Mobil Sport Bekas di Bawah Rp500 Juta, untuk Bersenang-senang saat Akhir Pekan

Banyak pilihan sebetulnya andai sedang mengincar sebuah mobil kencang idaman hati. Tapi kencang dan menyenangkan berbanding lurus dengan harga. Setidaknya itu berlaku untuk mobil baru. Contoh saja opsi termurah Toyota 86 sekarang dibanderol Rp830 juta. Kalau mau lebih edan, tentu siapkan dana lebih untuk meminang sportscar sekelas Supra dan bermacam seleksi merek kenamaan asal Eropa.


Tapi kondisinya tidak demikian di pasar mobkas. Setidaknya masih banyak seleksi mobil menyenangkan di bawah Rp500 juta dan belum terlalu berumur. Bukan mobil sport atau eksotis bertenaga gila, memang. Kendati begitu, pilihan berikut ini bisa dipastikan menyenangkan sekaligus bergaya kece.


Toyota 86


Toyota 86 bekas


Dari baru, Toyota 86 merupakan salah satu opsi kupe nan sporty paling terjangkau. Boleh dibilang pula cukup digandrungi para kawula muda. Saat ini pun masih bisa dibeli baru dan bukan merupakan sebuah barang yang sangat eksklusif atau beredar dalam jumlah terbatas. Dengan demikian, tidak sulit untuk menemukan unit seken. Siapkan bujet Rp400 jutaan untuk membawa pulang Toyota 86 keluaran awal sekitar 2012-2014.


Yang akan Anda nikmati adalah keseruan berkendara dari sebuah coupe 2+2 dengan pusat gravitasi rendah. Selain akibat postur tubuh, mesin empat silinder tiduran dari Subaru ikut berperan menurunkan pusat pergerakan bobot tubuh. Untuk sebuah mobil sport mungkin tenaganya tidak seberapa. Hanya sanggup gelontorkan output 200 PS dan torsi puncak 205 Nm ke roda belakang.


Bukan sebatas kupe untuk dipakai bergaya di akhir pekan, 86 juga boleh jadi masih praktis untuk dibawa harian. Ya, jangan harap sepraktis hatchback perkotaan apalagi SUV. Tapi setidaknya kalau mau bawa barang, bangku belakang dapat dilipat hingga tembus ke area bagasi. Kenikmatannya sendiri terdapat di posisi berkendara rendah dan bucket seat yang suportif.


VW Scirocco


VW scirocco bekas


Tak kalah menarik dan keren adalah VW Scirocco. Pun bisa jadi tebusannya tidak lebih tinggi dari 86. Untuk model 1.4 TSI keluaran 2011-2014 dapat ditebus serendah Rp300 jutaan. Bukan varian paling bergairah tapi standarnya Scirocco sudah terbilang menyenangkan sebagai hatchback. Dari postur rendah, berpintu dua dan frameless, serta masih memiliki keleluasaan ruang untuk penumpang.


Ekstraksi unit pacu empat silinder 1.400 cc TSI siap gelontorkan tenaga sampai 162 PS di 5.800 rpm. Torsi lumayan besar sampai 240 Nm dari 1.500-4.500 rpm. Ketimbang Hachiroku mungkin tidak seberapa. Tapi ia tak kalah nikmat untuk dikendarai sebab mengusung transmisi DCT 7 percepatan nan cekatan.


Well, kalau punya bujet lebih, anggaran kurang dari Rp500 juta masih bisa dipakai untuk meminang Scirocco R. Dapat ditemukan beberapa calon di rentang Rp450 – Rp495 jutaan untuk model lansiran 2011-2012.


Ia menjanjikan potensi memacu jauh lebih hebat dari 1.4 TSI. Sebab di balik bonnet Scirocco R tertanam enjin empat silinder 2.000 cc turbo. Total ekstraksinya dapat dipastikan bikin kegirangan, sampai 256 PS di 6.000 rpm dan momen puntir 330 Nm sejak 2.500 rpm. Dengan tenaga sebesar itu, sang hatchback berpintu dua VW sanggup menuntaskan akselerasi ke 100 kpj dalam tempo 5,8 detik. Dibejek habis, komputer akan menahan nafsunya di 250 kpj.


Mazda RX-8


Mazda RX-8


Opsi terakhir – dan mungkin seharusnya menjadi pertimbangan paling terakhir di benak Anda – adalah meminang Mazda RX-8. Ialah kelanjutan dari legenda mesin rotari Mazda RX-7. Sebuah model yang cukup unik. Bergaya kupe dua pintu hanya saja ternyata menyembunyikan sebuah suicide door demi kepraktisan.


Potensi memacunya boleh dibilang mumpuni untuk menciptakan senyum. Putaran rotor dengan kubikasi pembakaran 1.300 cc saja siap gelontorkan daya sebesar 215 PS di 7.500 rpm. Torsi 211 Nm keluar di 5.500 rpm, tersalur ke roda belakang. Mesin rotari yang kompak dan ringan dengan komposisi sebuah sports car, dijamin akan terasa menyenangkan.


Lebih menarik lagi harga di pasaran. Banyak model facelift keluaran 2011-2012 dilego di angka Rp300 jutaan. Tapi mungkin keseruannya akan berhenti sampai di situ sebab enjin ini membutuhkan belaian khusus. Bukan sekadar perawatan berkala, konon dalam pengoperasiannya pun perlu kedisiplinan. Selain itu, tidak banyak yang benar-benar bisa menangani teknologi ini. Belum lagi ia juga terkenal payah soal reliabilitas. Jadi, disarankan berpikir dua kali sebelum meminang RX-8. (Krm/Odi)

Artikel yang direkomendasikan untuk anda