MPV dengan Fitur Stability Control? Ini 5 Pilihannya

MPV

JAKARTA – Sebagai mobil keluarga, MPV, menjadi pilihan banyak konsumen. Bahkan inilah mobil yang paling laris di pasar. Tentu banyak alasannya. Sebagai mobil laris, pabrikan tentunya memikirkan fitur-fitur yang bisa menunjang kesalamatan penumpangnya. Fitur keamanan kini menjadi perhatian calon pembeli mobil baru.

Fitur keselamatan sangat banyak. Satu fitur yang membantu mengurangi risiko celaka yang diakibatkan selip: kontrol stabilitas elektronik. Beberapa pabrikan punya sebutan sendiri – entah itu VSC, ESC, DSC – kurang lebih memiliki prinsip serupa. Sistem berupaya menjaga tingkah laku kendaraan saat menikung lewat aplikasi rem individual di roda. Dengan begitu, efek selip seperti oversteer atau understeer dapat dihindari serta nurut kepada input pengemudi. Krusial, bukan hanya berbahaya bagi penumpang, besar kemungkinan pengguna jalan lain terdampak jika mobil hilang kendali.

Andai sedang mencari MPV tiga baris, pilihan di bawah ini merupakan opsi paling terjangkau. Tidak sebenarnya ‘murah’ karena rata-rata Stability Control baru eksis di varian atas.

Suzuki Ertiga Suzuki Sport

Suzuki Ertiga Suzuki Sport

Suzuki mengandalkam Ertiga di segmen MPV. Titik terendah Suzuki Ertiga berada di angka Rp 205 juta untuk varian GA bertransmisi manual. Sementara di atasnya ada GL dan lanjut ke GX, dibanderol mulai 224,5 hingga 249 juta. Ya, mereka jadi pilihan LMPV masa kini hanya saja belum dibekali Electronic Stability Program. ESP baru tersedia di trim termahal Suzuki Sport, diberi label Rp 250 juta (manual lima percepatan) atau Rp 260,5 juta (otomatis empat percepatan).

Untungnya beli trim teratas adalah kelengkapan fitur. Perangkat cadence braking otomatis ABS dan distribusi tekanan rem EBD tentu sudah diadopsi. Di samping itu, ada pula Hill Hold Control sebagai asisten kala menanjak – tanpa injak rem mobil tidak akan mundur. Dual SRS Airbag melengkapi daftar safety features LMPV Suzuki ini.

Masuk ke kabin, trim Suzuki Sport suguhkan kemewahan kasta atas. Corak gelap mendominasi, dihias ornamen kayu. Menggugah lantaran lingkar kemudi dibalut kulit serta sudah mendapatkan tombol start/stop engine. Sarana hiburan datang dari monitor layar sentuh 8 inci. Kontrol pendingin bukan sekadar panel digital karena dilengkapi fungsi otomatis menyesuaikan temperatur.

Mesin Ertiga berada di tingkatan moderat. Unit empat silinder 1.500 cc K15B gelontorkan tenaga 104,7 PS dibarengi torsi puncak 138 Nm. Potensi memacu tidak impresif, tapi handling boleh diacungi jempol. Settingan suspensi berada di titik nyaman sekaligus cekatan tanpa terasa ringan mengambang.

Mitsubishi Xpander Sport

Mitsubishi Xpander Sport

Mitsubishi tak mau kalah. Active Stability Traction Control (ASTC) menghampiri daftar spesifikasi LMPV Mitsubishi di trim teratas. Posisi terendah diduduki varian Sport seharga Rp 261,2 juta (MT) atau Rp 271,2 juta (AT). Naik setingkat, Ultimate AT dilego Rp 275,1 juta. Line up dengan stability control ditutup oleh Xpander Cross Rp 272,7 – 292,7 juta.

Minimal Sport saja sudah komplet terkait safety. Cukup, tak perlu melirik kelas di atasnya. Modul pengereman disokong ABS, EBD, dan BA, berikut ditambahkan kemampuan Hill Start Assist. Hanya dua kantung udara di depan untuk meredam benturan penumpang andai terjadi tabrakan. Parking Sensor dan Rear View Camera mendukung keselamatan bermanuver.

Beda varian di atas Sport paling signifikan hanyalah cruise control. Sport belum punya itu, sementara diferensiasi lainnya cenderung kosmetik dan visual saja. Di eksterior ia belum mendapat LED DRL. Ketika masuk kabin, boleh dibilang memenuhi standar spek kelas atas. Setir dibalut material leather dan terpasang tombol kontrol audio. Nuansa canggih dijelaskan oleh head unit touchscreen berikut starter model tombol. Disayangkan kontrol AC berupa kenop putar.

