Yamaha Aerox Tampil dengan 6 Corak Baru, Serba Ngejreng

BANGKOK, Motovaganza.com – Tampil beda dan lain dari yang lain menjadi keinginan banyak orang. Di Indonesia, Yamaha Aerox hadir dengan warna-warna netral. Tapi di Thailand, model ini justru tampil dengan corak baru Aerox versi 2020. Hampir semua kombinasinya dibuat mencolok.

Paling menyita perhatian adalah tema Aerox R-Version. Padanan kelirnya benar-benar “ditabrak”. Panel atas dilabur hijau terang, tengahnya biru muda, sementara pelek dicat kuning. Bahkan plastik dashboard tak dibiarkan hitam, melainkan senada dengan bodi atas, hijau. Komposisi ini bisa dibilang begitu ekspresif. Memikat bagi yang suka gaya eksentrik.

Opsi kedua di varian R, sedikit lebih lembut. Bodi didominasi abu-abu terang, dengan grafis hitam dan putih. Meski terdapat percampuran biru muda di tengah, komposisinya tak semencolok tema pertama. Gabungan warna-warna ini masih tampak menyatu. Roda pun dibiarkan netral dengan cat hitam.

Baca juga: Jaga Stok dan Penuhi Ekspor, Yamaha Operasikan Lagi Pabrik



Untuk tipe ABS juga tampil di luar kebiasaan. Padahal, varian tertinggi biasanya menunjukkan sisi elegan Aerox. Malahan kerap kali diberi finishing matte. Namun tampaknya mereka bersikukuh menyematkan aksen kontras, supaya lebih atraktif. Lihat saja, walaupun didominasi hitam, terdapat panel biru terang sampai ke dashboard, disertai decal kuning. Yang satunya pun sama. Paduan bodi abu-abu – merah dihiasi cover panel instrumen yang juga merah.

Nah, agak mereda di Standard Version. Campuran warna cenderung tak bertabrakan. Pertama dikemas hitam-merah dengan pelek gelap. Dan satu lagi yang agak cerah, biru-orange-silver-hitam. Boleh jadi dua tema baru di tipe terbawah ini, tersedia untuk yang tak begitu suka tampil mencolok.

Baca juga: KOMPARASI: Yamaha Mio M3 Vs Suzuki Nex II


Spesifikasi Teknis


Secara teknis Aerox Thailand mirip dengan di Tanah Air. Bedanya, versi lokal ketambahan dua seri khusus (Doxou dan MotoGP), serta nilai jual sedikit lebih murah. Kalau sisanya persis. Varian Standard, seharga Rp 30, 1 juta, belum dilengkapi sensor ABS, sistem keyless, serta fitur Stop Start System (SSS). Lantas R-Version yang dibanderol Rp 31,4 juta, dibedakan lewat tema dan penggunaan dua suspensi tabung. Sementara seri terlengkap, dilego Rp 34,9 juta.

Jantung pacu 155 cc SOHC turut menjadi sumber tenaga. Lengkap dengan mekanisme Variable Valve Actuation (VVA) yang aktif mulai 6.000 rpm. Karena itu tak ada perbedaan output sama sekali. Mesin dapat mengekstraksi daya maksimal sampai 14,7 Hp di 8.000 rpm dan torsi puncak 13,8 Nm muncul mulai 6.250 rpm.

Urusan bentuk bodi dan fitur dasar juga sama. Seluruh seri sudah dilengkapi headlight dan tail light LED, terkecuali sein depan. Adapun bagasi 25-liter nan akomodatif, electric power socket dengan laci tertutup, serta Smart Motor Generator (SMG) sang pembisu suara starter.

Kalau masuk Indonesia, kira-kira laku nggak ya? Bagaimana pendapat Anda?

Sumber: Yamaha Thailand

Baca juga OTO: Yamaha Thailand Segarkan Aerox dengan Enam Corak Baru Kombinasi Mencolok

HELMI ALFRIANDI | RAJU FEBRIAN

Artikel yang direkomendasikan untuk anda