PPnBM 100 Persen Memicu Industri Otomotif Kembali Bergairah

Nissan Livina

Industri otomotif adalah salah satu sektor yang terdampak berat saat pandemi Covid-19. Kini berangsur-angsur pulih dan mulai kembali ke jalur sebenarnya. Kondisi ekonomi pun membaik dan cukup stabil sampai akhir 2021. Penjualan mobil mengalami peningkatan, terutama berkat relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) 0 persen mulai Maret hingga Desember 2021.

Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara menyatakan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) 100 persen dapat memicu pergerakan ekonomi. Menurutnya, hampir semua masyarakat merasakan manfaatnya, terbukti dengan beberapa kali diperpanjang. Bahkan dalam sebuah kajian yang dilakukan Gaikindo, tidak hanya terjadi peningkatan penjualan. Di sisi lain, industrinya ikut bangkit. Dengan semua bergerak, tentu menjadi pemicu percepatan pemulihan ekonomi.

Dari data Gaikindo, penjualan kendaraan roda empat hingga November 2021 sudah menembus angka 790.524 unit. Angka itu sudah melebihi target yang dicanangkan untuk tahun ini sebesar 750 ribu unit. Asosiasi yang membawahi beberapa pabrikan mobil ini juga optimistis hingga akhir tahun penjualan bisa menembus angka 850 ribu unit.

"Dari kondisi ini, diproyeksikan 2022, kita inginkan lebih. Dengan berbagai asumsi dan pertimbangkan, kita harapkan tahun depan bisa mencapai 900 ribu unit," jelas Kukuh dalam acara Ngobrol virtual santai yang diadakan Forwot, Rabu (22/12).

Baca Juga: Daftar Kandidat Mobil Penerima PPnBM 0 Persen Permanen, Kandungan Lokal Brio Tertinggi

 

Kebijakan PPnBM ditanggung pemerintah saat ini sudah diterapkan dengan beberapa syarat, termasuk kandungan lokal minimal 60 persen dan berakhir 31 Desember 2021. Kebijakan meliputi potongan PPnBM 100 persen buat mobil dengan mesin hingga 1.500 cc, potongan 50 persen bakal mobil 4x2 dengan mesin hingga 2.500 cc, dan 25 persen bakal mobil 4x4 yang memiliki mesin hingga 2.500 cc.

Untuk program kali ini ada 36 merek mobil yang menikmati kebijakan relaksasi pajak, lantaran kandungan lokalnya sesuai ketentuan. Sedangkan jika syarat menjadi 80 persen, mobil yang sesuai hanya 11 model.

 

Kedatangan Merek Baru

Industri otomotif Indonesia kembali bergairah setelah kehadiran merek baru. Setelah Chery yang memastikan masuk, mobil Cina lainnya seperti BYD juga siap meramaikan pasar. Gaikindo menyambut baik dua merek tersebut, sebab mereka memiliki peluang cukup besar di sini.

BYD sebetulnya bukan merek yang asing buat masyarakat Indonesia. Mobil listrik e6 AT sudah digunakan Bluebird sebagai armada taksi. Perusahaan asal Cina itu sudah masuk ke pasar Asia Tenggara sejak 2012, dan Thailand sebagai negara utama.

Di lain sisi, Kukuh Kumara juga mengungkapkan kalau Chery sudah membuka komunikasi dan berniat untuk membuat mobil di Indonesia. “Mereka punya produk baru yang mungkin bakal diminati masyarakat Indonesia. Pihaknya juga memiliki keinginan untuk membangun fasilitas produksi. Mereka bukan sekadar memanfaatkan pasar, tapi mereka berminat jadi pemain produksi," jelasnya. (Bgx/Odi)

 

Baca Juga: Data dan Analisis Penjualan Mobil November 2021

Baca Semua

Artikel Unggulan

Mobil Unggulan

  • Yang Akan Datang