Taka da pilihan mesin, setara di seluruh varian. Mesin empat silinder 1.500 cc mengisi ruang di balik bonnet, sanggup mengail tenaga sampai 105 PS dibarengi momen puntir 141 Nm. Terlihat lebih besar dari Ertiga cuma tidak sesignifikan itu. Seluruh putaran diterjemahkan oleh transmisi manual 5-speed atau otomatis konvensional 4-speed ke roda depan.

Nissan Livina VE

Nissan Livina VE

Sepupu Mitsubishi Xpander, racikan Nissan turut mendapatkan komponen kontrol stabilitas. Dua kelas teratas berhak atas barang itu: VE dan VL. Sontak Livina menjadi alternatif lebih terjangkau ketimbang Xpander karena VE dibanderol Rp 259,4 juta dan VL 272,1 juta. Berarti titik masuk lebih rendah meski harus merelakan fitur lain.

Terjangkau sekaligus aman, yang penting safety equipment setara, dalam hal ini dibanding saudaranya. ABS+EBD+BA boleh dicek sendiri, telah tersemat pula Hill Start Assist (HAS) berikut Vehicle Dynamic Control (VDC) dan Traction Control (TC). Komponen pelengkap? VE menganut Parking Sensor dan Rear View Camera.

Fitur keselamatan mengompromikan sisi lain ketika dibanderol lebih rendah. Walau sudah ada kemampuan sakelar otomatis, Livina VE masih mengandalkan lampu halogen. Pelipatan otomatis pada spion absen. Nihil pula bungkus leather di setir serta tombol start/stop engine. Kendati begitu, ada opsi lain kalau punya bujet lebih dan ingin mendongkrak rasa.

Livina Sporty Package, dibuat setara Xpander Sport namun dieksekusi berbeda agar tidak bersinggungan. Di luar ia bersolek sporty dengan aksen merah. Satu bagian terpenting, Sporty Package membawa kemampuan Around View Monitor dan jok kulit. Dibanderol Rp 265,4 juta, sedikit saja di atas harga Xpander Sport namun dipasarkan terbatas sebanyak 100 unit.

Urusan jantung, Livina dan Xpander berbagi satu nyawa sehingga memiliki potensi serupa. Ia siapkan tenaga 105 PS dan torsi 141 Nm untuk roda depan. Baik VE atau VL tersaji dalam jenis transmisi otomatis konvensional empat percepatan.

Honda Mobilio RS CVT

Honda Mobilio RS CVT

Ada satu pemain bertenaga besar yang ternyata juga dibekali stability control di kelas LMPV. Siapa lagi kalau bukan Honda Mobilio. Komponen peningkat stabilitas hadir di varian RS, spesifik model bertransmisi CVT. Honda menempelkan label Rp 259 juta untuk Mobilio RS CVT.

Vehicle Stability Assist (VSA), sebut Honda, eksis membantu meminimalisir berbagai kondisi selip. Sempat menjadi pelopor di kelas LMPV sebelum pemain lain mengadopsi fitur serupa. Modul pengereman juga sudah menganut ABS dan EBD. Di samping itu, Hill Start Assist mengantisipasi agar mobil tidak mundur selama stop and go di tanjakan. Sebagai pelengkap, visibilitas ke belakang dapat ditampilkan melalui layar infotainment.

Nilai plus Mobilio sendiri terletak di pemacu daya. Di atas rata-rata, keluaran tenaga unit empat silinder 1.500 cc mencapai angka 118 PS pada 6.600 rpm. Torsi juga menonjok, total 145 Nm hadir sejak 4.600 rpm. Seluruh puntiran kemudian tersalur ke roda depan melalui transmisi CVT, sajikan karakteristik lembut ketimbang responsif.

Terkait fitur lain, Mobilio RS cenderung moderat. Lampu depan masih halogen proyektor dengan DRL LED melekat di headlamp. Akses pengoperasian konvensional, belum ada smart entry maupun tombol start/stop engine. Sistem infotainment setidaknya mengikuti standar masa kini, mengenakan head unit touchscreen 8 inci berikut pengaturan tombol di setir. Satu lagi, Honda menerapkan kontrol AC otomatis sebagai kendali penyejuk kabin.

