DFSK E5 Plus datang sebagai medium SUV PHEV dengan sejumlah perlengkapan mutakhir. Model ini mengusung konfigurasi enam penumpang dengan captain seat. Selain sistem elektrifikasi, pabrikan menyematkan beberapa fitur yang jarang ditemukan di kelasnya. Tiga di antaranya menjadi perhatian, yakni Automatic Parking Assist, suspensi FSD, dan baterai 25 kWh. Kapasitas baterai itu membuat E5 Plus mampu melaju hingga 140 km dalam mode listrik berdasarkan NEDC.
Automatic Parking Assist menjadi salah satu teknologi pada DFSK E5 Plus. Sistem ini membantu kendaraan melakukan proses parkir secara otomatis. Pengemudi tidak perlu mengarahkan setir selama proses manuver berlangsung. Mobil membaca ruang parkir lalu mengatur gerak kendaraan sesuai kondisi. Fitur ini tentu berguna bagi pengemudi ketika harus parkir di ruang terbatas.
Sistem itu menjadi bagian dari teknologi bantuan berkendara E5 Plus. Kemampuannya didukung ADAS Level 2 dengan Adaptive Cruise Control dan Lane Keeping Assist. Ada pula Automatic Lane Change Assistance guna membantu perpindahan jalur. Blind Spot Detection, Rear Cross Traffic Alert, dan Front Cross Traffic Alert turut tersedia. Paket ini membuat perlengkapan bantuan berkendara E5 Plus terbilang lengkap.
Ya, karakter produk mobil Tiongkok memang kerap menawarkan banyak fitur dalam satu paket. DFSK E5 Plus juga membawa kamera 3D HD dengan tampilan transparent chassis. Teknologi ini membantu pengemudi melihat area sekitar kendaraan secara lebih jelas. Parkir manual pun bisa dilakukan dengan bantuan tampilan kamera tersebut. Pengguna tinggal memilih fungsi sesuai kebutuhan dan situasi.

Suspensi menjadi bagian lain yang membedakan DFSK E5 Plus. Pabrikan memasang Frequency Selective Damping atau FSD adaptive adjustment system. Teknologi itu tersedia pada shock absorber depan dan belakang. Suspensi depan menggunakan konstruksi MacPherson independent. Sementara bagian belakang mengandalkan multi-link independent suspension.
Formula itu membuat keempat roda mendapat dukungan sistem peredaman lebih optimal. Karakter suspensi dapat menyesuaikan respons berdasarkan kondisi berkendara. DFSK menempatkan teknologi FSD guna meningkatkan stabilitas sekaligus kendali kendaraan. Sistem ini bekerja secara mekanis dengan mengatur karakter redaman berdasarkan frekuensi getaran. Gerakan suspensi kecil dan besar dapat menghasilkan respons berbeda dari peredam.
Pengemudi berpotensi mendapatkan karakter berkendara lebih seimbang melalui sistem itu. Terlebih E5 Plus memiliki dimensi medium SUV dengan bodi cukup bongsor. Karakter redaman menjadi penting ketika kendaraan melaju di berbagai permukaan jalan. Sistem FSD membantu menjaga kompromi antara kenyamanan dan kendali kendaraan. Teknologi ini juga berbeda dari sistem suspensi udara yang bekerja secara elektrik.
“Jadi, Frequency Selective Damping (FSD) itu diatur secara mekanis, bukan elektrik macam air suspension. Katup (valve) absorber bukan hanya bisa membuka dan menutup jalur oli (fluida) suspensi. Namun juga bisa membesar dan mengecil, sesuai dengan jalan yang dilewati. Alhasil berkendara pun bisa lebih nyaman dan stabil,” tutur Ichsan Aria Putra, Product Expert PT Sokonindo Automobile.

Baterai menjadi komponen penting dalam sistem PHEV E5 Plus. DFSK memasang baterai lithium iron phosphate berkapasitas 25 kWh. Kapasitas itu tergolong besar bagi sebuah SUV plug-in hybrid. Jarak tempuh listrik murninya mencapai 140 km berdasarkan standar NEDC. Kemampuan ini memungkinkan kendaraan digunakan lebih lama sebelum mesin bensin bekerja.
Pemilik dapat memanfaatkan mode listrik dalam aktivitas harian tertentu. Setelah energi baterai berkurang, mesin bensin tetap memberikan fleksibilitas perjalanan. Konsep ini menjadi salah satu keunggulan teknologi PHEV E5 Plus. Pengisian baterai juga mendapat dukungan sistem DC fast charging. Proses dari 30 hingga 80 persen membutuhkan waktu sekitar 20–28 menit.
Sementara pengisian melalui AC dari 20 hingga 90 persen memerlukan sekitar tiga hingga empat jam. Angka aktual dapat berubah sesuai kondisi baterai dan perangkat pengisian. Jarak tempuh gabungan E5 Plus mencapai 1.400 km berdasarkan standar NEDC. Kemampuan itu menggabungkan tenaga baterai dengan mesin pembakaran internal. Kapasitas tangki bahan bakarnya mencapai 60 liter.
Lalu, Vehicle-to-Load atau V2L juga tersedia dengan daya mencapai 3,3 kW. Fitur ini memungkinkan energi baterai digunakan sebagai sumber listrik eksternal. Perangkat elektronik tertentu dapat memperoleh suplai listrik dari kendaraan. Fungsinya bisa dimanfaatkan ketika berkemah atau berada jauh dari sumber listrik. Kombinasi ini membuat fungsi baterai tidak sebatas menggerakkan kendaraan.

Nah, selain tiga fitur utama itu, E5 Plus membawa sejumlah perlengkapan pendukung. Layar tengah berukuran 15,6 inci menggunakan platform Snapdragon 8155. Sistem infotainment mendukung Android Auto dan Apple CarPlay. DFSK juga memasang wireless charging dengan daya hingga 50 watt. Perlengkapan ini membuat kebutuhan konektivitas dan pengisian perangkat lebih praktis.
Tak ketinggalan, kursi depan dan belakang memiliki ventilasi sebagai perlengkapan kenyamanan. Baris kedua menggunakan pengaturan elektrik empat arah di kedua sisi. Kabin juga memperoleh sistem penyaringan udara PM2.5. Ada pula negative ion generator melalui intelligent air purification system. Perlengkapan ini mendukung suasana kabin lebih nyaman ketika kendaraan digunakan bersama keluarga.
Untuk keselamatan, DFSK E5 Plus membawa enam airbag dalam konfigurasi tertentu. Perlengkapannya terdiri dari airbag pengemudi, penumpang, side, serta side curtain. Sistem keselamatan aktif juga mencakup ABS, EBD, ESC, traction control, dan hill descent control. Seluruh perangkat itu melengkapi karakter E5 Plus sebagai SUV keluarga elektrifikasi. Kombinasi teknologi tersebut menjadi modal DFSK menghadirkan paket fitur cukup lengkap di kelasnya. (ALX)
Baca Juga:
Maruti Suzuki Baleno 2026 Facelift Resmi Meluncur, Harganya Murah
Toyota Land Cruiser FJ Makin Dekat Peluncuran di Indonesia, Simak Spesifikasi dan Perkiraan Harganya