Perkenalkan Diri, Beta Motorcycle Luncurkan 2 Motor Baru Bermesin 2-Tak

SERANG, Motovaganza.com – Satu lagi pemain di segmen roda dua hadir. Kali ini adalah PT Roma Motor Utama yang memboyong motor trail asal Italia, Beta Motorcycle, ke Indonesia. Keseriusan mereka bermain di pasar roda dua Tanah Air ditandai dengan meluncurkan dua model sekaligus. Ada Beta RR 300 2T dan Xtrainer 300 2T yang ditujukan untuk pecinta enduro dan offroad. Tak seperti merek lain, keduanya mengandalkan mesin 2-tak.

Di dunia endure, nama Beta tidaklah asing. Terutama di Eropa, seperti kompetisi Hard Enduro, Beta Motorcycles banyak digunakan oleh Professional racing rider, karena memiliki tenaga dan daya tahan yang luar biasa.

Matteo Guerinoni, CEO PT Roma Motor Utama, di Indonesia motor 2-tak lebih diminati konsumen. Pertimbangannya, tipe ini memiliki bobot lebih ringan, power dahsyat, dan lebih mudah perawatan lantaran sistem pembakarannya masih menggunakan karburator (belum pakai injeksi).

“Hingga saat ini, antusiasme kehadiran Beta di Indonesia cukup tinggi. Sudah banyak pula yang saya lihat menggunakan Beta di jalur offroad, karena memang motor ini sangat menyenangkan. Saya sangat yakin kalau Beta Motorcycle bakal diterima dengan baik oleh pecinta enduro di sini,” kata pria yang juga komentator MotoGP ternama ini.

Beta RR 300 2T

Beta RR 300 2T


Sebenarnya merek ini punya banyak model. Tidak hanya mesin 2-langkah, Beta juga memiliki tipe mesin 4-tak. Untuk pasar global, kategori 2-tak diisi dengan beragam pilihan mesin, ada 50, 125, 200, 250 dan 300cc. Sementara yang 4-tak tersedia mulai dari 125 hingga 400 cc. Modelnya terdiri dari Enduro, Trial, Dual Sport, Supermoto dan Minibike.

Untuk yang beredar di Indonesia, varian RR 300 2T punya spesifikasi mumpuni dan mampu bersaing dengan kompetitor yang lebih dulu ada. Macam KTM, Husqvarna maupun dari brand Jepang seperti Honda CRF atau Kawasaki KLX. Menurut data pabrikan, ia menggendong mesin bersilinder tunggal kapasitas 293,1 cc, 2-tak, berpendingin cairan. Masih menggunakan karburator dari Keihin PWK 36. Sayangnya tidak dijelaskan mengenai tenaga maupun torsi yang dihasilkan.

Memakai rangka dengan geometri yang dirancang untuk meningkatkan kelincahan dan stabilitas. Tailpiece tipis dengan bahan technopolymer yang lentur dan kuat. Menggunakan struktur bodi yang dirancang sesuai kebutuhan enduro dan desainnya khas Italia.

Dimensinya ramping, tercatat hanya 2.172 x 815 x 1.270mm (PxLxT). Tinggi jok dari tanah 930 mm dan ground clearance 320 mm. Kapasitas penampung bahan bakar sebesar 9,5 liter dan bobot keringnya hanya 103,5 kg.

Tubuh jangkung didukung suspensi depan tipe upside down berdiamater 48 mm, dan belakangnya monoshock bertabung. Kaki-kakinya cukup kokoh, mengenakan pelek berdimensi 21-inci di depan yang dibalut ban 90/90, dan 18-inci dengan karet bundar 140/80.

Beta Xtrainer 300

Beta Xtrainer 300


Sementara untuk Xtrainer 300 2T punya bodi lebih kecil. Sesuai data spesifikasi, punya ukuran rancang bangun 2.157 x 802 x 1.245 mm (PxLxT) dan berat kosongnya hanya 99 Kg. Tinggi tempat duduk 910 mm dan ground clearance 320 mm. Kapasitas penampungan BBM-nya cuma 8,5 liter.

Karakteristik mesinya sama dengan saudaranya. Diameter silinder dan jarak piston punya ukuran sama (square engine), 72mm. Jadi karakter mesinnya merata pada semua putaran, dan cocok untuk digunakan di segala medan. Rasio kompresinya 11,45:1, beda dengan varian RR 300 2T yang 11,9:1.

Dari segala spesifikasi yang telah dijabarkan, Matteo menjamin ketersediaan spare part. “Konsumen tidak perlu khawatir, kami sudah pikirkan semua itu. Namanya motor build up memang harus menggunakan part orisinal. Tentunya agar motor tetap dalam keadaan prima dan mencegah penuruan performa. Apalagi jika sudah digunakan dalam jangka waktu yang lama. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan kepuasan para pelanggan,” katanya.

PT Roma Motor Utama melepas varian RR 300 2T dengan harga Rp 158 juta, sedang untuk Xtrainer 300 2T dibanderol Rp 148 juta. Keduanya berstatus off the road. Dengan harga yang kompetitif, mereka yakin dan berani bersaing dengan kompetitor yang lebih dulu mendarat di Indonesia, seperti KTM, Husqvarna dan beberapa brand Jepang.

Sebagai informasi tambahan, motor enduro asal Italia ini sebenarnya sudah eksis di Indonesia sejak 2016. Saat itu Beta dipasarkan oleh Bruder Motorsport Internasional yang bermarkas di Bali. Akhirnya pada April 2019 ia diambil alih oleh PT Roma Motor Utama.

Baca Juga: Beta Motorcycle Luncurkan Motor Baru, Pakai Mesin 2-Tak

ZENUAR YOGA | RAJU FEBRIAN

Artikel yang direkomendasikan untuk anda