performa 330e tak kalah hebat. Memang di balik bonnet tertanam mesin empat silinder 2,0 liter TwinPower Turbo serupa 320i. Sediakan output individu sebesar 184 hp saja. Tapi jangan lupa, motor listrik dapat ikut mencipta gerak. Kombinasinya menghadirkan tenaga sebesar 252 hp.

Masih ada lagi suntikan nafsu untuk berlari. Standarnya dilengkapi fungsi XtraBoost. Output sistem dapat dipompa hingga menorehkan 292 hp selama 10 detik. Di samping itu, kedua powertrain menghasilkan torsi maksimum 420 Nm secara bersamaan. Komposisi powertrain ini menyuguhkan kemampuan berlari nyaris setara 330i. Akselerasi ke 100 kpj tuntas dalam tempo 5,9 detik sementara klaim 330i lebih cepat 0,1 detik.

Harus diingat, kemampuan setara 330i ini bisa didapat dengan efisiensi bahan bakar jauh lebih baik. Di atas kertas disebut hanya perlu meminum 1,9-1,6 liter bensin untuk menempuh 100 km. Berarti seliter untuk sekitar 52 km. Belum lagi fakta emisi serendah 43-37 gram per km. Jauh lebih rendah dari capaian 320i yang membuang emisi CO2 sebanyak 144 gram per km.

Entah akan dibungkus paket trim seperti apa nantinya. Kita sendiri sudah mengenal diferensiasi antara Sport dan M Sport pada dua varian 3 Series. Kendati begitu, di luaran sana tersedia opsi trim yang lebih beragam. Disajikan alternatif seperti Advantage, Sport Line, Luxury Line, dan M Sport. Yep, mungkin juga dibikin komplet dengan penyematan Adaptive M Suspension plus Variable Sport Steering dan M Sport Brake. Satu tak boleh ketinggalan setidaknya pemanfaatan teknologi Laserlight dan asistensi berkendara selengkap model eksis – contoh reversing assistant dan bantuan pengereman lain.

Baca Juga: BMW M5 CS Kudeta Posisi M5 Competition Sebagai Raja Performa 5 Series

BMW X3 xDrive30e

BMW X3

Cukup masuk akal bila perkenalan elektrifikasi berupa hybrid terjadi di kelas inti BMW yakni 3 series. Sebuah angka keramat yang sangat identik dengan brand kenamaan Jerman itu. Menjadi salah satu tulang punggung pabrikan, nama itu pun cukup dikenal. Dan boleh jadi bukan hanya sedan, dalam daftar “Mobil Penumpang – Jeep” lampiran Permendagri tertera nama "X3 XDRIVE30E A/T". Embel-embel 30e jelas mengindikasikan hal berbau pemacu hibrida. Prediksinya,

Urusan efisiensi dan hemat bahan bakar pasti menjadi sorotan utama sebuah mobil hybrid. Tak terkecuali X3 PHEV ini. Teknologi eDrive memungkinkan penurunan nafsu meminum bensin X3 secara signifikan. Diklaim mampu menempuh jarak 41,6 km dari seliter bensin. Hal ini tentu didukung kemampuan bergerak niremisi sejauh 51-55 km – dapat beroperasi hingga 135 kpj. Emisi karbon juga rendah, catatkan 49 g/km.

Potensi performa X3 xDrive30e cenderung mirip 3 Series sedan PHEV. Mengandalkan daya mekanis unit 2,0 liter 4 silinder TwinPower Turbo sekuat 184 hp. Tersemat motor listrik sekuat 109 hp terintegrasi girboks otomatis 8 percepatan demi suguhkan dorongan ekstra. Dari komposisi ini, output kombinasi sampai sebesar 292 hp/420 Nm.

Dari unit pacu hibrida tersebut, putaran diterjemahkan menuju keempat roda via sistem penggerak xDrive. Dari segi kehebatan memacu kemudian tidak bisa disamakan dengan model sedan. Tidak secepat sang saudara meski tidak dapat dibilang payah juga. Tetap impresif, menorehkan angka 6,1 detik dalam pelariannya menuju 100 kpj. Dibejek habis, top speed 210 kpj masih bisa didapat.

X3 dalam trim sDrive20i jelas tidak apa-apanya ketimbang xDrive30e. Berdasarkan fakta spesifikasi dipercaya lebih irit, ramah lingkungan, dan bertenaga. Namun jelas semua itu sewajarnya dibarengi penyesuaian harga. Jangan heran kalau dibanderol tinggi.

Opsi Lainnya

BMW iX3 2021

Sebetulnya, portofolio elektrifikasi global BMW belum selesai sampai di sini. Banyak senjata bisa dimainkan. Contoh seri 5. Belum mejeng di lampiran, memang. Pun kalau memang memainkan 5er PHEV tampaknya lebih masuk akal bila datang setelah model Life Cycle Impulse alias facelift mengaspal tahun ini. Di samping itu, masih banyak seleksi hybrid entry level seperti 320e dan 520e yang disingkap akhir Januari lalu.

Bagaimana soal kendaraan full elektris? Tak kalah banyak. Contoh ada iX3 sebagai jelmaan X3 bernapas bersih tanpa emisi. Paling menarik justru keberadaan BMW iX. Di situs resmi BMW Indonesia sudah dipajang. Akankah dipasarkan? Tampaknya saat ini fokus utama masih terletak di PHEV.

“Elektrifikasi, seperti yang dulu-dulu juga BMW pasti menghadirkan kendaraan yang kami mulai dari PHEV dulu. Jadi kami jelaskan dulu benefitnya seperti apa sambil kami menyiapkan infrastruktur untuk akhirnya kami bisa membawa iX3. Karena iX3 ini adalah sebuah varian yang sangat baru jadi pasti perlu dipersiapkan baik dari teknisinya, diler, itu semua perlu dipersiapkan,” jelas Jodie.

Jadi, ada model elektrifikasi apa saja tahun ini di line up BMW? Indikasi berdasarkan lampiran Permendagri baru sebatas ketambahan 330e dan X3 xDrive30e. Itu pun belum bisa dipastikan sepenuhnya. Minimal sudah ada probabilitas, kita tunggu saja kabar baiknya. (Krm/Odi)

Baca Juga: BMW Indonesia Bakal Luncurkan Lebih dari 20 Model Baru Tahun Ini

Baca Semua

Artikel Unggulan

Artikel yang direkomendasikan untuk anda

Baca Semua

Mobil BMW Unggulan

  • Yang Akan Datang