Pandemi COVID-19 Belum Membaik, IIMS 2021 Mundur Lagi

Kondisi pandemi yang terus memburuk, menghasilkan kebijakan baru Pembatasan Kegiatan Masyarakat. Terutama untuk wilayah Jawa dan Bali yang berlaku 11 – 25 Januari 2021. Sehingga memaksa Dyandra Promosindo segera melakukan penyesuaian jadwal Indonesia International Motor Show (IIMS). Semula direncanakan pada 18 – 28 Februari 2021 digeser ke tanggal alternatif ke 18 – 28 Maret 2021, tetap dengan platform hibrida.


Dikutip dari www.covid19.go.id, data penderita Covid-19 terus meningkat dengan angka yang mengkhawatirkan. Tercatat penderita positif berjumlah 788.402 orang, sembuh 652.513 orang, dan jumlah korban meninggal dunia sudah mencapai 23.296 orang.


Pengumuman pemerintah yang disampaikan Menko Bidang Perekonomian dan sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto, tentunya harus juga diikuti oleh kebijakan pelaku bisnis agar upaya pencegahan Covid-19 tidak semakin masif.


"Seperti yang sudah kami umumkan sebelumnya, Dyandra dan JIExpo sepakat untuk membuat rencana cadangan, kita sebut Plan B dan C, karena situasi pandemik Covid-19 masih fluktuatif dan dinamis," jelas Hendra Noor Saleh, Presiden Direktur PT Dyandra Promosindo dalam keterangan tertulisnya.


Hendra Noor Saleh mengatakan sudah mempersiapkan Protokol Kesehatan berpameran hibrida, sudah mendekati titik maksimal. Seperti kesiapan venue JIExpo Kemayoran yang telah mendapatkan Surat Keputusan Pembukaan Kembali Usaha Pariwisata di masa PSBB Transisi Bagi Kegiatan Pameran yang dikeluarkan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.


Dyandra dan JIExpo juga sudah mempersiapkan pengendalian jumlah pengunjung yang diizinkan, perluasan gangway, lalu lintas visitor yang menjamin tidak ada kerumunan, penerapan cashless, serba-digital hingga peralatan dan informasi berpameran di era new normal. Upaya ini mendapat apresiasi dari pemerintah, khususnya Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Kesehatan, Kepolisian dan Gugus Tugas DKI Jakarta.


"Keputusan pembatasan kegiatan masyarakat di bulan Januari 2021 ini, Dyandra dengan bijak dan legawa menggeser jadwal ke Plan B demi kepentingan yang lebih besar. Kami ingin menjadi bagian aktif dari upaya pencegahan Covid-19 khususnya di DKI Jakarta," sebut Kohen, panggilan akrab Hendra Noor Saleh.


IIMS 2019


Plan C


Meski mundur Dyandra Promosindo mengajak semua elemen bangsa, khususnya pelaku industri dan komunitas otomotif agar tetap optimis dan bersemangat menata bisnis di masa pandemi ini. "Dyandra teguh mempersiapkan pameran otomotif hibrida pertama di Indonesia, yakni pelaksanaan IIMS offline dan virtual secara bersamaan. Kebersamaan kita akan mempercepat pemulihan pasar otomotif nasional," lanjut Hendra.


Menyadari situasi yang masih dinamis, Dyandra Promosindo dan JIExpo mengantisipasi jika terjadi kondisi yang dianggap masih belum kondusif untuk menyelenggarakan pameran. Jika terpaksa kembali muncur, Dyandra telah mempersiapkan jadwal Plan C untuk IIMS 2021 di JIExpo Kemayoran yaitu pada 15 – 25 April 2021.


Pandemi Covid-19 memang sudah berdampak pada berbagai kegiatan ekonomi Tanah Air termasuk penyelenggaraan pameran otomotif. Tahun 2020 lalu, IIMS sudah dijadwalkan pada 9-19 April 2020 namun terpaksa batal. Kemudian Dyandra menggeser jadwal menjadi 18-28 Februari 2021 yang kemudian juga diundur.


Gaikindo Jakarta Auto Week


Selain IIMS, pameran otomotif lainnya, The 28th Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2020 juga tak bisa digelar. Jadwal semula dilangsungkan pada 6-16 Agustus 2020, sempat digeser menjadi 22 Oktober - 1 November 2020 namun akhirnya tetap batal terlaksana. Gabungan Industri Kendaran Bermotor Indonesia (Gaikindo) selaku penyelenggara, kemudian menyiapkan ajang lain yang diberi nama Gaikindo Jakarta Auto Week. Sejauh ini, GJAW 2021 dijawalkan berlangsung 6-14 Maret 2021 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan.


Menurut Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi, respons ini mencerminkan tanggung jawab asosiasi untuk terus berupaya mendorong pulihnya industri otomotif Indonesia. Ia mengatakan kepastian penyelenggaraan GJAW ditentukan oleh kondisi pandemi Covid-19 serta kesehatan dan keamanan masyarakat yang sudah dipastikan dapat diatasi, pertimbangan itu juga sejalan dengan arahan Kementerian Perindustrian.


Rencananya, GJAW tetap diusung sebagai pameran yang akan menciptakan potensi penjualan mobil secara masif, dan juga menjadi ajang memperkenalkan produk baru. Rizwan Alamsjah selaku ketua III sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran Gaikindo menilai kondisi kesehatan saat ini sudah menuju perbaikan, dan diharapkan pada Maret 2021 kondisi kesehatan akan sepenuhnya sudah terjamin sehingga tidak ada kendala dalam menyelenggarakan GJAW.


Gaikindo Jakarta Auto Week akan berlangsung dengan protokol pengamanan Covid-19 yang dipersiapkan. Menurut Rizwan, berbagai kegiatan akan dijalankan secara digital untuk mengurangi interaksi langsung. “Tiket masuk GJAW hanya dapat dibeli secara online pada aplikasi khusus. GAIKINDO juga akan mendorong para peserta mematuhi protokol kesehatan, salah satunya adalah dengan menyediakan materi promosi digital untuk para pengunjung,” katanya. (Raju/Odi)

Artikel yang direkomendasikan untuk anda