Wuling Cortez CT Comfort M/T

Wuling Cortez CT Comfort M/T

Pabrikan asal Cina sangat mengandalkan nilai ekonomis. Begitu juga kenyataan Wuling di antara jajaran LMPV ini. Sah kalau dibilang Cortez CT menjadi opsi termurah bila sedang mencari mobil keluarga dengan fitur kontrol stabilitas. Label Rp 238,5 juta untuk time Comfortable bertransmisi manual merupakan angka terendah di antara seleksi lain. Meski cenderung menyasar pasar di atas LMPV – secara dimensi dan potensi – akibat harga wajib masuk pilihan kali ini.

Tak perlu mengidamkan varian tertinggi, sistem keselamatan standarnya sudah komprehensif. Termasuk Electronic Stability Control dan Traction Control. Alat bantu pengereman komplet meliputi ABS, EBD, dan BA serta kemampuan Hill Hold Control. Dual SRS Airbag jelas hadir sebagai komponen standar. Fungsi sensor pun lebih lengkap karena selain sensor parkir (sinergi dengan kamera mundur), ada pula pemantau tekanan angin ban.

Begitu juga terkait fitur eksterior dan interior, istimewa untuk mobil seharga Cortez CT tipe terendah. Anda disediakan Keyless Entry serta engine start/stop button guna memudahkan akses. Di dalam, hiburan datang dari monitor layar sentuh 8 inci. ‘Mainan’ tombol bisa dinikmati pada palang setir untuk mengatur audio serta di konsol tengah dalam peran automatic climate control.

Tubuh MPV ini lebih besar ketimbang LMPV lain, untuk itu perlu kapabilitas mesin lebih hebat. Wuling menjebloskan mesin empat silinder turbo. Output tenaga besar, catatkan angka 142 PS pada 6.000 rpm di atas kertas. Sisi menariknya justru terletak di momen puntir karena kekuatan 250 Nm ditembak sejak putaran 1.600 rpm. Transmisi manual enam percepatan menerjemahkan putaran ke roda depan.

Kesimpulan

Menjaga keselamatan tentu diawali dari diri sendiri. Namun penerapan stability control sebagai komponen wajib mungkin dapat membuat lalu lintas lebih aman lagi. Disayangkan saat ini baru bisa diakses jika memiliki bujet lebih. Jadi, kalau memang anggaran minim, lima pilihan ini boleh dipertimbangkan. (Krm/Raju)

Baca Semua

Artikel Unggulan

Mobil Unggulan

  • Yang Akan Datang

Artikel Mobil dari Carvaganza

  • Mengenal Teknologi Baterai Changan Lumin
    Mengenal Teknologi Baterai Changan Lumin
    Muhammad Hafid . Hari ini
  • LEBARAN DRIVE: Jangan Sepelekan Pengereman, Perhatikan Faktor-Faktor Ini
    LEBARAN DRIVE: Jangan Sepelekan Pengereman, Perhatikan Faktor-Faktor Ini
    Muhammad Hafid . Hari ini
  • Shift By Wire, Membuat Kerja Transmisi Lebih Halus dan Efisien
    Shift By Wire, Membuat Kerja Transmisi Lebih Halus dan Efisien
    Eka Zulkarnain H . Hari ini
  • Ferrari: Amalfi Bukan Model GT, Kami Hanya Buat Mobil Sport
    Ferrari: Amalfi Bukan Model GT, Kami Hanya Buat Mobil Sport
    Wahyu Hariantono . Hari ini
  • Meluncur di Bangkok Motor Show, Toyota Hilux Travo-e Dijual Rp770 Jutaan
    Meluncur di Bangkok Motor Show, Toyota Hilux Travo-e Dijual Rp770 Jutaan
    Anjar Leksana . Hari ini

