Utamakan Karyawan dan Konsumen, Yamaha Hentikan Aktivitas Pabrik

JAKARTA, Motovaganza.com – Penghentian sementara produksi tidak hanya terjadi pada pabrikan kendaraan roda empat. Hal sama juga terpaksa dilakukan pabrikan roda dua, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Merek garputala itu mengatakan menghentikan produksi sementara untuk mengantisipasi penyebaran wabah Corona Virus Desease (COVID-19).

Pemerintah mengambil berbagai langkah untuk menghentikan penyebaran virus corona. Langkah terbarunya adalah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 21 Tahun 2020. Regulasi ini menetapkan pembatasan sosial berskala besar dalam rangka percepatan penganganan COVID-19.

Yamaha Indonesia sebagai salah satu pabrikan motor terbesar di Tanah Air berupaya selaras dengan pemerintah dan mengikuti aturan itu. Brand garputala itu kabarnya menunda dulu produksinya demi menerapkan regulasi ini.

"Ya benar, kami berhenti produksi untuk sementara waktu untuk menjaga kesehatan karyawan, dan keselamatan konsumen," jelas Antonius Widiantoro, Public Relation PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing seperti dilansir OTO, hari ini, Kamis (2/4/2020).

Ketika ditanya alasan pemberhentian produksi ini, ia meyakinkan bahwa karyawan dalam fasilitasnya tidak terinfeksi. "Untuk diketahui, dalam pabrik kami, tidak ada yang terinfeksi COVID-19. Langkah ini diambil justru untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Pada intinya kami mengikuti rekomendasi pemerintah terkait menjaga social distancing. Kami peduli pada kesehatan karyawan, dan kesehatan supllier, karenanya tindakan itu (penghentian produksi) diambil," imbuhnya.

Baca juga: REVIEW: All New Yamaha R15, Ini Keunggulannya


Upaya Pencegahan


Upaya-upaya pencegahan penyebaran COVID-19 sudah diterapkan sejak saat itu. "Sejak awal Maret, kami sudah proaktif untuk menjaga kesehatan karyawan. Misalnya dengan mengecek temperatur di pintu masuk untuk siapapun. Lalu social distancing sudah diterapkan dengan membatasi kontak fisik, hingga meniadakan seluruh aktivitas yang mengumpulkan massa," jelas Anton.

Meski produksinya ditutup, Anton meyakini pelayanan pada konsumen Yamaha tak akan terdistraksi. "Konsumen tak perlu khawatir. Aktivitas diler berjalan seperti biasa, penjualan motor yang ada di diler tetap berlangsung namun dengan mengedepankan keamanan dan kesehatan konsumen dan karyawan. Bahkan untuk konsumen yang butuh servis, ada layanan SKY yang siaga hadir ke tempat konsumen demi memberikan perbaikkan motor di rumah," tutupnya.

Baca juga: Cegah COVID-19, Yamaha Servis Motor Konsumen di Rumah


Optimalisasi SKY


Selama wabah COVID-19, diler-diler menjalankan program Service Kunjung Yamaha (SKY). Konsumen bisa menghubungi diler resmi langganannya untuk dapat fasilitas ini. Service Kunjung Yamaha ini merupakan program layanan Yamaha yang sudah dinikmati konsumen sejak tahun 2012. Program ini sangat membantu saat ada penyebaran virus corona yang mengganggu aktivitas konsumen.

“Mereka tidak perlu khawatir lagi karena bisa menggunakan layanan SKY yang tersebar di ratusan dealer dan bengkel resmi Yamaha. Kami siap membantu konsumen, jadi silakan menghubungi nomor kontaknya dan dapatkan layanan yang akan dikerjakan dengan baik oleh teknisi kami seperti layaknya di bengkel resmi," kata M. Abidin, GM After Sales & Motorsport PT YIMM sebelumnya.

Baca Juga: Jaga Kesehatan Karyawan dan Konsumen, Yamaha Hentikan Aktivitas Pabrik

IVAN HERMAWAN | RAJU FEBRIAN

Artikel yang direkomendasikan untuk anda