Motor Disemprot Cairan Disinfektan, Aman Nggak Sih?

JAKARTA, Motovaganza.com – Guna mencegah penyebaran virus corona baru (COVID-19) salah satu langkah yang dilakukan adalah penyemprotan disinfektan. Kadangkala cairan disinfektan juga sengaja disemprotkan ke mobil atau motor. Apakah aman atau tidak?

Seperti kita tahu, cairan disinfektan mengandung alkohol dan klorin. Beberapa sumber menyebutkan, adalah salah menyemprotkan langsung disinfektan pada ubuh. Larutan bisa membuat iritasi jika mengenai kulit, mata atau lapisan berlendir pada tubuh. Lantas apakah larutan itu juga bakal memengaruhi kualitas cat bodi motor?

Secara peruntukan, bahan-bahan ini memang baiknya digunakan di permukaan benda saja. Dalam hal ini bodi motor yang mungkin terpapar virus dan bakteri. Meski memiliki kandungan asam cukup tinggi, nyatanya tidak memberikan efek negatif. "Sebenarnya tidak berpengaruh terhadap bodi motor. Karena disinfektan kan tetap dicampur dengan air," kata Iwan Gunawan dari Divisi Painting Custom Mekar Motor kepada OTO akhir pekan kemarin.

Menurut Iwan tidak akan memberikan dampak buruk, apalagi buat motor dengan jenis cat glossy. "Tinggal lap saja dengan menggunakan lap basah. Sebenarnya ada sedikit perhatian, terutama buat pemilik cat bodi doff. Memang tidak ada efeknya. Lebih kepada tidak enak dilihat saja karena akan muncul bintik-bintik kalau sudah kering. Setelah disemprot, sebaiknya segera dilap. Tapi pastikan dulu tidak ada debu atau kotoran menempel agar bodi tidak baret. Kalau mau lebih aman, bilas saja dengan air bersih mengalir," terang Iwan.

Baca juga: TIPS: Lakukan 5 Hal ini untuk Motor yang Lama Tak Terpakai


Untuk Kebersihan


Cara seperti ini juga bisa Anda lakukan setelah bepergian. Tak ada salahnya menyemprotkan disinfektan pada beberapa bagian motor. Toh, cara ini juga dilakukan oleh diler resmi yang menyediakan layanan servis kunjung. Paling utama adalah area setang, terutama handle grip. Pasalnya bagian inilah yang bersentuhan langsung dengan telapak tangan. Risiko terpapar cukup besar. Belum lagi kalau Anda tidak memakai sarung tangan, kemudian tanpa sengaja menyentuh muka, hidung atau mulut yang bisa menjadi pintu masuk bakteri maupun virus.

Ada baiknya juga diikuti dengan menyemprotkan cairan disinfektan di bagian lain. Semisal ruang penyimpanan di bawah setang (pada skutik) atau jok. Karena bagian-bagian itulah yang bersinggungan langsung dengan tubuh Anda. Jika dirasa kurang, tak ada salahnya mencuci bersih motor dengan shampo khusus. Untuk menjaga kualitas cat tetap baik, Iwan juga menyarankan penggunaan produk poles. Itu bagus untuk mempertahankan kualitas cat bodi motor.

"Tidak usah terlalu sering, minimal seminggu sekali. Dan kalau tidak digunakan, sebaiknya parkir di tempat yang menggunakan atap. Atau memakai cover bila terpaksa menaruh motor di tempat terbuka," pungkasnya.

Baca juga: Berbahayakah Cairan Disinfektan untuk Bodi Motor?

ARY DWINOVIANSYAH | RAJU FEBRIAN

Artikel yang direkomendasikan untuk anda