Artikel Mobil dari Oto

  • Berita
  • Artikel Feature
  • Advisory Stories
  • Road Test
  • Toyota Hilux Travo-e Meluncur di Bangkok Motor Show 2026, Dijual Rp770 Jutaan
    Toyota Hilux Travo-e Meluncur di Bangkok Motor Show 2026, Dijual Rp770 Jutaan
    Anjar Leksana . Hari ini
  • MG Motor Indonesia Siap Bawa Model Baru Multi-Powertrain Tahun Ini
    MG Motor Indonesia Siap Bawa Model Baru Multi-Powertrain Tahun Ini
    Anjar Leksana . 24 Mar, 2026
  • Geely Berambisi Ingin Menjadi Produsen dan Pemimpin Pasar Bisnis Otomotif di Cina
    Geely Berambisi Ingin Menjadi Produsen dan Pemimpin Pasar Bisnis Otomotif di Cina
    Anjar Leksana . 24 Mar, 2026
  • Asuransi Astra Siagakan 61 Unit Garda Siaga di Jalur Mudik
    Asuransi Astra Siagakan 61 Unit Garda Siaga di Jalur Mudik
    Setyo Adi Nugroho . 23 Mar, 2026
  • GAC Indonesia Kasih Bocoran Model Baru, Dikenalkan Sebelum GIIAS 2026
    GAC Indonesia Kasih Bocoran Model Baru, Dikenalkan Sebelum GIIAS 2026
    Anjar Leksana . 23 Mar, 2026
  • Memahami Standar Jarak Tempuh EV: CLTC vs WLTP dan Realita Harian
    Memahami Standar Jarak Tempuh EV: CLTC vs WLTP dan Realita Harian
    Saurabh Kaloya . Hari ini
  • Fitur-fitur Anti-Mainstream yang Dimiliki BYD Sealion 7
    Fitur-fitur Anti-Mainstream yang Dimiliki BYD Sealion 7
    OTO . Hari ini
  • 5 Keunggulan Jetour T2 untuk Menempuh Perjalanan Jauh
    5 Keunggulan Jetour T2 untuk Menempuh Perjalanan Jauh
    Setyo Adi Nugroho . 20 Mar, 2026
  • Pahami Fitur Anti Tabrak Forward Collision Mitigation di Mitsubishi Xforce
    Pahami Fitur Anti Tabrak Forward Collision Mitigation di Mitsubishi Xforce
    Ardiantomi . 18 Mar, 2026
  • 7 Alasan Kabin Mitsubishi Destinator Bikin Penumpang Betah, Termasuk Baris Ketiga
    7 Alasan Kabin Mitsubishi Destinator Bikin Penumpang Betah, Termasuk Baris Ketiga
    Ardiantomi . 17 Mar, 2026
  • Cara Menjaga Kondisi Ban Mobil Listrik Selama Perjalanan Jauh
    Cara Menjaga Kondisi Ban Mobil Listrik Selama Perjalanan Jauh
    Setyo Adi Nugroho . Hari ini
  • Adab Charge EV di Rest Area: Hindari Egois demi Kelancaran Mudik
    Adab Charge EV di Rest Area: Hindari Egois demi Kelancaran Mudik
    Setyo Adi Nugroho . 23 Mar, 2026
  • Panduan Keselamatan di Jalur Contra Flow, Kunci Menghindari Risiko Kecelakaan Maut
    Panduan Keselamatan di Jalur Contra Flow, Kunci Menghindari Risiko Kecelakaan Maut
    Setyo Adi Nugroho . 23 Mar, 2026
  • Jangan Sepelekan Rem! Ini Pentingnya Jarak Aman Saat Berkendara
    Jangan Sepelekan Rem! Ini Pentingnya Jarak Aman Saat Berkendara
    Muhammad Hafid . 17 Mar, 2026
  • Electria 2026: Langkah Mudah Mengoptimalkan Efisiensi Baterai Mobil Listrik saat Mudik Lebaran
    Electria 2026: Langkah Mudah Mengoptimalkan Efisiensi Baterai Mobil Listrik saat Mudik Lebaran
    Anjar Leksana . 16 Mar, 2026
  • First Drive Geely EX2: Utamakan Kenyamanan Suspensi dan Penggerak Belakang
    First Drive Geely EX2: Utamakan Kenyamanan Suspensi dan Penggerak Belakang
    Anjar Leksana . 04 Feb, 2026
  • First Drive Changan Deepal SO7: Libas Rute Jakarta - Garut Tanpa Kesulitan
    First Drive Changan Deepal SO7: Libas Rute Jakarta - Garut Tanpa Kesulitan
    Setyo Adi Nugroho . 02 Feb, 2026
  • Test Drive Chery C5 CSH: Satu Lagi SUV Hybrid Penakluk 1.000 KM
    Test Drive Chery C5 CSH: Satu Lagi SUV Hybrid Penakluk 1.000 KM
    Zenuar Yoga . 02 Feb, 2026
  • Road Test Wuling Darion PHEV: Uji Nyata MPV Keluarga Saat Libur Akhir Tahun
    Road Test Wuling Darion PHEV: Uji Nyata MPV Keluarga Saat Libur Akhir Tahun
    Setyo Adi Nugroho . 07 Jan, 2026
  • Test Drive Mercedes-Benz GLA 200 AMG Line & GLB 200 AMG Line: Dua SUV Kompak, Dua Karakter Berbeda
    Test Drive Mercedes-Benz GLA 200 AMG Line & GLB 200 AMG Line: Dua SUV Kompak, Dua Karakter Berbeda
    Muhammad Hafid . 29 Des, 2025