Pilih kota Anda untuk memulai pencarian

icon

Atau pilih dari kota populer

    Semangat Kartini Jaman Now, Aksi Jisel di Atas Kuda Besi

    JAKARTA, Motovaganza.com – Setiap tahunnya, tanggal 21 April, menjadi peringatan besar bagi kaum hawa. Pada 141 tahun lalu, RA Kartini, seorang revolusioner lahir ke bumi. Semasa hidup ia menggaungkan semangat yang terus menggema hingga sekarang. Jisel, menjadi salah seorang yang merefleksikan semangat Kartini hari ini. Perempuan bernama lengkap Eleonora Ajisela Agrippina itu menjadi gambaran Kartini hari ini. Hanya saja berbeda spektrum, sang lady biker menerjemahkannya di atas kuda besi.

    Royal Enfield, mengadakan Tour of Indonesia 2020 pada Maret lalu. Rute yang dipilih tak bisa dibilang singkat. Titik start dimulai dari Bogor dan finish di Pulau Dewata, mencatat jarak 1.400 km. Selama enam hari perjalanan, kota-kota pesisir selatan dikunjungi. Menjelajah warisan budaya serta mencicip kuliner Nusantara sekitar. Jisel menjadi satu-satunya peserta wanita di antara 19 laki-laki dalam rombongan.

    Touring menjadi salah satu ajang pembuktian diri baginya. Hal yang dianggap ekstrem, sekaligus melelahkan – bukanlah sesuatu yang tabu lagi dilakukan kaum hawa. Seperti kita tahu, terkadang roda dua masih dianggap sarat akan maskulinitas. Apalagi motor besar. Namun ia bersikukuh mengubah sudut pandang patriarkis itu dengan tangguh.

    Jisel menjadi lady biker sejak 2005. Ia telah mengikuti berbagai kegiatan. Touring jarak jauh sudah dilakoni sepert Jawa, Bali, Lombok, Sulawesi, Kalimantan, dan Pulau Timor. Pada 2018, ia juga dinobatkan sebagai Legendary Bikers Indonesia (LBI).

    Baca Juga: Ini Tiga Motor Tualang Kelas Tengah Paling Pas di Kantong


    Pengalaman


    Menurutnya, jalan yang dipilih selama acara berlangsung begitu menguji ketahanan motor, juga kemampuan pengendara. Terutama kala melewati rute “Daendels”, dari Tasikmalaya hingga Yogyakarta. Ruas jalan yang terkenal sepi dan agak berbahaya itu ia taklukkan juga. Mengingat beratus kilometer merupakan trek lurus, yang berisiko jika konsentrasi pecah. Atau bahkan terlalu emosi memacu motor.

    Ia pun merasa Himalayan menjadi motor yang pas untuk diajak tualang. Ikatan antara pengendara dan motor dianggap erat. Fitur minim sebaliknya jadi nilai plus untuk Jisel. Basa-basi fitur canggih bukanlah yang dicari.

    “Royal Enfield Himalayan itu ground clearance-nya pas. Hanya saja berat dan dimensinya panjang. Tapi Himalayan memberikan rasa berkendara murni, antara rider dan motor, tanpa ada pihak ketiga (fitur canggih). Sebuah sensasi yang tidak aku dapat pada motor berteknologi tinggi,” Bangga Jisel, soal tunggangan yang membuatnya berhasil finish di Bali.

    Baca Juga: First Ride Royal Enfield Himalayan


    Kerjasama Group


    Dalam touring, Jisel mengatakan bahwa kemampuan membaca situasi, serta kematangan persiapan pra-perjalanan, berikut stamina optimal sangat diperlukan. Mental kuat dan pengetahuan medan yang dituju juga wajib dipahami. Pola pikirnya pun perlu diubah. Bepergian dalam grup besar, berarti harus sanggup menahan diri, meletakkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Karena tiap orang dan motor punya karakter berbeda. Hal ini ia rasakan sendiri. Selama touring, Jisel banyak dibantu teman satu grup dan warga setempat. Sebuah nilai kebersamaan.

    Sekaligus, ia membuktikan wanita bisa berada di posisi sama dengan laki-laki. Menaklukkan medan berat, memiliki kemampuan bermotor, serta melewati rintangan bak kaum Adam. Mengikis stigma yang ada.

    “Jauhkan perasaan tidak percaya diri, ketika dibandingkan dengan laki-laki! Mari ingat Kartini dan pahlawan perempuan lainnya, yang pada masanya berusaha menepis stigma. Jadilah seorang Kartini hebat dan tangguh di masa sekarang dengan caramu sendiri,” tutup Jisel.


    Winifred Wells


    Vimal Sumbly, Head of Business APAC Region Royal Enfield mengatakan senang bahwa motor Royal Enfield digemari baik bagi laki-laki maupun perempuan. Di seluruh pasar global di mana merek kami beroperasi, terdapat banyak komunitas Royal Enfield dengan lady rider yang menikmati pengalaman berkendara yang sesungguhnya.

    “Khususnya pada peringatan Hari Kartini ini, saya ingin menyampaikan bahwa Royal Enfield sangat mendukung para lady rider di Indonesia melalui berbagai kegiatan, termasuk Girls Ride Out – sebuah acara berkendara yang unik dengan para lady rider; dan juga dengan menghadirkan lady biker, Jisel dalam Royal Enfield Indonesia marquee ride – Tour of Indonesia 2020,” kata dia.

    Hari Kartini di Indonesia juga mengingatkan saya akan “Kartini” dari Australia, Winifred Wells, seorang  perintis pengendara sepeda motor yang menginspirasi dan legenda Royal Enfield yang pernah menempuh jarak lebih dari 8.851 km hanya dalam 21 hari, seorang diri.

    Baca juga: Perjalanan Lintas Pulau Jisel Bersama Royal Enfield Himalayan: Refleksi Semangat Kartini di Atas Kuda Besi

    HELMI ALFRIANDI | RAJU FEBRIAN

    Artikel yang direkomendasikan untuk anda